Embun merasa tubuhnya lemas. Dia langsung ke poliklinik kampus untuk memeriksakan diri. Namun, pemandangan yang dia temui menggerakkan hatinya. Lelaki itu berbaring di atas brankar. Tertidur lelap, Embun mengakui kalau lelaki di depannya punya pesona kuat. Dia juga menyadari pesona itu kini menyapa hatinya.
Embun berbalik, tangan kekar itu menahannya. Seutas senyum pun membuat dia lagi-lagi tersihir. Sampai dia lupa kalau ada titah papanya yang harus di patuhi.
"Kakak sakit? badan Kakak agak panas? berbaring saja, aku akan kembali ke kelas." ucap Embun.
"Aku mau kamu disini. Bisa kan?" pinta Fajar. Embun menggelengkan kepalanya. Kepalanya menunduk sesekali terangkat. Fajar meletakkan tangan Embun di dada nya.
Baru tadi dia dan Fajar bertengkar soal hubungan mereka. Pemuda yang tiba-tiba datang menyatakan suatu hubungan. Setelah empat bulan mereka seperti orang asing.
"Aku harus kembali ke kelas. Ingat kak, aku ini mahasiswa baru. Jadi harus rajin." kata Embun. Pelan-pelan dia menyapih jemarinya dari genggaman pemuda itu. Namun, Fajar tetap tidak mau melepaskan jemarinya.
"Bun, aku serius sama kamu. Kalau memang beberapa bulan ini kita terlihat seperti saling menjauh. Tapi kamu juga terus menghindari aku, Bun. Terus aku harus bagaimana? Apa yang aku lakukan selama ini belum membuktikan perasaan kita? Aku juga tahu tiap aku sama Kinara kamu selalu menghindar. Kamu cinta juga kan sama aku?" Embun masih mematung. Entah kenapa dia tidak bisa mengiyakan tapi tidak bisa di katakan menolak.
"Kakak sudah tunangan sama Kinara, kan. Maaf aku tidak mau di bilang menikung milik orang lain apalagi milik teman baikku. Dan aku juga sudah janji sama papa untuk tidak pacaran dulu. Jadi tolong jangan kasih aku harapan."
"Bun, aku sudah pernah bilang janji adalah hutang. Dan hutang itu harus segera di lunasi. Kamu mau kalau aku mati di azab sama malaikat Munkar karena tidak melunasi hutang." ucapan Fajar membuat Embun tertawa kecil. Fajar menatapnya dengan gemas. Setidaknya itu mengha…
Fajar Untuk Embun
Harus di uji
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments
Elisabeth Ratna Susanti
wah kok menggelengkan kepala nih
2024-08-14
0
Kak Dsh 14
Bingung
semuanya serba salah
mau fajar ,embun atau kina semaunya punya hal sulit masing2
2024-07-13
0
Utayiresna🌷
maulah, selagi ada yang mauuu/Sweat/
2024-06-17
0