Menikmati sentuhan itu, membuat Helen kembali membuka matanya. Serasa tuannya
melakukan yang tidak seharusnya.
“Maaf tuan, jangan seperti ini,” tuturnya
gugup, membuang wajahnya ke sembarang arah.
Darius kembali sadar, dan tangannya juga tidak menyentuh wajah Helen. Hening tercipta, pikiran mereka asyik berkecamuk, meski tidak
diutarakan.
“Maafkan saya, saya tidak bermasud seperti
itu,” tutur Darius membuka suasana baru.
“Iya tuan tidak apa-apa," jawab Helen sedikit salah tingkah.
“Oh iya tuan, kenapa tuan bisa ada di mall tepat waktu?" tanyanya yang memang penasaran, seketika Darius ada di tempat kemarin. Meski penyamarannya tidak dikenal oleh siapapun, yang
jelas tahu siapa orang itu adalah Helen.
“Apa perlu saya menjawabnya sekarang. Sudah lebih baik kamu istirahat dan makan,” ucap Darius yang malas membahas kejadian kemarin.
Kesehatan Helen yang diutamakan saat ini.
“Ye...aku juga penasaran, kenapa tuan tiba-tiba ada di tempat itu, kan tuan tinggal di mansion,” ucapnya cemberut tidak sadar ada
nama sebutan baru untuk tuan.
Darius tidak merasa marah, ucapan ayah terngiang di otaknya, di mana jika Helen merasa akrab dengan seseorang. Setidaknya Helen tidak lagi takut seperti kemarin.
“Terserah dengan apa yang kau sebut. Saya tidak peduli,”jawab Darius pura-pura ketus, entah kenapa hatinya senang melihat Helen sedang
kesal.
“Ish...memang kemarin tuan seperti orang yang tidak biasa, bisa langsung mengalahkan mereka kemarin. Ya sudah aku sendiri yang akan
cari nanti,”"pancing Helen, berubah kesal.
“Ya sudah aku akan menceritakan, tapi setelah ini sarapan ke bawah, kalau tidak aku gendong kamu sampai ke bawah" ancam Darius,
sukses membuat Helen salah tingkah.
Hari dimana Darius tidak melakukan apa-apa selain olahraga atau sekadar cek saham perusahaan. Sabtu minggu baginya di mansion saja, karena pastinya di luar sana banyak yang memanfaatkan libur, sementara dirinya harus terkurung karena tidak mau jika ada di luar sana melihat sedikit wajahnya. Hari ini yang jalan-ja…
Not Human
41
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments