“Hisk...hisk...ayah bangun"isak tangis Greisy melihat pamannya dipangkuannya dengan wajah yang babak lebur
“Mari saya bantu!" ucap Darius panik
Greisy dan bibi memandang laki-laki itu.
Yang tentunya suaranya begitu dikenal.
“Kak Darius" lirih Greisy namun dijawab angggukan oleh Darius memastikan mereka,
bahwa mereka aman.
Ketika hendak membantu, salah satu
pasukannya menemui mereka.
“Tuan, teman nona Greisy masih di dalam. Perkiraan menuju roof top,"lapornya.
“Tolong selamatkan Helen kak dari mereka" pinta Greisy memohon dengan isak tangisnya.
“Bawa mereka ke mansion, hubungi dokter secepatnya! Aku yang akan ke sana!” ucap Darius kepada pasukannya. Kembali mata Darius menatap bibi dan Greisy, untuk meyakinkan dengan sebuah anggukan, bahwa Helen akan
selamat, sorot dari matanya.
Akhirnya paman, bibi, dan Greisy berhasil diselamatkan. Kini tinggal Helen sekretarrisnya yang tertinggal di dalam, kakinya bergegas lari masuk ke dalam. Matanya diedarkan ke segala penjuru. Hanya satu terlintas memakai lift menuju roof top. Dengan keadaan terburu-buru Darius menggunakan lift menuju lantai atas. Di bukanya pintu menuju roof top, dan benar saja laki-laki sudah siap menangkap Helen yang meringkuk dengan ketakutan.
Dengan mudahnya Darius melawan pria itu, hingga mati di tempat. Helen yang merasa tidak lagi kuat lagi, langsung pingsan di tempat.
Helen manggut-manggut saja, tanpa mengucapkan sesuatu, padahal Darius sudah menunggu mulutnya berbicara. Rasa kesal muncul di hatinya, apakah tidak ada apresiasi atas pertologannya kemarin? Atau Helen tipikal dengan dirinya yang sama-sama tidak mau
mengucapkan rasa terimakasih?
Merasa kesal diusapnya wajahanya kasar. Hanya pikiran berkecamuk yang selalu terngiang.
Karena tidak sabarnya, kini mengatakan sesuatu.
“Apakah kamu tidak ingin mengucapkan sesuatu? Tanyanya mendelik pada Helen, dan orang yang ditanya hanya menggeleng
“Apa kamu tidak diajarkan mengugucapkan terimakasih pada orang yang telah menolongmu?
Tanya heran.
“Apa tuan berhar…
Not Human
42
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments