Melani Syok bercampur bahagia mendapati sesorang ia tunggu tunggu kini sudah berdiri dihadapanya Wajah yang tirus dan putih pucat akan tetapi tak mengurangi kecantikannya.
"L..Lia.."Kata melani terbata.
matanya mulai berkaca kaca ia melangkah pelan untuk menghampiri Sahabatnya yang kini sudah sadar dari koma.
"I Hate you..."Tiba tiba kata menyakitkan itu keluar dari mulut lia.
Melani menghentikan langkahnya menatap lia ,Ya Melani melihat tatapan sahabatnya itu berbeda tak seperti Lia sebelumnya.
Melani tak tahan lagi tak menangis,Air matanya pun mengalir.
"Maaf"Ucap Melani menangis.
Brakkk....
Dylan menjatuhkan Barang belanja milik melani ,karena terkejut yang kini berada diambang pintu.
***
"Aku tak Menyangka kau melakukan ini padaku,Apa salahku padamu ??Jika aku memiliki salah padamu katakan saja terus terang"Ucap lia pelan masih terlihat lemah.
Melani diam tak menjawab.
"Aku menganggapmu saudara,Dan tak pernah sekalipun aku memiliki pikiran jahat padamu ,Namun kaulah yang memiliki pikiran itu dan melakukannya kepadaku,Kau tega Melani kau mengkhianatiku."lanjut lia sinis bercampur marah.
"Aku tak pernah memaafkan mu setelah apa yang kau lakukan padaku,,Dan juga pada kedua Anak anakku"Kata Lia dengan kecewa.
Melani tak bisa lagi menahannya,Ia menangis dalan diam.
"Sepenuhnya bukan salah Melani ,"kata Dylan mebela melani.
lia menatap Dylan dengan tajam dan menusuk.Tidak adalagi tatapan teduh dan lembut.
"Akupun juga bersalah disini ,dan jangan lampiaskan segalanya pada melani,karena dia juga menderita disini?"Aku dylan.
"Heh..!!Lebih menderita mana Aku atau dia Wanita Licik ,Ck'"Lia tertawa Sinis.
"Bertahun tahun dia membuat ku terbaring lemah dan apa yang kalian dapatkan selama ini hah!!"Sentak Lia.
"Apa yang kalian inginkan Padaku ,,Hingga rela menyakitiku...?!"Lanjut lia bertanya.
Melani terus menunduk dan menangis Dylan menggenggam tangan melani yang kini mereka berdiri saling berhadapan dengan lia yang menatapa mereka dengan tatapan marah dan kecewa.
Bayangkan…
Yudha&Lia
Yudha&Lia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments