Tepat pada hari ini Lusi sudah di perbolehkan rawat jalan, namun belum dengan kesehatan nya yang belum sembuh total. Namun sudah ada peningkatan, karna ia sudah bisa berbicara dengan Riko dengan lembut. Itu semua berkat bujukan Zaskia, beberapa kali di peringatkan oleh Zaskia namun beberapa kali juga ia melakukan hal itu. Namum saat ini sudah ada perkembangan, Riko pun sudah mulai senang dan tak makan banyak hati lagi jika berbicara ataupun sekedar bertemu dengan momi nya.
Kini Riko mendampingi Zaskia memberinya makan, mereka berbincang-bincang ringan. Riko selalu membuka pembicaraan melakukan pendekatan lagi dengan momi nya itu, Lusi sudah mulai bisa bercanda dengan Riko. Mungkin karna mereka sering bertemu dan bercanda, Lusi tak lagi merasa risih atas kehadiran Riko. Tetapi entah apa yang terjadi, Lusi merasakan sakit yang luar biasa di kepala nya. Tiba-tiba memiliki bayangan tentang lelaki di depan nya ini yang sedang asik bercerita dengan nya.
" Aduh sakit!" Rintih Lusi memegangi kepada nya.
Hal itu sontak mengundang ke panikan kepada mereka berdua, terlebih lagi Riko kalang kabut melihat momi nya.
" Momi kenapa? Apa nya yang sakit? Beritahu Riko, cepat mom mana yang sakit." Tuntut Riko kelewat panik.
" Aduh." Lusi masih merintih memegangi kepalanya itu, terputar sudah memorinya dengan lelaki ini.
" Riko kamu Riko anak Momi kan?" Tanya Lusi menatap Riko masih dengan nada merintih.
Seketika Riko tercengang, ia tak tau merasakan apa senang atau sedih. Senang karna momi nya sudah mengingatnya, sedih karna melihat momi nya merasakan kesakitan.
" Iya mom, aku Riko anak Momi." Akhirnya air mata yang di tahan sedari tadi meluncur begitu saja.
Tanpa aba-aba Lusi langsung memeluk nya, ia kangen dengan anak nya ini. Ia merasa kasihan karna perlakuan nya ke anak nya tak baik selama ia belum mengingat nya, ia sudah berkata kasar dan juga semacam nya. Berakhirnya mereka berdua menangis dalam peluka…
KAPAN AKU BISA BAHAGIA??
71.CAMPUR TANGAN TUHAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 103 Episodes
Comments