Bagai tersambar petir di siang hari, mendapat kabar yang amat menyakitkan.
"Ma..pah.. bangun, kenapa? Kenapa nggak bangun?! Karin disini, pengen dengar suara kalian. Ayo bangun, peluk Karin jangan diam aja!!" Jeritan Karin terdengar begitu memilukan. Bahkan semua orang di sana tanpa sadar ikut menangis. Melihat gadis berbaju putih dengan rok coklat disertai label sekolah terlihat memilukan.
Bagaimana tidak terkejut, dari sekolah dirinya disuruh pulang kerumah tanpa ada penjelasan yang jelas. Sampai di depan rumah terlihat banyak orang berpakaian hitam di sana, perasaan tidak enak semakin menyelimuti. Entah apa penyebabnya ia sendiri tidak tau.
Langkah kakinya kembali berjalan di temani oleh seorang pria, dia adalah Bintang. Pria itu dengan kekeh ikut dengannya, padahal tadi dirinya telah melarang.
Namun....semua terjawab, orang yang paling ia sayangi terbaring dengan wajah pucat. Kain putih menyelimuti kedua orangtuanya, terdapat banyak bekas luka di area wajah.
Sungguh Karin berharap ini semua hanya mimpi, "nggak mungkin." Lirih Karin, menggeleng kepala. Sambil terus berjalan cepat ke arah kerumunan orang, bahkan genggam Bintang dihempas dengan sekuat tenaga.
Bintang hanya terdiam, bukan marah tapi hatinya juga ikut hancur melihat wajah lemah gadisnya. Sebelumnya di jam istirahat pertama ia mendapat telpon dari seseorang yang ia kenali.
Raut wajahnya seketika berubah mendengar berita yang di sampaikan oleh sang penelepon.
"Bintang, tolong bawa adek gue kerumah sekarang... jenazah,ny-nyokap bokap gue baru sampai. Dan.. tolong! jangan beritahu sebelum sampai dirumah." Lirih Iqbal, nyaris tak terdengar. Bintang dapat mendengar pria itu sedang menahan tangisan, seakan tidak ingin terlihat lemah. Walau nyatanya setelah panggil terputus, Iqbal menangis sejadi-jadinya.
Kehilangan orang tersayang bukanlah hal yang mudah untuk diterima dengan ikhlas, apalagi dua nyawa sekali gus.
Kini tampak suara tangisan yang hanya terdengar, bahkan Karin jatuh pingsan di tengah sisi …
Bintangnya Karin
Tangisan Karin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments