Rafi akhirnya tak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya. Air matanya pun terlihat meleleh dikedua pipinya.
" Rafi...Sudahlah Rafi...Anda jangan terus begini..." Hibur Xania.
Ia dengan perlahan tetes tetes air mata rafi dengan selembar tissu. Rafi menjadi tersedu sedan disana. Bahunya tampak bergetar getar sedikit didalam kepedihan itu.
Dalam lima menit keduanya terdiam. Tenggelam didalam keheningan tersebut.
" Xania...Sekarang mari kita tinggalkan tempat ini. " Kata Rafi tiba tiba.
" Mari Rafi..." Balas Xania.
Selanjutnya mereka melangkah keluar dari dalam kaffe. Rafi mengajak Xania berkeliling kota dengan mobilnya. Untuk menenangkan segenap perasaannya.
" Maafkan saya Xania, saya jadi melibatkan anda didalam hal ini." Kata Rafi.
" Tidak apa apa Rafi. Saya juga senang berada bersama anda. Asalkan anda bisa terhibur dan tidak sedih lagi. " jawab Xania.
Selama berada didalam mobil. Rafi banyak berdiam diri. Begitu pula dengan Xania. Ia tak berani memulai obrolan kepada lelaki itu, ia takut Rafi menjadi tak fokus dalam mengemudikan mobilnya.
" Kita mau kemana Rafi?" Tanya Xania saat Rafi menghentikan kendaraannya tepat disebuah gedung bertingkat tiga.
" Kita akan menjumpai rekan saya. Ia seorang ahli dalam bidang computer..."Jawab Rafi sambil membuka pintu dan segera turun dari dalam mobil.
Xania juga begitu. Kemudian mengiringi langkah Rafi. Setibanya didalam sebuah ruangan didalam gedung tersebut, Rafi mengajak Xania duduk dihadapan sebuah meja milik kenalannya.
" Hai Rafi, apa kabar anda?" Tanya seorang pria berambut agak gondrong.
Pria ini lalu menyalami Rafi dan Xania, lantas duduk kembali dikursinya.
" Kabar saya baik, Peter...Bagaimana dengan anda?" Balas Rafi.
" Seperti yang anda lihat...Saya juga baik Rafi..." Kata Peter sambil tersenyum.
Sesaat ia melirik pada Xania, lalu..." Halo nona..." Sapanya.
Matanya yang sipit semakin terlihat tenggelam didalam tawa renyahnya. Pria ini berkesan sangat ramah tamah, bagai tak punya beban apa apa didalam hi…
KAZEL Mencari Suamiku
Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 83 Episodes
Comments