Dingin dan gelap dari arah samping mereka berdua. Udara mesin ruangan, tercium segar pada hidung milik mereka.
Tanpa bersuara selain gerakan West yang terbangun sendirinya dari lantai tempat ia pingsan.
Pegal seutuhnya pada diri remaja anak laki-laki, yang bersama dengan satu remaja perempuan sebaya dengannya.
Tidak ada kasur, atau fasilitas kenyamanan. Ini hanyalah lantai kosong yang ditempati dua anak, yang terbangun dari obat bius.
Kepalanya sakit serta pusing. Pemilik mata coklat, menjadi berkedut. Tubuhnya sakit semua, karena diletakkan begitu saja dari petugas tadi. Napas stabil naik-turun, seiring diafragma pernafasan.
"Selamat malam, West."
Tidak ada tubuh seseorang yang memanggilnya. West lebih bingung menghadapi dimana sumber suara berasal.
Hologram wanita muncul pada dua anak remaja, langsung.
"Malam, West." Wanita bercempol rapi, tersenyum kepadanya. Dua tangan disisipkan ke belakang. "Maafkan atas kelancangan petugas-petugas kami, yang membawamu ke tempat ini."
"Bukankah ini aula penerimaan lantai satu?"
"Yap, kamu benar sekali, West. Ingatanmu masih kuat untuk mengingat segalanya. Begitu juga dengan kekuatan yang kamu miliki, West."
Eme terbangun selama Mrs. Grow berbicara berdua dengan West Bromwich, langsung.
West berjongkok saat Eme bangun kebingungan, seperti dirinya. Dia tidak berani memegang pundaknya, walaupun teman barunya. "Hei, kau baik-baik saja?"
"Kita ada dimana?" Eme merenggut kening.
Tampang wajah West ikut mengkerut tegang, segera. "Aula penerimaan lantai satu. Kutanya sekali lagi, kau baik-baik saja?"
Eme berdiri sempoyongan, sebelum menjawab pertanyaan dari West. Eme secara tak sengaja, memegang tangan West untuk membantunya berdiri.
"Mengapa kita ada disini, West?"
Pertanyaan Eme membuat West menjadi teringat kembali tujuan awal setelah dibangunnya dua anak yang tertidur pulas.
"Maafkan kami, West dan Eme. Kalian berdua telah melanggar protokol keamanan ini. Kami harus melakukan seperti ini untuk pengendalian anak-anak d…
THE CITY
10
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments