"Dia di sana lagi membawah pisau. Akan ku potret dan ku laporkan pada polisi." Ucap MiLLie dalam hatinya.
MiLLie kemudian mengambil handphonenya hendak merekam Cecep, belum sempat MiLLie mengambil foto Cecep, ia di kejutkan oleh suara bibi Dina.
"Sedang apa kau disana? Apa yang kau lakukan. Apa kau mau telur ini? Aku merebusnya untuk semua penghuni kost." Kata bibi Dina.
"Astaga." Ucap MiLLie kesal.
"Ada apa?" Tanya bibi Dina.
"Semuanya gagal karena bibi Dina." Jawab MiLLie kesal.
"Kak MiLLie ada apa?" Tanya Anjas keluar dari kamarnya.
"Anjas, si gila itu dia membawah pisau. Dia mencoba masuk kamarku membawah pisau." Kata MiLLie pada Anjas.
"Benarkah?" Tanya Anjas.
"Aku hampir saja berhasil mengambil fotonya. Aku melihatnya, aku melihatnya dengan jelas. Aku berniat memotretnya, tapi sial! Bibi Dina datang dan mengacaukan semuanya." Kata MiLLie kesal.
"Apa maksudmu? Jadi maksudmu kau gagal memotretnya gara-gara aku?" Tanya bibi Dina.
"Bibi Dina, kenapa juga bibi muncul di saat yang tidak tepat. Jika bibi diam dan tidak bicara, aku pasti sudah punya fotonya. Seharusnya aku punya bukti kali ini." Ucap MiLLie kesal.
"Begitukah?" Tanya bibi Dina serius.
"Sial! Seharusnya sudah ku dapat fotonya." Ucap MiLLie.
"Kau yakin sudah dapat fotonya?" Tanya bibi Dina serius lagi.
"Ya." Jawab MiLLie.
"Yakin sekali?" Tanya bibi Dina sekali lagi.
"Ya!!" Jawab MiLLie kesal.
"Bisakah kau bersumpah? Katakan! Bisakah kau bersumpah?!!!!" Teriak bibi Dina.
"Ayo masuk ke kamarnya. Dia punya pisau. Ayo kita buktikan." Ucap MiLLie.
"Hey, kau saksinya." Kata bibi Dina pada Anjas.
"Aku? Baiklah." Jawab Anjas.
Mereka lalu berjalan menuju kamar Cecep untuk menggeledah kamar Cecep.
Cecep keluar dari kamar itu dan seketika bibi Dina menampar wajah Cecep.
"Apa maumu? Kau sadar kelakuanmu menakuti penghuni kost yang lain. Sudah telat bayar sewa, memajang foto-foto wanita! Kau sadar sudah membuat mereka tidak nyaman?" Teriak-teriak bibi Dina.
Karena suara bibi Dina yang keras, penghuni kamar kost lainn…
DUNIA KEGELAPAN
Rumah Warisan Keluarga MiLLie
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments