Kini Mark mengambil tempat yang sebelumnya di duduki oleh Riska yang berada di samping ranjang Selin.
“Makasih ya Mark, Lu masih mau temanin Gue, padahal Lu pasti sibuk kan?” Tanyanya dengan wajah merasa bersalahnya.
“Nggak kok, Gue masih bisa ngurusin Lu, Lu bisa minta Prof Adi libatkan Gue ke tim medis Lu kalau butuh Gue” saran Mark pada Selin agar Ia bisa lebih nyaman dan terbuka jika Ia terlibat dalam pengobatannya.
“Nggak usah Mark, Gue juga tahu kok kalau Lu pasti sibuk kan?” ucapnya dengan wajah yang dibuat tegar, wajah putih Selin tampak pucat namun tetap memperlihatkan senyum tulusnya
“Gue nelpon adik Gue bentar yah, tadi Gue beliin makan takutnya belum tiba” Mark tidak begitu suka dengan wajah tegar Selin yang kadang menjadi seorang yang paling lemah dan menjadi orang tegar kembali.
“Makannya akan tetap tiba kok, lagian akan tertera pula jika makannya sudah ada pada Gisel” ucapnya dengan lembut namun tampak mengintimidasi bagi Mark
“Gue nggak suka adik Gue harus kerepotan menunggu lama” ucapnya lalu meninggalkan ruangan Selin tanpa mempedulikan protes yang akan dilayangkan oleh Selin.
Setelah Mark hilang dibalik pintu kamar rumah sakit, Selin tampak begitu kesal bahkan Ia memukul badan ranjang untuk menghilangkan kekesalannya.
“Gue nggak suka perempuan-perempuan yang mengganggu kesenangan Gue” gerutu Selin, Ia ingin sekali keluar mengejar Mark namun Ia tidak mungkin tampak kuat dihadapan Mark.
.
Mark segera keluar dan mengejar Riska, Ia hanya berbohong pada Selin untuk menelpon Gisel, namun nihil Riska bahkan tidak ada di lobi ataupun parkiran.
Mark pun memilih kembali dengan kekecewaannya, Ia memutuskan untuk kembali keruangan Selin sesuai keinginan Riska.
“Gue nggak akan biarin Selin sakit terlalu jauh Mark” ucap Riska yang ada dibalik tembok, Ia sengaja bersembunyi karena yakin Mark akan mengejarnya dan memaksanya untuk diantar pulang.
.
.
Tok tok’ suara ketukan pintu apartemen Gisel.
“Siapa yah?” Tanya Gisel pada dirinya sendiri, pasalnya tidak biasany…
Sunflower
41 Usaha Haikal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments
ℨ𝔞𝔦𝔫𝔦 𝔞𝔫𝔴𝔞𝔯
khawatir
2024-11-07
0