Lima

 “Sesakit-sakitnya menyudahi suatu hubungan,lebih sakit lagi bertahan sama orang yang sering bilang kalau dia sayang tapi sikap dan effort nya gak pernah nunjukin kalau dia benar-benar sayang”

  Di tengah pelajaran berlangsung,mendadak perut Aira terasa sakit,melilit.sedari pagi memang perutnya sudah bermasalah.mungkin efek kemarin makan seblak super pedes membuat perutnya jadi sakit begini.karena udah gak tahan lagi—Aira beranjak maju ke depan meminta izin ke gurunya untuk pergi ke toilet.

  Setelah mendapatkan izin dari sang guru.Aira bergegas lari pergi ke toilet untuk menyelesaikan hajatnya yang udah di ujung banget.

 Di dalam toilet.

 Huft!

 Helaan nafas lega keluar dari mulut gadis cantik itu sembari ia mengusap perutnya, sumringah.

  Setelah selesai buang hajat,kaki jenjangnya melangkah ke wastafel untuk mencuci tangan dan sedikit merapikan penampilannya.

  Dirasa semua udah oke.Aira mengayunkan kakinya keluar toilet dan ingin balik ke kelas.

  Saat kakinya berada di ambang pintu.tiba-tiba sebuah tangan menyeretnya dengan cepat.

  SETT!

  Aira yang tak siap,tubuhnya terhuyung ke samping hampir jatuh kalau genggam tangan orang itu tak menahan bobot tubuhnya.

  Harum parfum yang sangat ia kenali menyeruak ke Indra penciumannya, sontak ia mendongak ke atas dan ..

   Deg!

 "Bara?."bisiknya lirih.

  Ya, cowok itu adalah Bara.most wanted SMA Nusantara dan tak lain—pacar rahasianya.

 "lepas!."pekik Aira,memberontak mencoba melepaskan tangannya dari genggam Bara.

  Cowok itu tetap menatap lurus kedepan,tak menanggapi pemberontakan yang dilakukan oleh ceweknya.dadanya sudah diliputi rasa amarah yang sedari tadi ia tahan karena Aira mengacuhkan dirinya.

   Sampai akhirnya mereka berhenti di gudang belakang sekolah.

  Bugh.

  Bara mendorong tubuh mungil Aira ke tembok sedikit kasar dan menghimpitnya

  "Kenapa kamu gak nemuin aku?aku udah nungguin kamu lama tadi!."Aura kemarahan terpampang jelas di wajah tampan kapten basket SMA Nusantara itu.

  Mata Aira menatap nyalang ke cowok prik itu. "siapa yang nyuruh Lo nungguin gue?."balasnya sembari menghempaskan genggam tangan Bara,kasar.

  "Aku kamu..Aira!."desis Bara gak suka mendengar Aira bicara dengan menyebut_Lo-gue

  "Siapa Lo ngatur-ngatur gue?."sentak Aira semakin muak dengan sikap cowok didepannya ini yang selalu bertindak seenaknya sendiri.

 "Aku pacar kamu kalau kamu lupa."jawab Bara datar sambil terus menatap tajam kearah cewek yang sudah 2 tahun ini menjadi kekasihnya.walaupun kekasih rahasia.

 "Mantan."tegas Aira. "kita udah putus kalau Lo lupa."balasnya tak kalah berani.

 "Kapan?aku gak pernah mengiyakan permintaan konyol kamu."Bara semakin maju mendekati Aira.

  "Gue gak butuh persetujuan dari Lo."sergap gadis itu tak perduli dengan pendapat Bara.

   Dua orang yang sama-sama keras kepala dan tak mau mengalah itu lagi adu mulut dengan argumen mereka masing-masing membuat suasana makin memanas.

   Rahang Bara mengeras.darahnya mendidih mendengar ocehan demi ocehan yang keluar dari mulut Aira yang terus melawannya.

  "Mulai berani ya kamu?."bisiknya, menyeringai tipis.

  Melihat aura seram yang di tunjukkan oleh Bara membuat Aira was-was.

  "Mau apa Lo?."tanya Aira,mulai waspada.

 Walaupun mereka sudah pacaran cukup lama tapi mereka tak melakukan kontak fisik lebih jauh.hanya sebatas gandengan tangan dan berpelukan.

 "Kamu."suara deep Bara membuat bulu kudu Aira seketika berdiri,ngeri.

  "Bangsat...nih cowok mau ngapain gue?"batinnya,tak karuan.

  Tenggorokan Aira terasa tercekat.mendadak Aira kesusahan menelan ludahnya.

  Bara mulai mendekatkan wajahnya ke Aira.kepalanya sedikit miring, tangannya memegang dagu Aira sedikit kuat dan tatapannya jelas tertuju ke bibir ranum gadis itu yang seolah tengah menggodanya.

  Aira yang mengetahui maksud tatapan Bara, reflek memalingkan wajahnya kesamping—Alhasil bibir Bara mendarat ke pipi chubby gadis itu.

  Bara mengeram tertahan kala Aira menolak berciuman dengannya.merasa terhina atas penolakan dari sang kekasih—dengan gerak cepat,Bara menekan tengkuk Aira dan...

   Cup!

   Bibirnya mencium bibir ranum Aira.tak ingin membuang kesempatan.Bara memperdalam ciumannya, melumat bibir Aira begitu brutal seakan tak ingin melepasnya.

 Aira terus memukul-mukul dada bidang Bara.karena kehabisan nafas.

  Terpaksa Bara melepas ciumannya.

  Plak!

  "Brengsek!."Umpat Aira sembari melayangkan satu tamparan keras ke cowok itu.

  Dadanya naik turun.nafasnya memburu,kesal mendapatkan perlakuan tak pantas dari Bara.bahkan sudut bibir gadis itu sedikit sobek karena ulah kebrutalan Bara yang makin membuat Aira jijik dengan cowok itu.

 "Anggap itu sebagai salam perpisahan dari gue.mulai sekarang."jedanya sedikit menarik bernafas. "Lo dan gue....End."tegasnya lalu pergi meninggalkan Bara begitu saja.

  Bara masih terdiam membeku di tempat.kesadarnya belum sepenuhnya pulih.Ia mengelus pipinya yang baru mendapatkan salam tempel dari Aira—terasa kebas dan bertambah sakit saat kata putus meluncur dari mulut gadis itu.

 "Argh... sial!."teriaknya. tangannya terkepal meninju tembok didepannya,kesal.

  Padahal tadi niatnya ingin meluruskan permasalahan mereka,tapi penolakan Aira menyulut amarahnya sehingga melakukan sesuatu yang pasti membuat hati Aira makin terluka.tindakan sembrononya membuat Aira semakin jauh darinya .

  Disisi lain,Aira berjalan dengan tergesa-gesa melewati lorong-lorong sekolahan.sembari menghapus airmatanya—mengalir deras di pipi.

  Andaikan Bara lebih peka pada perasaannya mungkin saja ciuman pertama mereka tadi akan terasa indah dan spesial.tapi Bara melakukan itu karena didasari emosi.makanya Aira menolak.dan sekarang dia merasa makin muak dengan cowok itu.

  Bara adalah cinta pertamanya sekaligus luka terdalamnya sekarang.Aira tak menyangka keputusannya menerima Bara waktu itu dan menyetujui permintaan Bara untuk tak mempublikasikan hubungan mereka malah berujung kecewa dan menimbulkan trauma di batinnya.

 Selama ini Aira mencoba mengerti dan bertahan dengan hubungan mereka yang semakin lama terasa semakin jomplang—ia merasa mencintai sendirian.

  Aira juga sudah mengikuti semua keinginan Bara.termasuk dia harus berpura-pura asing dengan Bara waktu mereka berada disekolah.dengan alasan agar mereka lebih fokus sekolah dan biar tak ada yang nge-recokin hubungan mereka.

  Tapi faktanya itu cuma sebuah alasan yang dibuat-buat oleh Bara dan mungkin saja memang Bara tak ingin hubungan mereka terexpose.

    Saat Bara dirumorkan dekat dengan cewek lain,Aira mati-matian menekan rasa cemburunya dan terus berfikir positif ke pacarnya.tapi cowok itu dengan tak pekanya dan tak tahu diri,malah membiarkan rumor itu terus berkembang tanpa berniat mengklarifikasinya ke semua orang,terutama ke pada dirinya.prik kan tuh kelakuan si Bara?

   Sampai akhirnya kemarin dengan rasa tak tahu malunya Bara meminta izin padanya bahwa dia mau jalan dengan Rahel.

   Bum!

   Disitulah titik terakhir pertahannya jebol.dan mungkin ini lah batas rasa sabarnya terhadap cowok itu.dan kemarin baginya semua sudah selesai.

   Cukup bertahan dengan hubungan yang dia rasa seakan berjuang sendiri, mencintai sendiri,dan bertahan sendiri.ditambah lagi Aira melihat dengan mata kepalanya sendiri,Bara mengajak cewek lain makan bareng didepan umum sedangkan dia kalau mau keluar bareng sama Bara aja harus menyamar dulu agar tidak ketahuan sama semua orang.

  Disepanjang pelajaran Aira tak konsentrasi sama sekali.moodnya bener-benar anjlok sekarang.otaknya sama sekali tidak bisa menerima satu pun materi yang diterangkan oleh gurunya didepan sana.

   Di tengah carut marut perasaannya terselip perasaan lega karena bisa lepas dari cowok toxic seperti Bara.cukup 2 tahun ini dia dibodohi dengan cinta palsu kapten basket itu.dan sekarang ia ingin memulai hidupnya lagi tanpa harus diribetkan dengan urusan asmara.

  Pelajaran pun telah usai Aira pun bergegas merapikan buku-bukunya,lalu ia menolehkan tubuhnya, niatnya ingin memanggil kedua temennya yang duduk dibelakang tapi ekor matanya malah bersitatap dengan mata Arbi yang ternyata juga menatap kearahnya.

 "Setidaknya kalau cip*kan jangan ditoilet."Celetukan Arbi membuat kening Aira berkerut.

 "Maksud Lo apa?."tanyanya,gak ngerti.

 "Jangan-jangan tadi Arbi liat gue dicium sama Bara lagi." bisiknya menatap curiga ke cowok itu.

  Arbi bersedekap dada dan menatap dalam ke Aira. "Lo tau maksud gue."omongan Arbian terdengar ambigu ditelinga Aira.

 "Walaupun Lo tau..kayaknya itu bukan urusan Lo deh."jawab Aira dengan nada tak suka.

   Aira tak senang dengan orang sok kenal dengannya dan seenaknya mencecarnya dengan urusan pribadi.tak ingin lagi meladeni omongan teman sekelasnya itu.ia bergegas jalan menghampiri Rea dan Amel.

 "Ayo pulang!."ajak Aira pada Rea dan Amel

 "Yuk."

  Mereka bertiga pun keluar dari kelas menuju parkiran sekolah.

  Saat mereka menuruni tangga tak sengaja mereka bertemu dengan Bara.Rea dan Amel pun tersenyum ramah menyapa Bara.

  "Mau pulang,bar."tanya Amel sembari melempar senyum manis ke arah kapten basket itu.

  Bara hanya mengangguk pelan dan balik tersenyum ramah.bola matanya melirik ke arah gadis yang berdiri di samping Amel.tapi Aira seolah acuh dengan keberadaannya dan juga menghindari kontak mata dengannya.

  "Gue duluan."pamit Bara.ekor matanya masih tertuju ke Aira tanpa disadari dua sahabat Aira.

   "ok.ati-ati ya."kompak Rea dan Amel menjawab.bagi mereka langkah banget bisa ngobrol bentar sama most wanted sekolah.

   Aira tak menanggapi apapun dan hanya diam tak ingin lagi berurusan dengan Bara yang sudah dianggapnya mantan pacar.ada untungnya juga hubungan mereka tak terekspose.saat putus gini kan gak ada yang tau juga.

  "Eh,kalian liat cowok gue gak?." tanya Queen pada Rea, Amel dan Aira yang tiba-tiba aja muncul dari depan mereka.

 "Kayaknya tadi masih dikelas."sahut Rea datar.

 Queen mengangguk pelan lalu sorot matanya melihat ke arah ketiga gadis itu. "kalau dikelas kalian gak godain Arbi kan?."tanyanya dengan nada penuh selidik.

  Mendengar pertanyaan Queen yang seperti menuduh itu membuatnya ketiganya,jengah

  "Hello...gak salah denger gue?penting gitu godain cowok Lo?."sergap Amel,muak.

  "Lo takut banget kalau cowok Lo kita-kita godain.oh...apa Lo takut Arbi tertarik sama salah satu diantara kita-kita karena udah bosen sama Lo."timpal Rea yang udah eneg sama sikap posesif parah pacar temen kelasnya itu.

  "Gue gak level ya sama kalian bertiga."balas Queen tak terima.

  Rea bersedekap dada sembari menatap tajam ke Queen. "kalau gitu jagain cowok Lo baik-baik...karena kita-kita gak bisa jamin kalo nanti Arbi bisa klepek-klepek dengan pesona kita." kompornya memanas-manasi Queen.

  Tanpa mau basa-basi lagi dengan ratu drama di depannya ini,Rea menyeret pergi kedua temannya dari sana.

  Mulut Queen setengah terbuka mendengarnya.gadis itu hanya bisa bengong melihat kepergian ketiga sekawan,yang notabene temen sekelas Arbi.bahkan Queen belum sempat melontarkan membalas pada Rea.karena mati kutu.

  "Sialan."geramnya,kesal.

  Tanpa Queen sadari,ternyata Arbi melihat drama receh yang gadis itu buat.tatapan tajam menghunus kearah gadis itu sejenak lalu membalikkan tubuhnya dan berbalik arah bergegas pergi dari sana sebelum kekasihnya itu menyadari keberadaannya.

  Bersambung.

Terpopuler

Comments

Siti Aisyah

Siti Aisyah

bioin badas thor si aira nya..jgn mau ditindas sama si bara..msh ada kok yg nungguin si aira buat jd kekasih nya seperti si arby itu...naga.naga nya di mulai melirik si aira..💞

2026-05-02

0

Ghiffari Zaka

Ghiffari Zaka

bagus Aira.....AQ suka,biar aja nnt ada balasannya buat bara karena UD nyakiti hati km sabar ya Aira.....semoga ada yg lbh bisa bahagiain km🥰🥰🥰🥰

2025-12-07

0

Erni Fitriana

Erni Fitriana

dah sekarang yg pinter ya raaa..jngn mau diumpet umpetin lagi. ehhh raaa...kyknya arbi seneng dehhh

2025-11-17

0

lihat semua
Episodes
1 satu
2 dua
3 ketiga
4 empat
5 Lima
6 enam
7 tujuh-pasar malam(satu)
8 delapan-pasar malam(dua)
9 sembilan (pasar malam tiga)
10 sepuluh (jadian)
11 sebelas
12 Dua belas
13 tiga belas
14 empat belas
15 lima belas
16 enam belas
17 tujuh belas
18 delapan belas
19 sembilan belas
20 dua puluh
21 dua puluh satu
22 dua puluh dua(masih flashback mode on)
23 dua puluh tiga
24 dua puluh empat
25 dua puluh lima
26 dua puluh enam
27 dua puluh tujuh
28 dua puluh delapan
29 dua puluh sembilan
30 tiga puluh
31 tiga puluh satu
32 tiga puluh dua
33 tiga puluh tiga
34 tiga puluh empat
35 tiga puluh lima
36 tiga puluh enam
37 tiga puluh tujuh
38 tiga puluh delapan
39 tiga puluh sembilan
40 empat puluh
41 empat puluh satu
42 empat puluh dua
43 empat puluh tiga
44 empat puluh empat
45 empat puluh lima
46 empat puluh enam
47 empat puluh tujuh
48 empat puluh delapan
49 empat puluh sembilan
50 lima puluh
51 lima puluh satu
52 lima puluh dua
53 lima puluh tiga
54 lima puluh empat
55 lima puluh lima
56 lima puluh enam
57 lima puluh tujuh
58 lima puluh delapan
59 lima puluh sembilan
60 enam puluh
61 enam puluh satu
62 enam puluh dua
63 enam puluh tiga
64 enam puluh empat
65 enam puluh lima
66 enam puluh enam
67 enam puluh tujuh
68 enam puluh delapan
69 enam puluh sembilan
70 Tujuh puluh
71 tujuh puluh satu
72 tujuh puluh dua
73 tujuh puluh tiga
74 tujuh puluh empat
75 tujuh puluh lima
76 tujuh puluh enam
77 tujuh puluh tujuh
78 tujuh puluh delapan
79 tujuh puluh sembilan
80 Delapan puluh
81 Delapan puluh satu
82 delapan puluh dua
83 delapan puluh tiga
84 delapan puluh empat
85 delapan puluh lima
86 delapan puluh enam
87 delapan puluh tujuh
88 delapan puluh delapan
89 delapan puluh sembilan
90 sembilan puluh
91 sembilan puluh satu
92 sembilan puluh dua
93 sembilan puluh tiga
94 sembilan puluh empat
95 sembilan puluh lima
96 sembilan puluh enam
97 sembilan puluh tujuh
98 sembilan puluh delapan
99 sembilan puluh sembilan
100 seratus(end)
Episodes

Updated 100 Episodes

1
satu
2
dua
3
ketiga
4
empat
5
Lima
6
enam
7
tujuh-pasar malam(satu)
8
delapan-pasar malam(dua)
9
sembilan (pasar malam tiga)
10
sepuluh (jadian)
11
sebelas
12
Dua belas
13
tiga belas
14
empat belas
15
lima belas
16
enam belas
17
tujuh belas
18
delapan belas
19
sembilan belas
20
dua puluh
21
dua puluh satu
22
dua puluh dua(masih flashback mode on)
23
dua puluh tiga
24
dua puluh empat
25
dua puluh lima
26
dua puluh enam
27
dua puluh tujuh
28
dua puluh delapan
29
dua puluh sembilan
30
tiga puluh
31
tiga puluh satu
32
tiga puluh dua
33
tiga puluh tiga
34
tiga puluh empat
35
tiga puluh lima
36
tiga puluh enam
37
tiga puluh tujuh
38
tiga puluh delapan
39
tiga puluh sembilan
40
empat puluh
41
empat puluh satu
42
empat puluh dua
43
empat puluh tiga
44
empat puluh empat
45
empat puluh lima
46
empat puluh enam
47
empat puluh tujuh
48
empat puluh delapan
49
empat puluh sembilan
50
lima puluh
51
lima puluh satu
52
lima puluh dua
53
lima puluh tiga
54
lima puluh empat
55
lima puluh lima
56
lima puluh enam
57
lima puluh tujuh
58
lima puluh delapan
59
lima puluh sembilan
60
enam puluh
61
enam puluh satu
62
enam puluh dua
63
enam puluh tiga
64
enam puluh empat
65
enam puluh lima
66
enam puluh enam
67
enam puluh tujuh
68
enam puluh delapan
69
enam puluh sembilan
70
Tujuh puluh
71
tujuh puluh satu
72
tujuh puluh dua
73
tujuh puluh tiga
74
tujuh puluh empat
75
tujuh puluh lima
76
tujuh puluh enam
77
tujuh puluh tujuh
78
tujuh puluh delapan
79
tujuh puluh sembilan
80
Delapan puluh
81
Delapan puluh satu
82
delapan puluh dua
83
delapan puluh tiga
84
delapan puluh empat
85
delapan puluh lima
86
delapan puluh enam
87
delapan puluh tujuh
88
delapan puluh delapan
89
delapan puluh sembilan
90
sembilan puluh
91
sembilan puluh satu
92
sembilan puluh dua
93
sembilan puluh tiga
94
sembilan puluh empat
95
sembilan puluh lima
96
sembilan puluh enam
97
sembilan puluh tujuh
98
sembilan puluh delapan
99
sembilan puluh sembilan
100
seratus(end)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!