Suara isak tangis Zia terdengar memecah keheningan sejak mobil yang mengantarnya berhenti di halaman luas itu. Sepanjang perjalanan dari rumah, ia tak berhenti menangis, bahunya berguncang hebat, air mata terus mengalir tanpa henti membasahi pipinya yang sudah pucat pasi. Bian yang duduk di sampingnya hanya bisa diam dan sesekali mengusap punggungnya pelan, tak sanggup berkata apa-apa karena ia pun masih tak percaya pada kabar mengerikan itu.
Begitu pintu mobil terbuka, Zia langsung melompat turun, berlari terhuyung-huyung menembus kerumunan orang, ia tak peduli dirinya sedang hamil besar sekarang. Matanya hanya terpaku pada satu sosok yang ia kenal baik, kakaknya Zidane, yang terduduk lemas di lantai, tubuhnya membungkuk dalam, kepalanya tertunduk di antara kedua lutut.
Bahunya bergetar pelan namun terus-menerus, seakan seluruh kekuatannya sudah habis terkuras. Kayla duduk di sebelahnya, memeluk lengan kekasihnya itu erat-erat, wajahnya bengkak dan merah karena menangis, matanya sembab, namun ia tetap tak berhenti mengusap punggung Zidane berulang kali dengan lembut, menjadi satu-satunya sandaran yang tersisa bagi laki-laki itu.
"Kakak!" seru Zia parau, suaranya pecah di tengah kerongkongan. Ia jatuh berlutut tepat di depan Zidane, kedua tangannya gemetar menjangkau bahu kakaknya.
"Kakak... katakan ini bohong kan? Katakan semuanya cuma salah paham... Papa cuma sakit, kan? Papa cuma dirawat, kan? Dia nggak mungkin... nggak mungkin pergi..."
Zidane perlahan mengangkat wajahnya. Matanya merah menyala dan bengkak hebat, pandangannya kabur dan kosong, tak ada cahaya sedikit pun di sana. Ia menatap adiknya yang masih berusia muda itu, gadis yang paling dekat dengan ayah mereka, gadis yang paling mengagumi dan menyayangi papanya sekalipun sang papa bukan papa kandungnya.
Dan saat ia melihat air mata yang membanjiri wajah Zia, rasa sakit di dadanya kembali meledak, lebih tajam dan lebih dalam dari sebelumnya. Ia tak sanggup mengucapkan sepatah kata pun. Hanya menggeleng…
HASRAT SANG TUAN MUDA
BIAN 420
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 998 Episodes
Comments
Riska Baelah
yg sabar zia zidane ,, ikhlaskan papa kalian, msih byak yg sayng sama kalian,
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
ini eps yg paling nyesek
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
2026-09-06
5
Haryati Atik Atik
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ org yg baik thor mlh cpt berpulang sabar Zia jg Zidane nnt akan ada balasan untuk mamamu yg mcm iblis
2026-09-12
0
wahyu widayati
yaya sepertinya harus berperan disini utk mengungkap kebenaran yg ada....ayo jared tolongin zidane....🙄
2026-09-06
1