Nathan — POV
Aku tidak pernah menyangka perjalanan bisnisku kali ini berubah menjadi malapetaka. Mobilku yang dikendarai Sam melaju dengan stabil di bawah langit senja Napoli, Italia. Sementara aku duduk di belakang, memegang tablet, menyelesaikan laporan untuk rapat besok. Awalnya semua terasa biasa saja, namun beberapa menit kemudian semuanya berubah.
Dor
Suara tembakan pertama mengenai kaca di sampingku yang terdengar seperti petir yang menyambar dalam jarak dekat.
“F*ck!” umpatku, reflek aku membungkuk dan tubuhku menempel pada lantai mobil.
Sam langsung membanting setir ke kanan untuk menghindari tembakan ke dua.
“Tuan! Ada motor yang membuntuti kita!” Teriak Sam setelah melihat spion.
Badanku sedikit ku angkat dan melirik ke belakang. Pengendara motor itu memakai pakaian serba hitam dan memakai helm full face.
“Hati-hati dengan mobil itu!” Perintahku saat melihat sebuah mobil hitam yang berusaha mengejar. Ada senapan yang terarah pada mobilku.
Sam mengangguk, ia fokus mengemudi.
“Sialan! Siapa yang mengirim mereka?” Tanyaku keras sambil meraih pistol di dashboard.
“Hati-hati Tuan,” ucap Sam pada Nathan yang sedang memeriksa isi peluru.
“Aku tidak akan mati di sini,” ucapku.
Aku pun mengangkat pistol, membidik pengendara motor itu di balik kaca mobilku yang pecah. Aku menargetkan dada kirinya. Aku menarik napas pendek lalu menarik pelatuk pistol di tanganku.
Dor
Tubuh pengendara itu terhuyung lalu terguling keras di aspal, sementara motornya oleng ke kiri. Aku hendak membidikkan pistolku lagi pada mobil yang berusaha mengejarku, tapi sayangnya mereka memperlambat laju dan tiba-tiba berbelok ke gang lain.
“Kemana mobil itu?” Sam bertanya.
Aku duduk kembali di kursiku, “Ini bukan serangan acak,” kataku.
“Tuan baik-baik saja?”
Aku mengangguk, “Selidiki dalang dibalik mereka!”
“Baik Tuan.”
“Pesankan tiket, tempat ini sudah tidak aman,” ucapku lagi, aku ingin pulang ke rumah.
Setelah menempuh penerbangan selama hampir 17 jam menuju Jakarta, akhirnya aku sampai di ru…
Terjebak Cinta Sang Majikan
37. Yang sebenarnya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 103 Episodes
Comments
Retno Harningsih
up
2025-06-05
0