Ratih membuka lemarinya untuk mengambil pakaian pelayan. Namun matanya langsung tertuju pada sesuatu yang familiar yaitu mantel panjang berwarna hitam milik Nathan yang masih terlipat rapi di sisi kiri lemari. Mantel itu belum sempat ia kembalikan kepada pemiliknya.
Sementara di sisi kanan lemari, terlipat sebuah gaun putih sederhana namun anggun. Itu adalah hadiah dari Adhisti saat wanita itu kembali ke rumah ini. Sebenarnya, Ratih merasa tidak enak atas hadiah itu. Gaun itu memang terlihat sederhana, namun memiliki harga yang tidak sederhana.
Ratih menarik pakaian pelayannya dari lemari, lalu memakainya. Setelah selesai, ia menuju ke ranjangnya, matanya menangkap benda kecil berwarna hitam yang tergeletak di atas ranjang. Benda itu adalah ponsel pemberian Nathan yang memiliki desain mewah dan layar yang mengkilap.
Ratih duduk di tepi ranjang. Jari-jarinya menyentuh ponsel itu dengan hati-hati, seolah takut merusaknya. Walaupun ia sudah menerimanya, namun masih ada sesuatu yang mengganjal di dadanya.
Pintu kamar terbuka dan Sofia muncul dengan handuk yang melingkari lehernya. Tatapannya terpaku pada Ratih yang duduk diam di tepi ranjang dengan ponsel mewah di tangannya.
“Eh? Itu ponsel baru? Jangan bilang… dari Tuan Nathan?” tanyanya sambil berjalan mendekati Ratih.
Ratih meletakkan ponsel itu, “Apakah menurutmu ini benar?”
“Apa maksudmu?”
“Ponsel ini... apakah benar aku menerimanya?”
Sofia duduk di sebelah Ratih, “Semuanya benar Ratih, tergantung bagaimana pikiranmu. Kalau pikiranmu terlalu negatif, tentu kau menganggap bahwa ponsel ini adalah salah. Tapi jika kau berpikiran positif, maka menerima ponsel ini adalah benar. Kau mengerti maksudku?”
“Sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu yang perlu kau pikirkan, yang terpenting adalah Tuan Nathan mencintaimu.” Lanjutnya.
Ratih menghela napas lalu meletakkan ponsel itu di laci nakas.
“Sudahlah, lebih baik kita bersiap-siap,” ucap Ratih.
Sofia mengangguk, lalu menepuk bahu Ratih, berusaha memberikan semangat. Setelah se…
Terjebak Cinta Sang Majikan
44. Rahasia yang terkurung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 103 Episodes
Comments
Noname
Keep it up buat authornya.
Lama-lama juga banyak yang baca dan meninggalkan jejak.
Suka banget sama cara penulisannya.
2025-06-13
0
Martina Metu
Thor kalau bisa up dobel
2025-06-13
0
Noname
kurang banyakkkkkk eheh
2025-06-13
0