Damon beranjak dari duduknya setelah selesai bicara dengan Botak. Dia berjalan menuju lantai atas, tepatnya ke kamar Glam. Dengan pelan, dia membuka pintu kamar tersebut, kedua mata tajamnya mengendar menatap Glam yang masih terlelap di atas tempat tidur. Gadis itu terlihat kelelahan, maklumlah tadi malam habis dia hajar lagi dengan satu ronde percintaan panas.
Parah nih Damon, kayaknya udah candu banget sama Glam.🙈
Damon mendekat lalu merebahkan diri di samping Glam. Ia berbaring miring, menatap wajah cantik Glam yang tampak pucat tapi tidak mengurangi kecantikannya.
"Hei, pemalas!" ucap Damon seraya mencubit hidung mancung Glam. "Ini sudah siang, kau tidak ingin bangun?" Damon beralih membuka selimut yang menutupi tubuh polos gadis itu. "Sial!" Damon mengumpat ketika melihat tubuh polos dan sexy gadis itu membuat miliknya seketika langsung tegak menantang. Dia tidak bisa menahannya lagi. Segera beranjak mengungkung tubuh Glam dengan posesif.
Belum juga membuka mata, Glam kembali di hujam dengan benda tumpul, besar dan panjang itu.
"Uh ... Tuan ..." Glam terkejut tapi juga menikmati hentakan yang diberikan Damon di bawah sana. "Kenapa lagi, aku masih lelah!" protes Glam dengan nada merengek karena Damon seperti orang kesurupan, selalu menjajah tubuhnya tanpa merasa lelah sama sekali.
"Karena kau pelacurku maka kau harus siap di mana pun dan kapanpun," desis Damon seraya menundukkan kepala, mencium bibir Glam dengan rakus, lalu beralih meremass gunung kembar itu secara bergantian dan menyesap pucuknya sangat rakus.
"Ah ..." Glam sekarang sudah tidak bisa menahan desaahannya. Gadis itu meski menolak dengan alasan lelah tapi juga menikmati permainan panas itu.
Rasanya Damon tidak bisa berhenti, dan rasanya ingin lagi dan lagi.
*
*
Mobil yang dikendarai Graz berhenti di depan pintu gerbang mewah rumah Damon.
"Aku hanya bisa mengantarmu sampai sini," ucap Graz kepada Ele.
"Kenapa?" Ele menatap Graz dengan alis mengerut.
"Karena tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam rumah ini," jelas Graz, seraya menunjuk sekitar rumah tersebut yang di jaga ketat oleh para pengawal.
Glek!
Ele seketika menelan ludahnya kasar, nyalinya mendadak ciut, tapi karena tekadnya ingin menjalankan missi, ia harus mengumpulkan keberanian untuk masuk ke dalam rumah tersebut.
Seorang pengawal berbadan besar dan tegap datang menghampiri.
Graz dengan sigap keluar dari mobil, menjelaskan kedatangannya jika dirinya ini keponakan paman Botak mengantarkan seorang gadis yang akan bekerja di sini untuk menjadi pelayan Nona Glamour.
Pengawal itu mengerti, karena sebelumnya Botak sudah memberikan pesan kepadanya.
Ele keluar dari mobil setelah mendapatkan intruksi dari Graz.
"Kau harus bekerja dengan baik di sini, jika tidak, kau akan mendapatkan masalah. Setiap gerak-gerikmu akan selalu di perhatikan, rumah ini full CCTV," bisik Graz pada Ele. Bukan ingin menakuti tapi memang begitu kenyataannya, maka dari itu ia tidak menerima tawaran untuk bekerja di rumah ini meskipun akan mendapatkan gaji yang sangat fantastis.
"Graz, jangan menakutiku!" rengek Ele, berbisik.
"Kau masih punya waktu untuk membatalkan niatmu," kata Graz menatap Ele penuh harap.
Ele menggeleng sebagai jawaban. "Aku tetap pada keputusanku, Graz."
Graz melipat bibir ke dalam, gemas dengan gadis itu.
Pengawal segera meminta Ele masuk ke dalam rumah.
Ele menoleh ke belakang, menatap Graz dengan pandangan penuh semangat, seolah mengatakan jika dirinya akan baik-baik saja dan akan bisa melewati semua ini.
Sedangkan Graz menatap Ele dengan segala kecemasannya. Ia melambaikan tangan pada gadis itu yang sudah menghilang setelah pintu gerbang tertutup.
*
*
Ele kini sudah berada di dalam rumah mewah tersebut. Rumah itu seperti istana, sangat besar dan mewah, lebih besar dari rumahnya yang ada di Barcelona. Ele mengedarkan pandangan, menatap sekelilingnya, semua perabot terbuat dari emas dan perak.
Ele yang terlahir dari cangkang emas saja sampai berdecak kagum melihat kemewahan rumah tersebut.
"Tunggu di sini, Botak akan segera datang," kata pengawal itu.
Ele mengangguk sebagai jawaban, dan masih mengedarkan pandangan di sekitarnya, benar kata Graz kalau di setiap sudut ruangan itu ada CCTV yang selalu mengawasi. Ele segera berdiri tegak dan membungkukkan setengah badan ketika melihat pria botak berjalan menghampirinya.
"Kau Ele teman Graz?" tanya Botak, memperhatikan penampilan gadis itu dari atas sampai bawah.
"Iya, paman," jawab Ele, tersenyum.
"Berapa usiamu? Sepertinya kau masih bocah."
"Aku baru 15 tahun, he he he, tapi Anda tidak perlu khawatir, aku bisa mengerjakan apa saja, karena aku membutuhkan uang untuk membayar uang sekolah," jelas Ele, sedikit berbohong kalau dia dari kalangan tidak mampu.
"Oh, jadi kau liburan ke Italia untuk bekerja?" tebak Botak lagi, karena sebelumnya Graz sudah menjelaskan padanya, tapi tidak dengan asal usul gadis itu.
"Tadinya hanya untuk liburan saja, tapi mendengar ada lowongan di sini dengan gaji yang cukup besar, jadi aku tidak akan menyia-nyiakannya," jawab Ele, terlihat meyakinkan.
Botak mengangguk paham. Lalu mengajak Ele menuju kamar pelayan yang terletak di belakang rumah mewah itu.
"Selama di sini kau tidak boleh memegang ponsel."
"Hah?" Ele terkejut mendengarnya.
"Ponselmu akan di sita sementara!" tegas Botak, seraya menengadahkan tangan meminta ponsel gadis itu.
Ele dengan berat hati memberikan ponselnya pada Botak.
"Dan peraturan di sini, jangan banyak bicara, kerjakan tugasmu dengan benar! Paham?!"
"Iya, paham, Paman." Ele mengangguk, seraya menyerahkan ponselnya pada Botak.
Tapi, nyatanya tidak hanya ponsel yang di sita melainkan tasnya juga. "Di kamarmu sudah di siapkan segala keperluanmu. Jadi semua barang-barangmu akan aku sita sementara!" Botak langsung keluar dari kamar tersebut setelah menjelaskan semuanya kepada Ele.
Ele mengusap wajahnya kasar, benar kata Graz kalau bekerja di rumah ini sangat berat. Tapi, ia harus tetap semangat demi mencari informasi tentang Glamour.
PENARI PANAS TUAN MAFIA
Lagi dan lagi?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 153 Episodes
Comments
Ayna Adam
Semangat ya Ele,km pasti bisa mengerjakan semua pekerjaan mu disana
Mengajari Kakakmu Glam baca dan tulis
Dan mempertemukan Glam dgn Kedua orang tua kalian😀
2025-01-19
3
XTeeN
awasss ajahh klo kmu tau Glam msh turunan bangsawan msh dihina pelacur pelacur sak enak udelmu.. dia jg kagak mau jd pelacur taukkk.. pengennya cm kumpul sm ayah ibunya..
2025-01-19
1
Dien Elvina
waduh gimana Ele mau mengabari Anna kalo dia sdh bertemu Glam .. pengaman nya ketat banget..tapi semoga lah ada cela untuk Ele berkabar dgn Anna ..
2025-01-19
1