Setelah letusan tembakan yang menggema, Mario berdiri sejenak, menatap tubuh Edwin yang kini tergeletak kaku di lantai. Tidak ada penyesalan, hanya sebuah perasaan lega bahwa satu ancaman telah tersingkirkan. Dengan tatapan tajam, ia mengalihkan pandangannya ke arah Devon, yang berdiri di dekat pintu dengan ekspresi yang sudah tak lagi terkejut melihat darah.
"Devon," ujar Mario dengan suara datar, "bersihkan ini. Aku tidak ingin ada jejak yang tertinggal."
Devon mengangguk, sudah tahu betul apa yang harus dilakukan. Tanpa kata-kata lagi, ia melangkah ke arah mayat Edwin dengan langkah mantap, siap menyelesaikan tugas yang diberikan oleh tuannya. Markas ini memang tempat yang jauh dari perhatian, namun bagi orang-orang yang tahu bagaimana cara mengatur kekuasaan dan menyembunyikan kebenaran, ini adalah tempat yang sempurna untuk menghabisi musuh tanpa meninggalkan jejak.
Sementara itu, di apartemen yang sunyi, Renaya tengah duduk di sofa, menikmati suasana santai. Matanya fokus pada layar televisi yang menampilkan berbagai berita terkini. Saat dia menggeser saluran, sebuah laporan mengejutkan menarik perhatiannya.
"Kecelakaan tragis terjadi pagi ini di daerah pinggiran kota. Sebuah mobil terbakar setelah terguling di jalan raya. Polisi menyatakan bahwa mayat yang ditemukan hampir tidak bisa dikenali karena luka parah yang diderita. Dugaan sementara adalah kecelakaan tersebut melibatkan seorang pria bernama Edwin, yang dikenal sebagai mahasiswa tingkat pertengahan di kampus xxx."
Renaya terkejut, matanya membelalak lebar mendengar nama yang disebutkan. "Edwin?" gumamnya. "Dia... mati?"
Ponsel Renaya berdering, memecah keheningan sejenak. Nama Ivanka muncul di layar, dan tanpa ragu, Renaya segera mengangkatnya.
“Halo, Van,” sapa Renaya dengan suara sedikit terkejut, masih merasa cemas dengan berita yang baru saja ia dengar.
“Renaya, kamu sudah dengar berita di TV?” suara Ivanka terdengar terburu-buru, seakan dia juga tak bisa menahan rasa penasaran yang menggerogoti.…
POSESIF SUGAR DADDY
Bab 17
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments