Bella merasakan desakan dari tatapan Arnold yang seakan menembus pertahanannya. Dia mengatur napas, berusaha menjaga ketenangan. Senyumnya melemah sedikit, tapi dia tidak membiarkan kegelisahannya terlihat lebih jauh.
"Arnold," katanya, nada suaranya lebih lembut kali ini, "aku benar-benar tidak menyembunyikan apapun. Kamu tahu aku suka bersosialisasi, itu bagian dari diriku. Kalau aku terlalu sering keluar, itu hanya untuk menghindari kebosanan di rumah. Bukannya kamu senang melihat aku bahagia?"
Arnold mengerutkan kening, seakan mempertimbangkan kata-kata Bella. "Aku ingin kamu bahagia, Bella," jawabnya akhirnya. "Tapi kebahagiaan yang aku maksud bukan dengan cara seperti ini. Aku ingin ada rasa saling percaya di antara kita. Kalau kamu selalu menyembunyikan sesuatu, bagaimana aku bisa percaya padamu?"
Bella tersenyum lemah, lalu mencoba meraih tangan Arnold, menggenggamnya dengan manja. "Sayang, aku tidak pernah ingin kamu merasa seperti itu. Mungkin aku harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Bagaimana kalau kita makan malam romantis besok? Aku akan memasak sendiri, seperti dulu waktu kita baru menikah."
Arnold tidak segera menjawab. Dia mengamati wajah Bella, mencari kebenaran di balik kata-katanya. "Kamu tahu aku tidak mudah diyakinkan, Bella," katanya dengan nada datar. "Tapi aku akan memberimu kesempatan. Jangan kecewakan aku lagi."
Bella mengangguk cepat, senyum kembali menghiasi wajahnya meskipun hati kecilnya berteriak panik. "Tentu saja, Papi. Kamu tidak akan kecewa," katanya, meskipun di benaknya dia sudah memikirkan langkah apa yang harus dia ambil untuk memastikan rahasianya tetap aman.
Arnold akhirnya berdiri, meraih jas yang terlipat di sofa. "Aku akan ke kantor lagi. Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan."
Bella mengantarnya ke pintu dengan senyuman yang tampak tulus. Tapi begitu pintu tertutup, ekspresi di wajahnya berubah. Dia bersandar di dinding, menatap kosong ke lantai.
"Arnold mulai curiga," gumamnya pelan, suaranya hampir seper…
POSESIF SUGAR DADDY
Bab 21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments