Aluna menurunkan beberapa foto dirinya dan Hariz yang terpasang di dinding beberapa ruangan di rumah, dibantu oleh para pekerja di rumah itu. Dari foto prewwed, foto pernikahan, sampai foto keluarga. Aluna memerintahkan semua benda itu dibawa dan dikumpulkan ke taman belakangan.
"Sudah, Nyonya." ucap salah satu penjaga yang selesai menyiramkan bahkan bakar ke atas foto-foto itu.
Aluna mengangguk lantas maju beberapa langkah. Di tangannya ada pematik yang siap dinyalakan. Untuk beberapa saat ia memandangi foto tersebut, fokus dengan senyuman kebahagiaan yang terdapat dalam foto dirinya bersama Hariz. Aluna berpikir kebahagiaan itu akan berlangsung selamanya. Nyatanya kebahagiaan yang beberapa tahun Hariz berikan padanya, ternyata semuanya itu palsu.
Hanya kamuflase!
Aluna tersenyum kecut lantas menyalakan korek api, melemparnya ke tumpukan foto itu. Aluna mundur beberapa langkah menyaksikan nyala api semakin menjalar, membakar seluruh kenangan dari masa lalunya.
Cairan bening tanpa permisi lolos dari matanya saat kobaran api membakar gambar wajah ayah mertuanya. Hanya beliau yang tulus menerima dirinya sepenuh hati di keluarga mereka. Satu hal yang Aluna baru tahu, ayah mertuanya ternyata tahu hubungan Hariz dengan Camelia. Sebelum meninggal keduanya sempat bertengkar hebat lantaran Hariz mengatakan kepada sang ayah akan menikahi Camelia karena wanita itu bisa menyuntikkan dana ke perusahaan mereka yang sudah berada di ujung tanduk. Mendiang ayah mertuanya jelas tidak menyetujui. Pertengkaran hebat pun terjadi, hingga membuat nyawa ayah mertuanya melayang. Dan tentu saja semua informasi itu Aluna dapat dari Elgar.
Hal itu membuat Aluna makin tidak percaya, jika pria yang ia nikahi adalah orang yang sama ketika masih menjalin tali kasih selama beberapa tahun sebelum mereka menikah.
Aluna segera mengusap cairan bening yang menetes di pipinya. Bersamaan dengan itu Susi datang memberitahukan pada Aluna jika Rania datang berkunjung.
Aluna segera pergi dari tempat itu untuk menyambut kedatangan Rania. Kedua perempuan itu saling memeluk, ppberlanjut mencium pipi kanan satu sama lain.
"Jadi pindah hari ini?" tanya Rania.
Aluna mengangguk sambil berkata, "jadi."
"Ayo duduk," ajak Aluna. "Mba Susi tolong buatkan minum ya," lanjutnya.
"Baik, Non," sahut mba Susi dari dapur.
Aluna dan Rania berjalan bersama menuju ruang tengah. Sesekali pula menyapa beberapa orang yang tengah membereskan beberapa barang di sana. Setelah lima hari, Aluna akhirnya siap untuk pindah rumah.
"Apa yang sedang kamu la…
Batas Kesabaran Seorang Istri
Selamat Tinggal Masa Lalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments
Rismawati Damhoeri
yah begitu, pertahankan hakmu. jangan pergi ninggalan yg SDH jdi hak, bravo...😍
2025-12-30
0
Isabela Devi
kedepannya Aluna bisa mendapatkan ke bahagian
2025-02-20
1
>AY<
kalau itu rumahnya aluna, kenapa ortunya kemarin ngontrak ya
2025-12-02
0