Semuanya sudah aman, Tuan. Kita bisa langsung bergerak sekarang.
Elgar tersenyum sinis saat mendapatkan pesan dari Daren. Auranya menggelap detik itu juga. Apalagi saat melihat Susi datang membawa nampan dengan segelas susu di atasnya.
"Susunya, Non." Susi meletakan gelas berisi susu di meja yang ada di hadapan Aluna.
"Makasih, Mba!" Aluna akan mengambil susu itu, tetapi dicegah oleh Elgar.
Pandangan Elgar mengarah pada Susi lantas menuliskan sesuatu di buku note, lantas menunjukkannya kepada Susi.
"Siapa yang buat susu ini?"
Susi mengerutkan keningnya, tidak mengerti maksud Elgar, tetapi Aluna menjelaskan kepada Susi lewat tulisan. Susi pun langsung menjawab pertanyaan dari Elgar.
"Bukan saya yang buat, Tuan. Saya hanya membawa. Seorang pelayan di sini meminta saya mengantarkan susu ini dan memastikan non Aluna meminumnya."
Rahang Elgar mengeras seketika setelah membaca tulisan Susi. Pandangan Elgar mengarah pada Lili, mengisyaratkan sesuatu yang langsung dimengerti oleh Lili.
Dengan segera Lili pergi bersama dua orang penjaga lainnya. Tidak lama Lili dan dua penjaga itu datang dengan membawa pelayan baru itu.
Pandangan Elgar beralih pada Susi lantas menunjuk pelayan baru dengan pulpen di tangannya. Susi mengangguk, membuat rahang Elgar kembali mengeras dan auranya kembali menggelap.
Elgar lantas memberikan isyarat pada Lili dan juga Daren yang baru saja datang untuk membawa pelayan baru itu pergi. Rupanya mereka membawa si pelayan ke lapangan golf yang tidak mungkin ada alat penyadap di sana.
Elgar berdiri tidak jauh dari si pelayan itu, ada Aluna yang berdiri diapit oleh Elsa dan Susi. Aluna merasa was-was, ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Elgar selanjutnya.
"Lepas! Kenapa saya dibawa ke sini?" tanya si pelayan dengan suaranya yang bergetar.
"Minum!" perintah Elgar.
"Itu susu nyonya, Tuan!" ucap si pelayan.
"Minum!" perintah Elgar lagi.
Suara berat Elgar tidak bisa dibantah membuat si pelayan tidak bisa berkutik.
"Ba-ik, Tuan!" gagap Si pelayan. Wanita itu lantas mengambil susu yang ada di tangan Daren lantas meminumnya.
Suasana menjadi hening ketika si pelayan menempelkan permukaan gelas ke mulutnya, kemudian ke meminum isinya.
"Telan!" perintah Elgar. Suaranya pelan, tetapi penuh tekanan.
Si pelayan meminum isinya, membuat suasana kembali menjadi hening. Menunggu beberapa saat tidak ada reaksi apapun.
"Li-hat ti-dak te-rjadi a-papun. Kenapa saya terus di-curigai. Sa-ya ha-nya in-gin bekerja de-ngan tenang di-sini," gagap si pelayan.
"Heh, karena yang kamu masukan ke dalam minuman istri saya bukanlah racun. Tapi obat penggugur kandungan!"…
Batas Kesabaran Seorang Istri
Penyusup 3
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments
Soraya
knp diserahin ke polisi, klo mau aman kurung sendiri digudang biar gak ada yang bebasin lagi
2024-12-22
3
Diana Susanti
untung cepat pulang
2024-12-22
1