"Apa? Hey Irine, aku masih waras atau memang dia yang tidak waras?" Thryllicca nyaris terperanjat dari posisinya.
"Aku kalau dibilang tidak waras, mungkin. Tapi kalian kemari karena ingin menyelamatkan seseorang, kan?"
"Tidak masuk akal, dia bahkan bisa membaca pikiran orang? Aku akan berhati-hati dalam berpikir," ujar Luca.
"Haduh, anak laki ini bodoh atau bagaimana sih? Anggap saja tebakan yang tepat. Ayo, selamatkan orang kalian itu! Kalian sudah punya orang dalam kenapa tidak segera jalan?" omel Ryan.
"Tunggu! Kami masih curiga padamu." Hill memegangi tangannya yang berdarah dan segera mendekat.
"Hm, kamu masih marah padaku, Om Elf? Ya maafkan aku atas perlakuan tadi. Aku kan juga melindungi diri?" ucap Ryan dengan tidak tulus.
"Ayo cepat!" lanjut Ryan. Belum sempat ia menapakkan kakinya. Gerbang terbuka ke atas. Nampak sebuah siluet seseorang dari sana.
"Project One, kau akan kemana?" tanya siluet itu. Ryan mengeraskan rahangnya.
"Pro-profesor ..." lirih Ryan tergagap karena terkejut.
"Siapa dia?" Irine memicingkan matanya.
Bayangan itu dengan segera terlihat jelas. Seorang wanita dengan usia sekisaran 40 tahun. Ia berjalan dengan tangan dilipat ke belakang. Dengan jubah lab khas seorang profesor.
"Mari berkenalan secara formal. Namaku, tidak panggil saja Profesor Harper. Aku adalah pencipta Project One."
"Di-dia? Wanita!?" Luca terlihat terkejut sekali. Yang lain ikut terkejut, bukan karena profesor itu tapi teriakan Luca.
"Kenapa memangnya kalau aku wanita? Apakah terlalu aneh? Apa yang aneh?" tanya Prof. Harper.
"Kukira profesor jenius yang diceritakan Ryan adalah lelaki. Karena ... suatu hal yang aneh seorang wanita melakukan eksperimen." Harper tertawa keras.
"Haha ... kalian lucu juga. Hey Project One, kau belum menjawab pertanyaanku."
Tiba-tiba raut wajah wanita itu berubah serius. Dan sangat tajam, sampai-sampai Ryan gemetaran dibuatnya. Namun itu bukan karena rasa takut Ryan. Hanya karena rasa trauma yang dirasakan tubuh Ryan atas kenangannya yang memb…
Demi-God: Fʀoм Zᴇʀo To Hᴇʀo
「Pʀoғᴇssoʀ Hᴀʀᴘᴇʀ」
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments