"Apakah dia baik-baik saja ? " Tanya Atala pada Lea.
Lea melirik Atala, " Setelah kamu memukulnya kamu masih bertanya apah kah dia baik-baik saja. "
Atala mengusap wajahnya. " Maaf, "
Lea tersenyum, senyuman teduh Lea begitu terlihat indah di mata Atala. " Minta maaflah padanya, dia yang terluka bukan aku. "
"Itulah alasannya kenapa kami tidak di biarkan tinggal satu rumah. " sambung Atala.
"Apa memang selalu seperti ini ? " Tanya Lea.
"Selalu dan selalu seperti ini, " jawab Atala meringis kesakitan karna obat antiseptik terasa perih di lukanya.
Lea menggelengkan kepalanya, " Alasannya ? "
"Dia selalu menyalahkan ku atas kematian Ibu. " Jelas Atala Sontak membuat Lea mengehentikan gerakannya saat mengobati luka di tangan Atala.
"Ibu, kematian Ibu ? jadi Ibu yang .... " Tanya Lea memasang wajah serius.
Atala menyunggingkan senyuman tipisnya. " Ya ... Ibu mertua yang kamu lihat itu, bukan Ibu kandung Arta. Dan juga bukan Ibu kandungku. "
"Lalu tentang kematian Ibu ? " Tanya Lea semakin penasaran.
Atala tersenyum picik, " Kamu itu istri Arta Kenapa tidak bertanya pada Arta saja ? "
Lea menundukkan kepalanya lalu menggelengkan kepalanya. "Orang itu memang keras kepala. "
Tanpa Lea sadari Arta sedang melihat di balik dinding menuju anak tangga. Arta mengepalkan tangannya, "Kali ini ia ingin marah melihat kedekatan Atala dan juga Lea. Namun ia lebih memilih untuk memendam rasa amarahnya. "
Lea berbincang dengan Atala, Atala tak seperti Arta. Atala lebih sering berbicara di banding Arta yang hemat dalam berbicara. Saat itu Lea sampai lupa jika ia belum sempat membersihkan dirinya. Lea pamit pada Atala.
"Wanita setulus itu di sia-siakan, kenapa tidak di nikahkan denganku saja. " Imbuh kecil Atala memperhatikan nanar kepergian Lea.
Lea masuk ke dalam kamar, melihat Arta tak ada di atas tempat tidur membuat Lea mencari keberadaan Arta. Namun saat penglihatan Lea sudah mencari ke semua sudut kamar, tatapan Lea terhenti ke arah balkon kamar itu. Terlihat sosok Arta di balik t…
Pengganti Adik Ku
BAB 7.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments