"Bira." panggil seseorang, saat Sabira berasa di sebuah toko buku.
"Iya." sahut Sabira singkat, dia kaget bertemu dengan abang ke duanya juga berada di toko buku yang dia singgahi.
"Apa kabar dek." tanya Devan dengan sorot mata penuh kerinduan.
Bukan Devan tidak mencari keberadaan sang adik, bahkan Devan hampir setiap hari melihat adiknya dari kejauhan, tapi dia tidak berani menemui sang adik, takut Sabira tidak nyaman, namun kali ini dia sudah tidak tahan lagi, ingin memeluk sang adik, masa bodo adiknya akan marah dia tidak perduli lagi, rindu di dalam dadanya sudah sangat membuncah.
"Baik." Sahut Sabira singkat, Sabira tidak tau harus berkata apa, sejujurnya dia juga sangat merindukan abangnya itu.
Di antara keluarganya yang lain, hanya Devan orang satu satunya yang sedikit perduli kepada dirinya, dan tidak lansung menelan mentah mentah aduan dari kakak pungutnya itu, dan dj saat dia di marahi keluarganya, hanya Devan yang selalu membelanya.
Bruk....
Devan lansung menghambur memeluk adik kesayangannya itu.
"Abang rindu kamu, sangat sangat rindu kamu, malam malamnya abang sekarang sunyi sepi, karena nggak ada kamu yang bisa abang peluk." lirih Devan mengakui dirinya yang suka tidur di ranjang sang adik.
Tes...
Tak terasa air mata Sabira menetes tanpa permisi, mendengar pengakuan sang abang.
"Abang sayang Bira, sungguh abang sangat sayang sama adik semata wayang abang." ucap Devan.
Deg...
Hati Sabira bergetar mendengar semua pengakuan abang ke duanya itu.
Dengan reflek Sabira membalas pelukan abangnya itu, tentu saja membuat senyum Devan mengembang di curug leher sang adik.
"Adek tinggal di mana sekarang? " tanya Devan yang pura pura tidak tau.
"Kenapa nanya? " cuek Sabira, padahal di dalam hatinya sedang berbunga bunga, mendapat pelukan dari abangnya itu.
"Ck, tentu saja abang ingin tau, dan mau mampir ke tempat tinggal adek." decak Devan pura pura kesal.
Semakin bahagia hati Sabira di buatnya.
"Nggak mau lah, abang bawa para kuman itu kerumah ku,…
Sabira
Bab 20
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments
Kamiem sag
semudah itu hati Sabira luluh
mungkin benar diujung cerita mereka berkumpul
Bira gak konsekwen
mak iyem kurang suka thor
2026-01-23
0
irma hidayat
moga Bira dan Devan terus akur ga Ter pengaruh kejahatan aura
2025-01-01
0
Kusii Yaati
seneng deh liat Bira dan Devan akur🤗
2025-01-01
1