Bi Tuti sedang berbelanja di sebuah swalayan, membeli kebutuhkan dapur yang sudah habis, biasanya dia akan di temani oleh Sabira, namun beberapa hari ini anak angkatnya itu sedang sibuk sibuknya, jadi bi Tuti tidak mau merepotkan sang anak, dia pergi sendiri ke swalayan.
Bi Tuti berjalan ke arah rak yang menyediakan kebutuhan dapur, dengan cekatan tangan bi Tuti mengambil, gula, teh, kopi, garam, kecap, saos, tepung, minyak goreng, tangannya terus mengambil apa yang dia butuhkan, selesai dari rak dapur, bi Tuti, ke rak bagian persabunan, tangan bi Tuti kembali bergerak dengan gesitnya, mengambil sabun cuci piring, deterjen, pewangi pakaian, sabun mandi, sampo, odol dan lain lainnya.
Bi Tuti berjalan ke stand sayur dan buah buahan, sedang asik memilih buah ke sukaan Sabira, Bi Tuti di kagetkan dengan sapaan seseorang yang sangat bi Tuti kenal.
"Apa kabar bi? " tanya nyonya Karin dengan senyum di bibirnya.
"N-nyonya." kaget bi Tuti.
Nyonya Karin menatap sendu ke arah mantan pelayannya itu.
"Bagaimana kabar bibi? " ulang nyonya Karin.
"S-saya, baik nyonya." sahut bi Tuti tak enak hati.
"Nyonya apa kabar?" tanya bi Tuti yang menanyakan kabar mantan majikannya itu, tanpa di tanya pun, bi Tuti bisa melihat mantan nyonya nya itu sedang tidak baik baik saja.
"Kabar saya, kurang baik, bi." sahut nyonya Karin tersenyum kecut.
"Nyonya juga belanja? " ucap bi Tuti mengalihkan pembicaraan mereka, karena melihat air muka sang nyonya mulai tidak enak.
"Iya." angguk nyonya Karin.
"Apa bisa kita bicara sebentar, bi? " ujar nyonya Karin penuh harap.
Dengan sedikit ragu, bi Tuti mengangguk menyetujui permintaan nyonya Karin.
Senyum lansung terukir manis di bibir nyonya Karin.
"Klau gitu, kita cari tempat makan aja, kebetulan sudah waktunya makan siang." semangat nyonya Karin.
"Baiklah." pasrah bi Tuti, tapi dia bingung menatap belanjaannya yang sangat banyak itu, mau dia titip dimana, klau di bawa pun tidak mungkin, karena belanjaan bi Tuti lumayan banyak.
"Nggak usah bingung, nant…
Sabira
Bab 58
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments
Erna Fkpg
kenapa gk berusaha kayak devan dlm meminta maaf kesabrina klau emang menyesal nyonya karin harusnya lebih memahami sifat anak2nya
2025-02-16
2
🌷💚SITI.R💚🌷
semangat bi tuti jangan merasa bersalah di hadapan bu karin...krn bi tuti mengurus sabira dengan tulus..
2025-02-16
2
Lala Kusumah
penyesalan emang slalu datang diakhir, kalau datang duluan namanya pendaftaran 😂😂🤭🤭🤭
2025-02-16
2