Part 18

Di dalam kamar, Mei Yin duduk di depan sebuah cermin besar yang ada di atas mejanya. Perlahan, dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dan segera membukanya.

Mei Yin memandang isi dalam kotak itu dan segera mengambilnya. Sepasang anting yang baru diambilnya itu kemudian dipakainya. Begitupun dengan sebuah tusuk konde berwarna emas yang ditusukkan di ikatan rambutnya. Perlahan, gadis itu menitikkan air mata.

Dia memandangi wajahnya di depan cermin dan tersenyum pada dirinya sendiri. Dia kembali teringat dengan Lian hingga membuat senyumannya itu memudar dan berganti menjadi sebuah tangisan.

Semua kenangannya bersama Lian tidak bisa dia lupakan begitu saja. Sekuat apapun dia mencoba, tapi wajah Lian selalu bermain diingatannya. Dia tidak bisa lagi merasakan cinta pada lelaki manapun, karena cintanya telah terkubur bersama jasad orang yang sangat disayanginya itu.

"Lian, aku merindukanmu," ucapnya lirih.

Sudah lima purnama Mei Yin tinggal di rumah Jenderal Chang Yi dan dia belum sekalipun mengunjungi makam Lian. Hari ini, dia berniat untuk pergi ke padang bunga itu.

"Ibu angkat, aku mohon izin untuk keluar sebentar," ucap Mei Yin yang mencoba meminta izin pada ibu angkatnya itu.

"Pergilah, tapi jangan lama-lama karena nanti kalau ayahmu pulang, dia pasti akan menanyakanmu."

"Baiklah, Ibu. Aku pergi dulu."

Mei Yin kemudian pergi dengan menunggangi kuda. Walau dia belum terlalu mahir, tapi dia sudah terbiasa, karena dulu Lian selalu mengajaknya keluar dan menunggangi kuda bersamanya.

Setibanya di padang bunga, Mei Yin kemudian mengikat kudanya dan mulai berjalan menyusuri padang bunga yang terlihat bagaikan kumpulan awan putih.

Bunga-bunga itu tidak pernah berhenti berbunga sejak Lian di makamkan di tempat itu. Bunga-bunga itu seakan ingin mengharumkan tempat itu dengan aromanya yang memikat.

Mei Yin mulai mempercepat langkahnya. Dia seakan tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya itu. Hingga akhirnya, langkahnya terhenti di sebuah gundukan tanah yang di tumbuhi pohon sak…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

klau liat tarian jadi ingat lian hikz

2020-06-29

1

Sisilia Jho

Sisilia Jho

"aku hanya akan menari untuk mu Lian"..entah kenapa aku yg kecewa dengan kata² itu..

2020-05-03

1

Mama Acha Ara

Mama Acha Ara

pasti nona Liu yang sombong itu yang mau membunuh Mei Yin karena pangeran lebih menyukai nya......

2020-04-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!