"H-hai kak, apa kabar?" Ucap Aruna mengulur kan tangan yang di sambut langsung oleh Byan yang kemudian punggung tangan Byan di cium oleh Aruna, sama seperti dulu saat mereka masih bersama.
Tidak hanya Byan, Aruna juga bersalaman dengan Langit, namun beda cara. "Hai, seperti yang kamu lihat sekarang." Jawab Byan tersenyum sambil mengangkat bahu nya.
"Yaudah kita cari tempat makan dulu aja gimana? Ga mungkin juga di sini."
"Tapi mau kemana?"
"Ya ke tempat yang kamu suka aja, gimana?"
"Masalah nya, Aruna ga punya tempat favorit kak." titah Aruna menggaruk kepala nya yang tidak gatal sambil cengengesan.
"Lah, kamu kan tinggal di sini udah lama, dari lahir pula. Masa ga ada tempat yang di suka gitu!?"
"Ga ada ka, lagian Aruna ga pernah keluar kecuali ada urusan penting. Selain itu cuma diam di rumah." lanjut nya.
"Ya ampun Na, yaudah kita cari yang deket-deket sini aja!"
"Yaudah oke, ka Ian duluan aja. Aruna ngikut di belakang."
Setelah itu mereka pun pergi dan mencari kafe untuk tempat mereka makan sekaligus bincang-bincang setelah beberapa lama tidak bertemu.
Beberapa lama mencari tempat yang cocok, mereka pun berhenti di salah satu kafe yaitu Sijiwa.
"Sini aja?" tanya Byan menatap pada Aruna.
"Boleh."
"Yaudah ayo masuk!"
"Iya.
Mereka pun berjalan masuk hingga akhir nya sampai di kasir. "Ka Ian sama ka Langit duluan aja, Aruna mau minta menu nya dulu di kasir."
"Yaudah kita cari tempat duluan." balas Byan yang di balas anggukan kecil dari Aruna.
"Permisi, maaf liat menu nya boleh kak?!" ucap Aruna tersenyum ramah kepada kasir tersebut.
"Oh iya boleh kak, silahkan di liat-liat dulu. Dan ini kertas sama pulpen buat nanti tulis pesanan kakak nya." balas seorang yang tengah menjaga kasir.
"Okeeee."
"Nanti jika sudah menulis pesanan, kakak nya bisa memanggil salah satu dari kami di sini!"
"Sip sip, makasih ya kak."
"Iyah sama-sama."
Setelah itu Aruna pun pergi berlalu meninggalkan kasir, ia pun mencari keberadaan Byan dan juga Langit. Beberapa lama akhir nya Aruna melihat d…
Mystery Of Love In The Shadow City
Pertemuan Setelah Perpisahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 47 Episodes
Comments