Tin tin tin!!!!
Suara beberapa klakson di jalan raya lampu merah menyadarkan Bara dari lamunannya. Dimana dia harusnya segera kembali ke toko kayu ayahnya untuk bekerja. Dia pun segera beranjak pergi dari tepi jalan raya lampu merah itu, dan kembali ke kegiatan asalnya.
...****************...
Sinar matahari telah menerobos ke dalam jendela pondok pesantren Ma'rifat Billah. Badai bersiap untuk berangkat ke sekolah, tahun ini adalah tahun terakhirnya sekolah di pondok pesantren Ma'rifat Billah itu. Sehingga kelulusan pun telah ada di depan mata.
Badai seperti biasa, dia selalu menjadi santri sekaligus siswa ter rapi yang pernah ada di pondok pesantren Ma'rifat Billah. Pesantren terkenal itu merasa bangga memiliki Badai sebagai ketua pondoknya, karena Badai dapat mengatasi segala hal dengan begitu mudahnya.
Seperti yang terjadi saat ini, dimana Badai hendak berangkat ke sekolah yang jaraknya tak jauh dari pondok, karena memang masih satu naungan yayasan yang sama. Hanya saja harus menyeberangi jalan raya yang luas.
Dimana setiap pagi, jalan raya menuju ke sekolahnya itu memanglah ramai. Sebenarnya para santri yang hendak sekolah dimudahkan karena hanya menyeberangi jalan raya itu saja. Namun para pengendara di jalan raya itu, baik motor maupun mobil rata-rata mengebut. Karena jalan raya nya begitu luas. Kemudian di dukung juga, disana adalah sebuah pedesaan semi perkotaan, yang masih belum seperti kota-kota besar seperti Surabaya.
Seseorang yang telah tengah baya hendak menyeberang mendahului Badai, seorang kakek-kakek. Dan kakek itu awalnya melihat ke kanan kiri seperti biasa kalau seorang hendak menyeberang. Namun ditengah kakek itu menyeberangi jalan, di tambah Badai juga sedikit melamun saat berjalan.
Dari arah kiri tiba-tiba mobil meluncur begitu kencangnya. Kurang lima puluh centimeter lagi mobil itu dari arah kakek itu menyeberang, akan diserempet oleh mobil.
Namun Badai dengan tangkasnya, meskipun awalnya dia memang sedang melamun tentang kejadian tadi malam,…
Human Perfect
Teringat Tadi malam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments
Sholahuddin Bara
bagus
2025-02-19
0