Belum selesai mendapatkan pertanyaan bertubi dari Permata, Hasbi yang juga ikut geram pun turut melancarkan pertanyaannya kepada Roro menyambung pertanyaan dari Permata sang istri.
"Dan .... Kenapa kau selalu saja muncul di saat-saat bahagia kita bangsa manusia! Harusnya kau kembali saja ke alam mu! Dan bahagia saja sana di alam mu bersama keluargamu!!!" lalu dengan menggerakkan tangannya, Hasbi seperti sedang tampak berpikir dan melanjutkan ucapannya,
"Ah, iya aku lupa! Kamu kan gak punya keluarga, pantas saja tak bisa berbahagia saja dengan alammu!!" ucap Hasbi, dengan penuh kata-kata pedas.
Hal tersebut jelas membuat Roro semakin memanas, dan Roro kembali berubah menjadi siluman naga. Hingga semuanya yang ada disana pun langsung mendongakkan kepalanya, namun sudah tak lagi terkejut dengan penampakan naga hijau di depan mereka itu.
"Kenapa juga Roro bisa berubah menjadi naga ya sekarang?" bisik Badai.
Najwa pun balik berbisik, "Dan Roro sekarang berbeda! Dia gak lagi ngomong dalam hatinya. Aku gak dengar apa-apa." ucap Najwa, dia yang berharap akan mengetahui sesuatu yang tersimpan di dalam hati Roro dengan kekuatannya melalui pendengaran melalui hatinya.
"Kalau suara hatiku? Gimana? apakah kamu masih mendengar nya?" kini Badai mengatakannya dalam hati, yang ditujukan kepada Najwa. Najwa pun menatap Badai, dan perlahan menganggukkan kepalanya.
"Masih lah." jawab Najwa dengan suara lirih.
"Fix ini ada yang aneh."
"Gimana cara mengetahui keanehan yang ada.?"
"Entahlah... Kita lihat saja apa yang akan dia lakukan dibalik kemarahannya berubah menjadi siluman naga hijau itu!" Badai menyudahi percakapannya dengan Najwa.
Dan disaat setelah itu, Badai mulai memejamkan kedua matanya tanpa diketahui oleh Najwa, dan siapapun yang ada disana.
Badai memulai lagi kekuatannya setelah setahun lamanya kekuatannya vakum di luar lingkungan pondok pesantren, hanya digunakan di area pondok pesantren Ma'rifat Billah saja. Kini istirahat panjangnya telah usai waktunya dia kembali mengeluarkan kekuatannya lagi. Kekuatan memisahkan jiwa atau ruh dari raganya. Disertai kedua bibirnya bergerak sedikit demi sedikit. Membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an yang diambil untuk penggunaan kekuatannya.
Dan kini raganya telah berpisah dari ruh atau jiwanya. Badai pertama-tama yang tak pernah lepas dari kebiasaannya pertama-tama saat dia hendak pergi sedikit jauh dari raganya, dia akan menengok kanan kirinya, seperti udah mau nyeberang saja. Dia juga lihat sekelilingnya, orang-orang yang berkumpul di sekitarnya, dan terkadang dia lambaikan tangan didepan semua orang-orang disekitarnya untuk memastikan bahwa mereka tak tahu ada jiwa atau ruhnya Badai yang sedang berkeliaran, tanpa takut hilang dan tertinggal.
Badai pun setelah yakin yang lainnya telah tak sadar akan keluarnya ruhnya dari raganya. Dia pun segera menghilang dari pinggir Pantai Manis itu. Dia langsung menuju tempat yang sejak tadi telah dia inginkan untuk mendatanginya.
Tanpa perlu membutuhkan waktu lama, karena memang perjalanan ruh menuju ke suatu tempat itu lebih cepat perbandingan nya dibandingkan dengan perjalanan raga ke suatu tempat secara langsung. Kini Badai telah berada di tempat yang telah ditujunya sejak saat saling bertanya-tanya nya dia dengan Najwa.
"Kemana kau Satria? Aku mencari mu sejak tadi... Itu ibumu membuat ulah lagi. Aku harap bukan kamu yang membantunya keluar dari kurungan botol kaca transparan yang kiyai Robi buat." gerutu Badai, sembari jiwa nya itu kini berjalan menuju ke dalam singgasana kerajaan.
Seluruh prajurit jin yang ada di kerajaan Raja Jin Laut Utara itu tak sedikitpun menghiraukan kehadiran dirinya, karena memang lah Badai telah dikenal dari golongan bangsa jin.
Namun, tiba-tiba saat tepat Badai telah memasuki gerbang utama Kerajaan, satu tombak panjang menghalangi jiwa nya melanjutkan langkahnya. Membuatnya pun menghentikan langkahnya seketika itu.
"Maaf, anda adalah dari bangsa manusia. Maka tidak di izinkan memasuki singgasana Kerajaan jin." ucap salah atau prajurit.
Terkejut lah Badai mendengar nya, untuk pertama kalinya dia di hadang oleh prajurit di Kerajaan jin itu.
.
.
.
Human Perfect
Melayangnya Jiwa Badai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments
Sholahuddin Bara
lanjut author nanti malam
2025-04-07
0
𝑩𝒆𝒓𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑷𝒆𝒓𝒎𝒂𝒕𝒂
lanjut dong author 👍🏻😊
2025-04-07
0