”Guru, saya tidak akan mengakui apa yang tidak saya lakukan. Kalau guru tidak bisa menunjukkan bukti nyata, saya akan menganggap guru menuduh saya. Masterku mengatakan kalau ada yang menganiayaku, saya harus melawan. Dampaknya, biarkan master yang mengurusnya.”
“Oh…benar! Bukankah master akademi juga mengatakan itu pada kami.” Seru I Manna.
“Pada pelatihan bersama ini, kalian tidak boleh menimbulkan masalah tapi kalau ada yang datang pada kalian untuk membuat masalah, kalian harus melawannya. Kalau ada dampak dari perlawanan kalian, biarkan pihak sekolah yang menghadapinya.” Kata master akademi hari itu.
“Kalian murid akademi zirah adalah satu keluarga. Makanya, kalian harus saling melindungi, saling mengingatkan dan saling membantu.”
“Guru ini mengatakan kalau kamu berbuat salah maka kamu bersalah! Jangan banyak bicara, akui kesalahanmu, minta maaf dan terima hukuman. Kalau kamu melakukannya cepat, saya tidak akan melibatkan teman-temanmu.” Guru mendesak I Miang.
“Apakah keputusan guru mewakili keputusan akademi Oroe?.” I Miang tidak bergeming dengan ancaman si guru.
“Saya ditugaskan mengawasi kalian oleh dekan akademi, tentu saja keputusan saya milik akademi Oroe.” Si guru terlihat berang.
“Sekarang lakukan yang kukatakan tadi atau aku akan melibatkan semua murid akademi zirah…..!!.”
“ Wa’ Nai! Saya tidak tahu kamu punya kekuasaan penuh di akademi, membuat keputusan tanpa diskusi dan persetujuan dekan akademi. Apa kamu menganggap dirimu dekan akademi Oroe?.”
“Saya mendengar perdebatan sengit. Ada apa?.”
“Ini….”
“Menjawab wakil dekan….” Murid akademi Oroe yang satu tim dengan Ramalla maju berbicara. Ramalla yang tadinya cemas melihat kemunculan sekelompok guru lain, perlahan santai melihat teman satu tim-nya berbicara.
“Teman dari sekolah kota ini mengatakan kalau puang Miang mengekangnya dan membuatnya terus terjatuh. Puang Miang tidak merasa melakukannya tapi guru Wa’ Nai bilang kalau puang Miang bersalah. Puang Miang meminta guru membuktikan bagaimana dia melakukannya padahal dia tidak menggunakan spiritual saat itu. Kami juga tidak mendeteksi energi spiritual puang Miang tapi guru tetap mengatakan dia bersalah.”
“Pengekanan tanpa spiritual bisa dilakukan dengan kekuatan kehendak oleh kekuatan jiwa untuk pendekar yang berada diatas spiritual tingkat sepuluh.” Guru akademi Oroe yang berada di samping wakil dekan bicara.
“Bagaimanapun geniu…
Misteri Badik Punnawara'
Reruntuhan Dunia Kuno.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 148 Episodes
Comments