Matahari telah tenggelam di kaki langit timur. bias warna jingga kemerahan memenuhi langit.
Empat sosok terpesona pada pemandangan indah di depan mereka.
“Ngomong-ngomong, apa kalian tidak kembali? kami menunggu cukup lama jadi kami menyusul.” Bangnya mengingatkan La Bulla dan I Miang kalau waktu jaga mereka telah selesai.
“Puang Wati sampai cemas terjadi apa-apa pada kalian.”
“Maaf, kami lupa waktu.” I Miang tersipu.
“Karena kalian berjaga malam, kalian harus hati-hati. Sebaiknya jangan meninggalkan pematang salo ini.” Saran La Bulla. “ Juga, waspada angin sejuk yang membuai. Itu angin aneh.”
Alis Bangnya terangkat mendengar petunjuk dari La Bulla. Tapi dia tahu tidak bisa bertanya sekarang.
“Apa hanya kalian berdua?.”
“Itu…..”
“Hai…. Kami datang!.” Puang Bamba dan Puang Wati mendarat di depan mereka.
“Kak Rekha membuat cemilan untuk kalian.” Puang Wati menyerahkan tas sihir.
“Kak Rekha memberikan sejumlah jimat dan batu transmisi.” Puag Bamba menyerahkan barang-barang itu pada Bangnya.
“Kau yang pegang.”
“Hari sebentar lagi gelap. Kami akan pulang dulu.” Puang Wati menarik I Miang menaiki pedangnya.
“Kalian hati-hati.”
La Bulla juga mengeluarkan pedangnya dan terbang meninggalkan perbatasan langsung ke aula desa.
“Jaga malam?!.” Protes melengking keluar dari aula desa.
“Pokoknya, aku tidak mau jaga malam!.” Tekan I Yani berkacak pinggang di depan Rekha yang menatap dingin padanya.
“Kamu bisa kembali kalau tidak mau patuh.” Kata Rekha.
“Hhu! Itu pasti suara si Yani itu.” Sungut Puang Wati yang sekarang terbang diatas aula desa mendengar keributan dari dalam aula.
“ Sial banget sih kita harus satu tim nona manja dan arogan kayak dia.”
“ I Yani.” Ralat I Miang.
“Sama aja.”
“Bedalah. I itu gelar bangsawan kerajaan. Kamu nggak ingat dia bilang kalau pamannya menteri.”
“Lalu apa?! Dia pantas dengan gelarnya? Boro-boro anggun dan bijak kayak bangsawan, dia songong dan sok cantik kayak madam-madam pelacuran.”
I Miang selalu tahu kalau sepupunya ini blak-blakan dan tegas.…
Misteri Badik Punnawara'
Memiliki Hubungan Baik Dengan Pangeran Ke-tujuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 148 Episodes
Comments