Suara Hati DARREN

Suara Hati DARREN

Bab 1

Darren saat ini tengah bersiap-siap untuk ke Kampus. Dia sekarang ini tengah memakai seragam Kampusnya dengan dirinya berdiri di depan cermin.

Seragam Kampusnya telah melekat di tubuhnya. Kini dia mengambil beberapa buku yang telah dia susun dan telah dia pisah untuk dia masukkan ke dalam tasnya.

"Selesai! Saatnya berangkat!"" seru Darren dengan penuh semangat.

^^^

Di meja makan, ayah dan keenam kakak-kakaknya tengah menikmati sarapan paginya. Mereka sarapan tanpa menunggu Darren.

Hanya lima orang saja yang tampak menikmati sarapannya, sedangkan dua diantara makan dengan sesekali melihat kearah anak tangga yang mana seseorang akan turun dari sana.

Detik kemudian..

Tap..

Tap..

Tap..

Mereka semua mendengar suara langkah kaki menuruni anak tangga. Dan mereka juga mendengar suara seseorang yang sedang berbicara.

Dengan kompak mereka semua melihat keasal suara. Dan mereka semua melihat kearah pemuda tampan yang tak lain adalah Darren yang tengah menuruni anak tangga sembari berbicara dengan seseorang di telepon.

"Aku masih di rumah. Sebentar lagi akan ke Kampus."

"...."

"Kayaknya iya. Aku ke Kampus hanya dua jam saja. Selesai urusan di Kampus, aku akan langsung ke perusahaan."

"...."

"Baiklah."

Pip..

Selesai berbicara dengan seseorang di telepon, Darren langsung mematikannya. Kemudian dia memasukkan ponselnya ke saku celananya.

Setelah itu, Darren berjalan menuju meja makan dengan wajah dingin dan datar. Tidak ada senyuman sama sekali. Bahkan tatapan matanya menatap ke depan dan tidak mempedulikan dengan orang-orang yang ada di meja makan.

Setibanya di meja makan, Darren duduk paling ujung. Dia sengaja duduk dengan jarak jauh karena dia tahu bahwa ayah dan kakak-kakaknya itu tidak ingin duduk berdekatan dengannya.

"Tuan muda, ini susu coklatnya!" seru seorang pelayan yang datang membawa susu coklat untuknya.

Ketika susu coklat itu hendak diletakkan di atas meja, tiba-tiba Darren berseru.

"Buang susu coklat itu. Mulai detik ini aku tidak ingin meminum susu itu. Ganti dengan susu putih saja."

"Ba-baik, tuan muda!"

Pelayan itu kemudian membawa susu coklat itu kembali ke belakang. Dia tidak ingin membuat majikannya itu marah jika tetap memberikan susu coklat tersebut.

Sementara Davin selaku kakak sulungnya seketika terkejut ketika melihat adik yang dia benci menolak untuk meminum susu coklat itu padahal dia sangat tahu bahwa adiknya itu begitu menyukainya. Bahkan susu coklat itu adalah buatan pertama darinya ketika adiknya itu berusia 4 tahun sehingga adiknya itu memasukkan ke daftar minuman favoritnya.

Tapi sekarang adiknya enggan untuk meminum susu coklat tersebut. Adiknya justru menggantikan susu coklat tersebut dengan susu putih yang mana susu putih tersebut sangat dibenci oleh adiknya itu sejak dulu.

Tak bisa dipungkiri! Dan ini benar-benar dialami oleh Davin. Dia begitu membenci adik bungsunya atas kejadian satu tahun yang lalu, tapi hatinya begitu sakit ketika mendengar ucapan adiknya saat menolak untuk tidak ingin meminum susu coklat tersebut. Dia tidak terima atas apa yang dilakukan oleh adik bungsunya itu.

Bukan hanya Davin, melainkan Erland dan kelima putranya yang lain. Mereka juga merasakan sakit yang luar biasa atas apa yang mereka dengar dari Darren.

Disini mereka yang membenci Darren atas kejadian satu tahun yang lalu, tapi justru mereka yang merasakan sakit di hatinya ketika mendengar ucapan dari Darren ketika mengatakan tidak ingin meminum susu coklat itu lagi.

Darren yang sejak tadi menikmati sarapan paginya seketika tersenyum di sudut bibirnya. Dia melirik sekilas melihat kearah ayah dan keenam kakaknya. Dapat dia lihat bahwa ayah dan keenam kakaknya itu tampak tak baik-baik saja setelah mendengar ucapannya.

"Emangnya enak ketika aku menolak untuk tidak lagi meminum susu coklat itu? Aku tahu kalian merasakan sakit luar biasa di hati kalian. Hal itu juga yang aku rasakan selama satu tahun ini atas sikap kalian."

"Berlahan tapi pasti, aku akan membalas perbuatan kalian terhadapku dengan cara kalian. Apa yang kalian lakukan padaku. Hal itu juga yang akan aku lakukan kepada kalian."

"Kalian ingin bermain dengan hati kan? Dengan senang hati aku akan melayani kalian."

Darren berbicara di dalam hatinya sembari tatapan matanya masih melirik kearah ayah dan keenam kakaknya itu.

Setelah puas menatap wajah ayah dan keenam kakaknya itu, Darren kembali fokus pada makanannya. Dan bertepatan itu, sang pelayan datang membawa segelas susu putih untuknya.

"Ini tuan muda susunya."

"Hm." Darren menjawab dengan deheman.

Setelah meletakkan susu itu di atas meja, pelayan itu kembali ke dapur.

Sementara Darren langsung meminum susu tersebut sehingga membuat ayah dan keenam kakaknya menatapnya

Yah! Erland dan keenam putranya melihat kearah Darren yang saat ini sedang menikmati susunya. Mereka semua khawatir jika Darren akan mual dan muntah jika tetap meminum susu putih itu.

Yah benar! Darren memang anti dengan susu putih. Setiap dia meminum susu putih, maka dia akan mual dan berakhir muntah. Maka dari itulah kenapa Davin menggantinya dengan susu coklat buatannya.

Namun tanpa diketahui oleh Erland dan keenam kakaknya. Sejak kejadian itu hingga berakhir dia dibenci, Darren selama ini mencoba untuk minum susu putih. Butuh perjuangan dan pengorbanan keras untuk Darren berhasil meminumnya, walau awalnya perutnya yang tak menerimanya sama sekali.

"Ach, susu ini benar-benar enak! Kenapa tidak dari dulu saja aku meminumnya? Kenapa aku harus meminum susu keparat itu," ucap Darren dengan tatapan matanya menatap gelas kosong di tangannya dengan wajah yang tampak bahagia.

Deg..

Sontak ucapan dari Darren membuat hati Davin seolah-olah ditusuk ribuan jarum. Dia tidak menyangka jika Darren akan mengatakan hal itu.

"Ini adalah balasanku atas sikapmu dua hari yang lalu, tuan Davin!" batin Darren dengan tatapan matanya menatap kearah kakak sulungnya yang mana kakaknya itu menatap dirinya dengan wajah syok.

Tatapan mata Gilang dan Darka seketika membelalak. Keduanya terkejut. Kemudian keduanya melihat kearah Darren yang saat ini menatap kearah kakak sulungnya.

Yah! Keterkejutan Gilang dan Darka karena bisa mendengar suara hati Darren. Ucapan demi ucapan isi hati Darren dapat mereka dengar.

Flashback On..

"Kau mau kemana anak pembunuh!"

Darren seketika berhenti. Kemudian dia membalikkan badannya untuk melihat kearah kakaknya itu.

"Ada hak apa anda menanyakan kemana saya mau pergi?" tanya Darren.

"Apa begini cara kau berbicara dengan kakakmu!" bentak Davin.

"Kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapanku? Aku kan hanya bertanya, seharusnya kau yang lebih tua menjawab pertanyaan dari yang lebih muda."

"Lagian aku tadi tidak marah ketika kau menyebutku anak pembunuh. Seharusnya kau juga tidak marah atas pertanyaanku itu," ucap Darren dengan tatapan dinginnya.

"Aku mau pergi kemana, itu bukan urusanmu. Bukankah kau sudah tidak sudi menganggap aku adikmu lagi? So, berhentilah mengusik kehidupanku!"

Setelah mengatakan itu, Darren langsung pergi meninggalkan Davin yang tak bisa berkata-kata apapun lagi.

Flashback Off..

Gilang dan Darka menatap kearah adiknya yang saat ini masih menatap kearah kakak sulungnya.

"Apa yang terjadi dua hari yang lalu?" batin Gilang.

"Apa yang dilakukan oleh kakak Davin terhadap Darren?" batin Darka.

Keduanya bertanya pada dirinya sendiri di dalam hatinya masing-masing dengan tatapan matanya menatap kearah kakak sulungnya.

Beberapa detik kemudian..

Darren berdiri dari duduknya. Dia sudah selesai dengan sarapannya.

Setelah itu, Darren pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun, walau hanya sekedar berpamitan.

Setelah kepergian Darren membuat Gilang dan Darka langsung memberikan pertanyaan kepada kakak sulungnya, disertai dengan sorot mata yang tajam.

"Apa yang telah kau lakukan pada adikku dua hari yang lalu, Davin Aldan Smith?!" Darka bertanya tanpa menyebut kata kakak untuk Davin.

Deg..

Davin seketika tersentak ketika mendengar pertanyaan dari Darka, ditambah lagi sorot matanya yang tajam.

"Kakak Darka, kenapa kakak bicara seperti itu! Bagaimana pun....?"

Seketika ucapan Riyo sianak angkat seketika terpotong karena Gilang langsung bersuara.

"Diam kau! Kau tidak punya hak berbicara disini. Kau hanya orang luar!"

Deg..

Riyo seketika tersentak akan ucapan dari Gilang. Begitu juga dengan yang lainnya.

"Gil, kamu...." ucapan Dzaky terhenti.

"Kenapa? Mau belain dia dengan memarahi aku? Mau membuangku demi dia, begitu?"

Deg..

Dzaky membelalakkan matanya tak percaya akan perkataan Gilang.

Sementara untuk Davin, dia terkejut akan pertanyaan dari Darka barusan. Dia tidak menyangka jika Darka akan bertanya seperti itu. Ditambah lagi, dia dibuat bingung akan pertanyaan dari Darka.

Disaat Davin dalam keterkejutan, dia kembali terkejut ketika mendengar ucapan sarkas dari Gilang.

"Apa kau masih menyebut adikku sebagai pembunuh?!" bentak Gilang. Tatapan matanya begitu tajam menatap kearah kakak sulungnya. "Dimana otakmu, Davin Aldan Smith! Dia adikku kandungmu. Bagaimana bisa kau dengan kejam menyebut adikmu sendiri sebagai pembunuh!"

"Kau tahu sendiri seperti apa sifat Darren selama ini. Kau juga tahu bagaimana besarnya perhatian, kasih sayang dan kepedulian Darren terhadap Mama? Dia adalah orang pertama yang berada di depan jika melihat Mama menangis. Bahkan Mama adalah semangat hidupnya. Bagaimana mungkin Darren tega membunuh Mama!" bentak Gilang.

Braakk..

Darka menggebrak meja makan dengan keras bersamaan dia berdiri dari duduknya. Tatapan matanya menatap tajam kearah kakak sulungnya dan kakak-kakaknya yang lainnya.

"Ini untuk terakhir kalinya kalian menyebut adikku sebagai pembunuh. Jika aku mendengar kata itu lagi, maka kalian akan menjadi musuhku! Dan aku tidak akan segan-segan melawan kalian. Aku tidak peduli akan status kalian!" Darka berucap dengan penuh ancaman dan penekanan.

Darka melihat sekilas kearah ayahnya yang saat ini tampak terkejut.

"Berlaku juga untuk Papa."

Setelah mengatakan itu, Darka mengambil tasnya. Kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan ayah dan kakak-kakaknya.

"Sama halnya dengan Darka. Aku juga akan melakukan hal itu kepada kalian. Selama satu tahun ini aku dan Darka hanya diam melihat kalian bersikap buruk terhadap Darren. Diamnya kami selama ini karena kami tidak ingin ribut dengan kalian."

"Tapi kali ini aku dan Darka tidak akan diam lagi. Kami akan langsung bertindak setiap kali kalian menyakiti adikku." Gilang berucap dengan sorot matanya yang tajam.

Gilang melihat kearah Riyo dengan sorot matanya yang tajam.

"Dan lo! Bersikaplah layaknya tamu di rumah ini. Jangan berlagak seolah-olah lo putra dan adik dari ayah dan kakak-kakak gue. Ingat! Lo bukan siapa-siapa disini. Lo bukan bagian keluarga Smith. Sadarlah akan posisi lo disini."

Setelah mengatakan itu kepada Riyo, Gilang langsung pergi meninggalkan anggota keluarganya dengan keadaan marah.

Terpopuler

Comments

Desyi Alawiyah

Desyi Alawiyah

Hai kak, aku mampir... Maaf yah baru baca 🙏🙏😆

2025-05-04

0

falea sezi

falea sezi

biasa nya MC peran gini selalu cwek dan ada ank angkat yg jg cwek skg peran nya cwok dan ada ank angkat cwok jg menarik

2025-04-25

0

Ferdiansya Ferdiansya

Ferdiansya Ferdiansya

Emangnya enak Riyo dibentak sama Gilang dan Darka? Makanya sadar diri dong

2025-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 2. Kritisnya Oma Vidya
3 Bab 3
4 Pembalasan Langsung Untuk Wanita Sombong
5 Jawaban Asal Darren
6 Flashdisk
7 Kesalahpahaman Darren
8 Kekecewaan Gilang Dan Darka
9 Pergi Menolong
10 Video Gilang Dan Darka
11 Kedatangan Bima Sang Sopir
12 Ucapan Kejam Darren
13 Telepon Dari Andrean
14 Tangis Penyesalan Erland Dan Keempat Putra Tertuanya
15 Niat Jahat Riyo
16 Membahas Masalah Perusahaan Venus
17 Tetap Pada Rencana
18 Batalkan Penandatanganan Kontrak Itu
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Membalikkan Keadaan
23 Bab 23
24 Kekecewaan Serta Kemarahan Gilang Dan Darka
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Detik-Detik Kehancuran Keluarga Wina
28 Keterkejutan Sahabatnya Danar, Satria dan Rama
29 Perubahan Warna Bola Mata Darren
30 Kemarahan Sosok Rendra
31 Kalian Sudah Menghancurkan Hatiku, Jiwaku, Dan Mentalku
32 Kemarahan Jerry Terhadap Pengendara Motor
33 Ucapan Dan Tatapan Intimidasi Darren
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Jika Aku Mati, Maka Keponakanmu Juga Ikut Mati
37 Memulai Pembalasan
38 Luapan Kemarahan Darren
39 Bab 39
40 Mama, Aku Sudah Membalaskan Kematianmu!
41 Perdebatan Antara Darren Dan Dylan
42 Bab 42
43 Memberikan Kesempatan
44 Keterkejutan Andra
45 Putuskan Dia!
46 Bagaimana Pun Kalian Adalah Keluarga Kandungku
47 Telepon Dari Evan Odelia
48 Pengakuan Davin
49 Luapan Kemarahan Davin
50 Bab 50
51 Susu Coklat
52 Ingatan Davin Tentang Janjinya
53 Mati Atau Menyerah
54 Kekesalan Darren Di Pagi Hari
55 Kami Tidak Pernah Takut Pada Siapa Pun
56 Rekaman Cctv Yang Sebenarnya
57 Bab 57
58 Kedatangan Rekan Kerja
59 Bab 59
60 Ancaman Darren
61 Para Pengganggu
62 Kakak Resmi Menjadi Mahasiswa Universitas Negeri Hamburg
63 Kemarahan Darren Terhadap Keluarganya
64 Terpaksa Melakukan Hal Itu
65 Video Call Darren Dan Brenda
66 66. Apa Boleh Aku Meminta Sesuatu?
67 Bab 67
68 68. Meminta Bantuan
69 Bab 69
70 70. Kilas Balik Obrolan Badri Dengan Erland
71 71. Karyawan Curang
72 72. Pemecatan
73 Membuktikan Ucapan
74 74. Video Call
75 75. Keterkejutan Andra Mengetahui Alasan Dia Dilarang Keluar Rumah
76 Bab 76
77 77. Teriakan Kesakitan Di Dalam Penjara
78 78. Kemarahan Besar Andra
79 79. Janji Tulus Erland Dan Keempat Putra Tertuanya
80 80. Kabar Hilangnya Brenda Dan Ketujuh Sahabat-Sahabatnya
81 81. Mendapatkan Petunjuk
82 82. Keterkejutan Anggota Keluarga Wilson
83 83. Mendapatkan Lokasi
84 Bab 84
85 85. Dendam Darren
86 86. Memulai Perencanaan
87 87. Mulai Bertindak
88 88. Memperlihatkan Bukti
89 89. Sikap Kurang Ajar Tiga Wanita Muda
90 90. Kesombongan Menghancurkan Segalanya
91 91. Mengetahui Si Penelpon Misterius 1
92 Bab 92
93 93. Dua Anggota Organisasi Yang Curang
94 94. Turuti Permintaanku
95 95. Keterkejutan Darren Akan Informasi Dari Andrean
96 96. Aku Menemukanmu, Samuel Frederick!
97 Bab 97
98 98. Balasan Brenda Dan Keterkejutan Viviana
99 Bab 99
100 100. Kambuh
101 101. Aku Rindu Mama
102 102. Mengetahui Fakta Tentang Darren
103 103. Nasehat Gustavo Untuk Samuel
104 104. Pembalasan Untuk Pembully
105 105. Kedatangan Anggota Keluarga Pembully
106 106. Kalian Sudah Salah Datang Kesini
107 107. Rendra, Cukup!
108 108. Ancaman Viviana Dibalas Ancaman Yang Sama
109 109. Senjata Makan Tuan
110 110. Menceritakan Tentang Celina
111 111. Balasan Erland Dan Davin
112 112. Penyesalan Celina
113 113. Kemarahan Carissa Terhadap Celina
114 114. Mendamaikan Kedua Bibi
115 115. Bukan Mereka, Tapi Kalian!
116 116. Jangan Berangkat Besok, Berangkatlah Lusa!
117 117. Video Call
118 118. Kedatangan Kedelapan Anggota Keluarga
119 119. Ucapan Dan Tindakan
120 120. Kemarahan Yang Mengerikan
121 121. Kemarahan Sosok Rendra
122 122. Cerita Agneta Tentang Kesedihan Kakak Perempuannya
123 Bab 123.
124 124. Kebahagiaan Dan Ucapan Terima Kasih Marco
125 125. Mengajarkan Bela Diri
126 126. Keterkejutan Keluarga Mandala
127 127. Raffad Mandala
128 128. Video Kebenaran Tentang Sifat Asli Raffad
129 Bab 129
130 130. Mengetahui Lokasi Keberadaan Raffad
131 131. Pengakuan Dari Tangan Kanan Raffad
132 132. Video Tentang Sikap Buruk Raffad
133 133. Botol Minuman
134 134. Pembalasan Pertama Dari Raffad
135 135. Violin Dimana?!
136 136. Pembalasan Celina
137 137. Kemarahan Raffad Terhadap Ibu Tirinya
138 138. Alasan Raffad Memberikan Hukuman Penjara
139 139. Kangen Masa Lalu
140 140. Rencana Mengedit Video
141 Menyelamatkan Seorang Gadis Kecil Dan Pengasuhnya
142 Tangisan Violin Dan Raffad
143 Menceritakan Tentang Anin
144 Kesempatan Terakhir
145 Laporan Dari Jason
146 Aku Tunggu Kedatangan Kalian
147 Mempersiapkan Sesuatu
148 Kedatangan Samuel
149 Permintaan Maaf Dari Samuel
150 Membahas Rencana Pembalasan
151 Permintaan
152 Kemarahan Lucca
153 Keterkejutan Darren Mendengar Perintah Dari Enzo
154 Bersiap Untuk Perang
155 Bunuh Mereka semuanya!
156 Bukan Mereka Lawan Kalian, Tapi Aku!
157 Keterkejutan Dan Ketakutan Kedelapan Pria Itu
158 Hukuman Penjara Seumur Hidup
159 Kelisan Kejadian Tentang Wilona
160 Terbukti Akan Apa Yang Diminta Oleh Darren
161 Memberikan Pertolongan Kepada Seorang Pria
162 Bab 162
163 Pertemuan Evan Dan Agneta Dengan Sahabatnya
164 Bab 164
165 Cerita Dari Wilona
166 Cerita Wilona Tentang Tiga Sahabat Barunya
167 Bab 167
168 Ucapan Dan Ancaman Darren
169 Ingatan Darren Tentang Ibunya
170 Igauan Darren
171 Sesuai Yang Diharapkan
172 Kilas Balik Pertemuan Darren Dengan Wanita Mirip Ibunya
173 Merencanakan Untuk Membawa Pulang Sang Paman
174 Membagi Tugas
175 Keterkejutan Darren Akan Identitas Asli Wanita Mirip Ibunya
176 Membawa Pulang Divo Ke Jerman
177 Cerita Tentang Belva Yang Menguras Air Mata
178 Menceritakan Tentang Saloma
179 Membawa Pulang Vendra
180 Kebahagiaan Vendra
181 Bab 181
182 Pertemuan Ayah Dan Anak
183 Kedatangan Tiga Tangan Kanannya Dave Ke Rumah Saloma
184 Ikut Pulang Ke Jerman Bersama Tiga Orang Pria
185 Kabar Dari Gavin
186 Telepon Dari Ella
187 Bayi Kembar
188 Tiga Pembeli Kekayaan Ernest
189 Keterkejutan Indira
190 Keterkejutan Anggota Keluarga
191 Kebahagiaan Keluarga Garcia
192 Menceritakan
193 Cerita Indira Tentang Kedua Anaknya
194 Menunda Pernikahan
195 Kedatangan Maico Dan Allea
196 Keterkejutan Indira Mendengar Suara Hati Darren
197 Penampakan Mansion Mewah
198 Video Tentang Alasan Ahli Waris
199 Keterkejutan Ella Akan Ucapan Dari Darren
200 Kebenaran Yang Terbongkar
201 Pengumuman
202 Penyesalan Ella
203 Hanya Kesalahpahaman
204 Membantu Lizi
205 Memulai Rencana
206 Balasan Dari Rangga
207 Keterkejutan Rayan Akan Informasi Dari Kepercayaannya
208 Nanan!
209 Kilas Balik Kejadian Di Cafe
210 Kesakitan Darren
211 Pengakuan Dua Dokter Kandungan
212 Pertemuan Rayan Dengan Indira
213 Kita Yang Terlebih Dahulu Melakukannya
214 Keterkejutan Lizi
215 Bab 213
216 Papi... Hiks!
217 Keterkejutan Kimmy
218 Penampakan Ruang Tengah Dan Ruang Tamu
219 Penampakan Perusahaan
220 Isak Tangis Keluarga Dilbara
221 Pembalasan Yang Setimpal
222 Pertemuan Lizi Dengan Mitha
223 Membahas Tentang Fransisco Dan Anin
224 Kekesalan Adnan Akan Suara Hati Adiknya
225 Kekesalan Davin Akan Suara Hati Adiknya
226 Talia, Sang Mantannya Davin!
227 Pembalasan Lizi Pada Mantan Ibu Tirinya
228 Ucapan Kekecewaan Ferlian Dan Alinka
229 Rencana Busuk Keluarga Talia
230 Batu Pecahan Berlian
231 Ini Lukisan Asli
232 Informasi Dari Thomas
233 Aku Menemukanmu
234 Ancaman Kakak Sulungnya Laura
235 Kemarahan Davin Terhadap Talia
236 Kemarahan Darren Meledak karena Satu Kalimat
237 Ketakutan Di Bawah Bayang-Bayang Rendra
238 Dendam Darren: Keluarga Dastan Menuai Akibat
239 Ketakutan Keluarga Dastan
240 Ketakutan Lidya
241 Terbongkarnya Kejahatan Lidya
242 Davin Dan Raquel
243 Memberikan Waktu Lagi
244 Informasi Dari Thomas
245 Kenapa Dia Harus Kembali
246 Mereka Bukan Dalang Yang Sebenarnya
247 Rencana Licik di Balik Kontrak Kerjasama
248 Kekesalan Darren Akan Kakak Sulungnya
249 Keterkejutan Talia Dan Keluarganya
250 Dua Video Kebusukan Talia Dan Keluarganya
251 Kesalahpahaman
252 Menolong Ibu Dan Bibinya Qenan!
253 Ketakutan di Rumah Sakit, Informasi Di Telepon
254 Pembalasan Dalam Senyuman
255 Mengajak Bergabung
256 Perubahan Rencana Penculikan dan Bangau Hitam
257 Kabar Mengejutkan Dari Darren
258 Misteri Penyerangan Yang Mengungkap Sebuah Kebenaran
259 Kehancuran Musuh, Masalah Untuk Keluarga
260 CCTV Dan Kalung Hilang
261 Saat Bukti Berbicara
262 Helena!
263 Dendam, Kedamaian, dan Kembali Lagi
264 Kelompok Bayaran vs Para Tangan Ketua Mafia
265 Strategi Untuk Membalas Sang Rival Bisnis
266 Antrian Yang Menghubungkan Hati
267 Kedatangan Helena Dan Bayangan Kecelakaan
268 Kehilangan Kontak Dan Rencana Tertunda
269 Rencana Balas Dendam
270 Sampai Kapan Aku Seperti Ini?
271 Memulai Rencana
272 Menjalankan Rencana
273 Ketenangan Brenda Menghadapi Fitnah
274 Balasan Atas Fitnah Yang Tak Terpuji
275 Rencana Licik Darren Untuk Rafael
276 Balasan Darren Untuk Sang Mantan
277 Dampak Kesalahan
278 Kemarahan Axel Akan Ucapan Kejam Wanita Tua
279 Bujukan Sekaligus Ancaman Dari Darren
280 Kejutan Bahaya Darren Dan Sahabat-sahabatnya
281 Janji Indira Dan Pembalasan Darren Akan Niat Jahat Helena
282 Kedatangan Cezan Argo di Kampus
283 Hukuman Yang Sedang Menunggu
284 Panggilan Yang Mengganggu
285 Kekalahan Rafael dan Identitas Asli Yang Disembunyikan
286 Istri Palsu Dan Rahasia Yang Terbongkar
287 Kemarahan Dari Pemilik Villa
288 Hukuman Penjara
289 Kehancuran Musuh Dan Mata Yang Mengawasi
290 Siapa Dia?
291 Pilihan Antara Anak Atau Keluarga
292 Bahaya Yang Mengancam
293 Kehancuran Helena: Konsekuensi Dari Kesalahan Masa Lalu
294 Kasus Mantan Jenderal Manajer Lama
295 Kekhawatiran Akan Darren
296 Membantu Darren Dari Jerat Balas Dendam Keluarga Hardian
297 Darah Dan Amarah Darren
298 Kabar Duka Dari Celsea
299 Bibi Celsea, Periksa Adikku!
300 Keluarga Jalvin Dan Kondisi Darren
301 Ancaman Menuju Kediaman Utama Smith
302 Membayar Ganti Rugi
303 Keluarga Dan Sahabat Bersatu. Musuh Mulai Terungkap
304 Sebuah Bukti Dan Pelukan Seorang Kakak
305 Ketika Dua Kakak Tertua Turun Tangan
306 Menyelesaikan Pembalasan
307 Rencana Licik Rafael
308 Masalah Di Cafe Dan Memberikan Kesempatan
309 Kekasih Masa Kecil Adnan Akan Datang
310 Jebakan Dan Kedatangan Keluarga Jalvin
311 Darren, Sang Penyelamat Dan Perencana Balasan.
312 Rencana Wanita Misterius
313 Tuduhan Tanpa Bukti dan Balasan Dendam
314 Cerita Sang Manajer Cafe dan Anak-Anak Panti
315 Ancaman Bahaya Dari Kelompok Vogos
316 Menolong Darka
317 Kemarahan Darren dan Keterkejutan Kathleen
318 Menyalahkan Diri Sendiri Hingga Berakhir Pingsan
319 Kesedihan Sekaligus Ketakutan Kathleen
320 Balasan Atas Hinaan
321 Kebenaran di Balik Kasus Kematian Amer
322 Rencana Darren dan Rahasia Keluarga
323 Ketakutan Dilupakan
324 Kelompok DR'GUARD97 dan Kelompok Bruizer
325 Pertemuan Mengubah Segalanya
326 Kabar Baik dan Rencana Yang Akan Digulirkan
327 Amarah Darren dan Penyesalan Elzaro
328 Pengakuan Salah Dan Harapan Deliana
329 Keterkejutan Dua Keluarga Besar Mona
330 Kebahagiaan Adnan Ketika Mendengar Suara Hati Darren
331 Penglihatan Darren Tentang Tristan Dan Delon
332 Tatapan Penuh Dendam
333 Lo Harus Mati, Ical!
334 Rencana Darren Dan Tombol Rahasia
335 Rencana Sempurna Darren: Kebenaran dan Pembalasan
336 Darren Sang Pelindung Keluarga
337 Rahasia, Dukungan Dan Persahabatan
338 Memulai Mendirikan Perusahaan Palsu
339 Menyelamatkan Maico
340 Rencana Balas Dendam dan Janji Kesetiaan
341 Revi, Sang Pelaku!
342 Rencana Jahat Yang Terbongkar
343 Ambisi Yang Menghancurkan
344 Dia Sudah Bebas
345 Video Pertunjukan
346 Ketika Dua Kembar Terbaring Di Ranjang Rumah Sakit
347 Kita Akan Balas Nanti
348 Cinta Delapan Pasangan: Kebahagiaan yang Sempurna
349 Kalian Akan Hancur
350 Bukti Dari Ruben
351 Musuh Berjatuhan Satu Per Satu
352 Berita Di Internet
353 Sikap Percaya Diri Lidya
354 Mempercepat Rencana
355 Berita Kehancuran Keluarga Morella dan Keluarga Santoz
356 Bukti Kecurangan Dua Anggota Kepolisian
357 Kabar Bahagia Dari Darren Untuk Keluarga Mahendra
358 Penangkapan Besar-Besaran
359 Amarah Gilang Dan Darka
360 Kak Davin, Kak Adnan Ulang Tahun Hari Ini!
361 Dendam Berujung Kematian
362 Hukuman Farraz Untuk Dua Anggota Kepolisian
363 Hukuman Untuk Dua Keluarga, Para Pembully Beserta Antek-Anteknya
364 Pertemuan Adnan Dan Mona
365 Perangkap Dibalik Kerjasama
366 Rencana Penculikan Mona
367 Niat Menjebak Menjadi Terjebak
368 Gagal Sebelum Menyentuh Sasaran
369 Keterkejutan Mikano Akan Status Darren
370 Kita Selesaikan Malam Ini
371 Balasan Langsung Dari Dzaky
372 Menunggu Mendapatkan Maaf
373 Kekhawatiran Yang Mendalam
374 Kemarahan Lucas Akan Hilangnya Putrinya
375 Malam Ini Kau Akan Hancur, Lucas Areksa!
376 Memulai Aksi
377 Salah Sangka Yang Mematikan
378 Akhir Dari Segalanya
379 Selesaikan Masalah Panti Tanpa Darren
380 Kekecewaan Darren Terhadap Ayahnya
381 Lo Jual, Gue Beli
382 Tempat Ini Tak Akan Pernah Menjadi Milik Bosmu
383 Menagih Apa Yang Sudah Dijual
384 Kedatangan Fito Dan Kelompok Elit DR'GUARD97
385 Kau Sama Kotornya
386 Aku Serahkan Kepadamu, Fito!
387 Pembalasan Di Balik Jeruji
388 Di Balik Kekhawatiran dan Pertemuan yang Memanas
389 Tidak Ingin Memiliki Hubungan Lagi
390 Indira, Menantuku!
391 Masalah Gedung Panti Asuhan Telah Selesai
392 Kehancuran Dan Penjara Seumur Hidup
393 Gangguan Empat Wanita Angkuh
394 Keterkejutan Enzo Akan Perkataan Darren
395 Perlawanan Dari Keempat Wanita Angkuh
396 Pembalasan Enzo
397 Janji Di Balik Senyum Iblis
398 Di Tengah Keramaian Cafe
399 Fokus Ke Perusahaan
400 Siksaan Dalam Penjara
401 Jalan-Jalan Bersama Kekasih
402 Cerita Allea Tentang Pertemuan Dengan Paman dan Bibinya
403 Pertemuan Kedua Daffa dan Celia
404 Jamuan Bisnis dan Terungkap Dalang Pembunuhan Ayahnya Garvin.
405 Pembalasan Keluarga Keempat Wanita Pembully
406 Kehancuran Keluarga Dari Empat Wanita Paruh Baya
407 Meminta Bantuan Demi Garvin
408 Memutuskan Untuk Pergi Ke Rumah Sakit
409 Kedatangan Indira Ke Rumah Sakit
410 Waktu Bersantai Sebelum Melangkah Lebih Jauh
411 Bantuan Tak Terduga
412 Konsekuensi Perbuatan
413 Kesibukan Dan Kebersamaan
414 Panggilan Yang Menentukan Langkah
415 Kemarahan Sepuluh Anggota Keluarga
416 Gema Bahaya di Pagi Hari
417 Umpan Berdarah
418 Aku Yang Pertama Melakukannya
419 Kehancuran Awal Sepuluh Keluarga Berkuasa
420 Laporan Yang Memicu Kemarahan
421 Ketakutan Yang Nyata
422 Jejak Yang Ditemukan
423 Posisi Yang Mulai Lemah
424 Mohon Dukungan
425 Kebenaran Yang Membawa Kejatuhan
426 Balasan Atas Benih Yang Ditanam
427 Langkah Balasan Yang Disiapkan
428 Peringatan Yang Tak Didengar
429 Waktu yang Tak Menunggu
430 Langkah Pencegahan Demi Keselamatan
431 Ancaman Rehan Terhadap Jericko
432 Gagalnya Penculikan
433 Kelompok Rahasia Dan Rencana Darren
434 Ancaman Bahaya Yang Terungkap
435 Gerakan Tanpa Jejak Dan Tindakan Tegas Pasukan Triad
436 Harga Dari Sebuah Keputusan
437 Tanpa Izin Papa, Aku Tetap Pergi!
438 Langkah Nyata Dan Kepercayaan Yang Terbukti
439 Kebencian Yang Salah Sasaran
440 Bahaya Yang Mengintai
441 Larangan Yang Terbukti
442 Kemarahan Rehan
443 Kemarahan Zolan Dan Penyesalan Jericko
444 Rancangan Balasan Dari Belakang Layar
445 Cerita Dari Herdy Dan Sakti
446 Aksi Penyerangan DR'GUARD97
447 Awal Kehancuran Sang Penipu
448 Merencanakan Pembalasan
449 Sinyal Bahaya Dari Kelompok Gelap
450 Ancaman Nyata
451 Perlindungan Mutlak dan Waktu Pembalasan
452 Jejak Kebenaran dan Rencana Pembalasan
453 Langkah Penentu Balas Dendam
454 Langkah Tepat Darren dan Gerakan Kelima Kelompok Mafia
455 Saingan Bisnis Yang Hancur Terlebih Dahulu
456 Cahaya Setelah Lima Tahun Gelap
457 Penyerangan Terhadap Kelompok Elang dan Garuda
458 Penyerangan Yang Berubah Menjadi Perangkap
459 Amarah Dan Dendam Garvin
460 Jejak Balas Dendam dan Jebakan Terencana
461 Kabar Bahagia dan Penyelesaian Akhir
462 Pertemuan Tak Terduga di Jalan Raya
463 Hati Yang Kembali Damai
464 Ancaman Yang Tak Terduga Dan Langkah Perlindungan Darren
465 Kedatangan Kesepuluh Anggota Keluarga Ke Kampus
Episodes

Updated 465 Episodes

1
Bab 1
2
2. Kritisnya Oma Vidya
3
Bab 3
4
Pembalasan Langsung Untuk Wanita Sombong
5
Jawaban Asal Darren
6
Flashdisk
7
Kesalahpahaman Darren
8
Kekecewaan Gilang Dan Darka
9
Pergi Menolong
10
Video Gilang Dan Darka
11
Kedatangan Bima Sang Sopir
12
Ucapan Kejam Darren
13
Telepon Dari Andrean
14
Tangis Penyesalan Erland Dan Keempat Putra Tertuanya
15
Niat Jahat Riyo
16
Membahas Masalah Perusahaan Venus
17
Tetap Pada Rencana
18
Batalkan Penandatanganan Kontrak Itu
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Membalikkan Keadaan
23
Bab 23
24
Kekecewaan Serta Kemarahan Gilang Dan Darka
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Detik-Detik Kehancuran Keluarga Wina
28
Keterkejutan Sahabatnya Danar, Satria dan Rama
29
Perubahan Warna Bola Mata Darren
30
Kemarahan Sosok Rendra
31
Kalian Sudah Menghancurkan Hatiku, Jiwaku, Dan Mentalku
32
Kemarahan Jerry Terhadap Pengendara Motor
33
Ucapan Dan Tatapan Intimidasi Darren
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Jika Aku Mati, Maka Keponakanmu Juga Ikut Mati
37
Memulai Pembalasan
38
Luapan Kemarahan Darren
39
Bab 39
40
Mama, Aku Sudah Membalaskan Kematianmu!
41
Perdebatan Antara Darren Dan Dylan
42
Bab 42
43
Memberikan Kesempatan
44
Keterkejutan Andra
45
Putuskan Dia!
46
Bagaimana Pun Kalian Adalah Keluarga Kandungku
47
Telepon Dari Evan Odelia
48
Pengakuan Davin
49
Luapan Kemarahan Davin
50
Bab 50
51
Susu Coklat
52
Ingatan Davin Tentang Janjinya
53
Mati Atau Menyerah
54
Kekesalan Darren Di Pagi Hari
55
Kami Tidak Pernah Takut Pada Siapa Pun
56
Rekaman Cctv Yang Sebenarnya
57
Bab 57
58
Kedatangan Rekan Kerja
59
Bab 59
60
Ancaman Darren
61
Para Pengganggu
62
Kakak Resmi Menjadi Mahasiswa Universitas Negeri Hamburg
63
Kemarahan Darren Terhadap Keluarganya
64
Terpaksa Melakukan Hal Itu
65
Video Call Darren Dan Brenda
66
66. Apa Boleh Aku Meminta Sesuatu?
67
Bab 67
68
68. Meminta Bantuan
69
Bab 69
70
70. Kilas Balik Obrolan Badri Dengan Erland
71
71. Karyawan Curang
72
72. Pemecatan
73
Membuktikan Ucapan
74
74. Video Call
75
75. Keterkejutan Andra Mengetahui Alasan Dia Dilarang Keluar Rumah
76
Bab 76
77
77. Teriakan Kesakitan Di Dalam Penjara
78
78. Kemarahan Besar Andra
79
79. Janji Tulus Erland Dan Keempat Putra Tertuanya
80
80. Kabar Hilangnya Brenda Dan Ketujuh Sahabat-Sahabatnya
81
81. Mendapatkan Petunjuk
82
82. Keterkejutan Anggota Keluarga Wilson
83
83. Mendapatkan Lokasi
84
Bab 84
85
85. Dendam Darren
86
86. Memulai Perencanaan
87
87. Mulai Bertindak
88
88. Memperlihatkan Bukti
89
89. Sikap Kurang Ajar Tiga Wanita Muda
90
90. Kesombongan Menghancurkan Segalanya
91
91. Mengetahui Si Penelpon Misterius 1
92
Bab 92
93
93. Dua Anggota Organisasi Yang Curang
94
94. Turuti Permintaanku
95
95. Keterkejutan Darren Akan Informasi Dari Andrean
96
96. Aku Menemukanmu, Samuel Frederick!
97
Bab 97
98
98. Balasan Brenda Dan Keterkejutan Viviana
99
Bab 99
100
100. Kambuh
101
101. Aku Rindu Mama
102
102. Mengetahui Fakta Tentang Darren
103
103. Nasehat Gustavo Untuk Samuel
104
104. Pembalasan Untuk Pembully
105
105. Kedatangan Anggota Keluarga Pembully
106
106. Kalian Sudah Salah Datang Kesini
107
107. Rendra, Cukup!
108
108. Ancaman Viviana Dibalas Ancaman Yang Sama
109
109. Senjata Makan Tuan
110
110. Menceritakan Tentang Celina
111
111. Balasan Erland Dan Davin
112
112. Penyesalan Celina
113
113. Kemarahan Carissa Terhadap Celina
114
114. Mendamaikan Kedua Bibi
115
115. Bukan Mereka, Tapi Kalian!
116
116. Jangan Berangkat Besok, Berangkatlah Lusa!
117
117. Video Call
118
118. Kedatangan Kedelapan Anggota Keluarga
119
119. Ucapan Dan Tindakan
120
120. Kemarahan Yang Mengerikan
121
121. Kemarahan Sosok Rendra
122
122. Cerita Agneta Tentang Kesedihan Kakak Perempuannya
123
Bab 123.
124
124. Kebahagiaan Dan Ucapan Terima Kasih Marco
125
125. Mengajarkan Bela Diri
126
126. Keterkejutan Keluarga Mandala
127
127. Raffad Mandala
128
128. Video Kebenaran Tentang Sifat Asli Raffad
129
Bab 129
130
130. Mengetahui Lokasi Keberadaan Raffad
131
131. Pengakuan Dari Tangan Kanan Raffad
132
132. Video Tentang Sikap Buruk Raffad
133
133. Botol Minuman
134
134. Pembalasan Pertama Dari Raffad
135
135. Violin Dimana?!
136
136. Pembalasan Celina
137
137. Kemarahan Raffad Terhadap Ibu Tirinya
138
138. Alasan Raffad Memberikan Hukuman Penjara
139
139. Kangen Masa Lalu
140
140. Rencana Mengedit Video
141
Menyelamatkan Seorang Gadis Kecil Dan Pengasuhnya
142
Tangisan Violin Dan Raffad
143
Menceritakan Tentang Anin
144
Kesempatan Terakhir
145
Laporan Dari Jason
146
Aku Tunggu Kedatangan Kalian
147
Mempersiapkan Sesuatu
148
Kedatangan Samuel
149
Permintaan Maaf Dari Samuel
150
Membahas Rencana Pembalasan
151
Permintaan
152
Kemarahan Lucca
153
Keterkejutan Darren Mendengar Perintah Dari Enzo
154
Bersiap Untuk Perang
155
Bunuh Mereka semuanya!
156
Bukan Mereka Lawan Kalian, Tapi Aku!
157
Keterkejutan Dan Ketakutan Kedelapan Pria Itu
158
Hukuman Penjara Seumur Hidup
159
Kelisan Kejadian Tentang Wilona
160
Terbukti Akan Apa Yang Diminta Oleh Darren
161
Memberikan Pertolongan Kepada Seorang Pria
162
Bab 162
163
Pertemuan Evan Dan Agneta Dengan Sahabatnya
164
Bab 164
165
Cerita Dari Wilona
166
Cerita Wilona Tentang Tiga Sahabat Barunya
167
Bab 167
168
Ucapan Dan Ancaman Darren
169
Ingatan Darren Tentang Ibunya
170
Igauan Darren
171
Sesuai Yang Diharapkan
172
Kilas Balik Pertemuan Darren Dengan Wanita Mirip Ibunya
173
Merencanakan Untuk Membawa Pulang Sang Paman
174
Membagi Tugas
175
Keterkejutan Darren Akan Identitas Asli Wanita Mirip Ibunya
176
Membawa Pulang Divo Ke Jerman
177
Cerita Tentang Belva Yang Menguras Air Mata
178
Menceritakan Tentang Saloma
179
Membawa Pulang Vendra
180
Kebahagiaan Vendra
181
Bab 181
182
Pertemuan Ayah Dan Anak
183
Kedatangan Tiga Tangan Kanannya Dave Ke Rumah Saloma
184
Ikut Pulang Ke Jerman Bersama Tiga Orang Pria
185
Kabar Dari Gavin
186
Telepon Dari Ella
187
Bayi Kembar
188
Tiga Pembeli Kekayaan Ernest
189
Keterkejutan Indira
190
Keterkejutan Anggota Keluarga
191
Kebahagiaan Keluarga Garcia
192
Menceritakan
193
Cerita Indira Tentang Kedua Anaknya
194
Menunda Pernikahan
195
Kedatangan Maico Dan Allea
196
Keterkejutan Indira Mendengar Suara Hati Darren
197
Penampakan Mansion Mewah
198
Video Tentang Alasan Ahli Waris
199
Keterkejutan Ella Akan Ucapan Dari Darren
200
Kebenaran Yang Terbongkar
201
Pengumuman
202
Penyesalan Ella
203
Hanya Kesalahpahaman
204
Membantu Lizi
205
Memulai Rencana
206
Balasan Dari Rangga
207
Keterkejutan Rayan Akan Informasi Dari Kepercayaannya
208
Nanan!
209
Kilas Balik Kejadian Di Cafe
210
Kesakitan Darren
211
Pengakuan Dua Dokter Kandungan
212
Pertemuan Rayan Dengan Indira
213
Kita Yang Terlebih Dahulu Melakukannya
214
Keterkejutan Lizi
215
Bab 213
216
Papi... Hiks!
217
Keterkejutan Kimmy
218
Penampakan Ruang Tengah Dan Ruang Tamu
219
Penampakan Perusahaan
220
Isak Tangis Keluarga Dilbara
221
Pembalasan Yang Setimpal
222
Pertemuan Lizi Dengan Mitha
223
Membahas Tentang Fransisco Dan Anin
224
Kekesalan Adnan Akan Suara Hati Adiknya
225
Kekesalan Davin Akan Suara Hati Adiknya
226
Talia, Sang Mantannya Davin!
227
Pembalasan Lizi Pada Mantan Ibu Tirinya
228
Ucapan Kekecewaan Ferlian Dan Alinka
229
Rencana Busuk Keluarga Talia
230
Batu Pecahan Berlian
231
Ini Lukisan Asli
232
Informasi Dari Thomas
233
Aku Menemukanmu
234
Ancaman Kakak Sulungnya Laura
235
Kemarahan Davin Terhadap Talia
236
Kemarahan Darren Meledak karena Satu Kalimat
237
Ketakutan Di Bawah Bayang-Bayang Rendra
238
Dendam Darren: Keluarga Dastan Menuai Akibat
239
Ketakutan Keluarga Dastan
240
Ketakutan Lidya
241
Terbongkarnya Kejahatan Lidya
242
Davin Dan Raquel
243
Memberikan Waktu Lagi
244
Informasi Dari Thomas
245
Kenapa Dia Harus Kembali
246
Mereka Bukan Dalang Yang Sebenarnya
247
Rencana Licik di Balik Kontrak Kerjasama
248
Kekesalan Darren Akan Kakak Sulungnya
249
Keterkejutan Talia Dan Keluarganya
250
Dua Video Kebusukan Talia Dan Keluarganya
251
Kesalahpahaman
252
Menolong Ibu Dan Bibinya Qenan!
253
Ketakutan di Rumah Sakit, Informasi Di Telepon
254
Pembalasan Dalam Senyuman
255
Mengajak Bergabung
256
Perubahan Rencana Penculikan dan Bangau Hitam
257
Kabar Mengejutkan Dari Darren
258
Misteri Penyerangan Yang Mengungkap Sebuah Kebenaran
259
Kehancuran Musuh, Masalah Untuk Keluarga
260
CCTV Dan Kalung Hilang
261
Saat Bukti Berbicara
262
Helena!
263
Dendam, Kedamaian, dan Kembali Lagi
264
Kelompok Bayaran vs Para Tangan Ketua Mafia
265
Strategi Untuk Membalas Sang Rival Bisnis
266
Antrian Yang Menghubungkan Hati
267
Kedatangan Helena Dan Bayangan Kecelakaan
268
Kehilangan Kontak Dan Rencana Tertunda
269
Rencana Balas Dendam
270
Sampai Kapan Aku Seperti Ini?
271
Memulai Rencana
272
Menjalankan Rencana
273
Ketenangan Brenda Menghadapi Fitnah
274
Balasan Atas Fitnah Yang Tak Terpuji
275
Rencana Licik Darren Untuk Rafael
276
Balasan Darren Untuk Sang Mantan
277
Dampak Kesalahan
278
Kemarahan Axel Akan Ucapan Kejam Wanita Tua
279
Bujukan Sekaligus Ancaman Dari Darren
280
Kejutan Bahaya Darren Dan Sahabat-sahabatnya
281
Janji Indira Dan Pembalasan Darren Akan Niat Jahat Helena
282
Kedatangan Cezan Argo di Kampus
283
Hukuman Yang Sedang Menunggu
284
Panggilan Yang Mengganggu
285
Kekalahan Rafael dan Identitas Asli Yang Disembunyikan
286
Istri Palsu Dan Rahasia Yang Terbongkar
287
Kemarahan Dari Pemilik Villa
288
Hukuman Penjara
289
Kehancuran Musuh Dan Mata Yang Mengawasi
290
Siapa Dia?
291
Pilihan Antara Anak Atau Keluarga
292
Bahaya Yang Mengancam
293
Kehancuran Helena: Konsekuensi Dari Kesalahan Masa Lalu
294
Kasus Mantan Jenderal Manajer Lama
295
Kekhawatiran Akan Darren
296
Membantu Darren Dari Jerat Balas Dendam Keluarga Hardian
297
Darah Dan Amarah Darren
298
Kabar Duka Dari Celsea
299
Bibi Celsea, Periksa Adikku!
300
Keluarga Jalvin Dan Kondisi Darren
301
Ancaman Menuju Kediaman Utama Smith
302
Membayar Ganti Rugi
303
Keluarga Dan Sahabat Bersatu. Musuh Mulai Terungkap
304
Sebuah Bukti Dan Pelukan Seorang Kakak
305
Ketika Dua Kakak Tertua Turun Tangan
306
Menyelesaikan Pembalasan
307
Rencana Licik Rafael
308
Masalah Di Cafe Dan Memberikan Kesempatan
309
Kekasih Masa Kecil Adnan Akan Datang
310
Jebakan Dan Kedatangan Keluarga Jalvin
311
Darren, Sang Penyelamat Dan Perencana Balasan.
312
Rencana Wanita Misterius
313
Tuduhan Tanpa Bukti dan Balasan Dendam
314
Cerita Sang Manajer Cafe dan Anak-Anak Panti
315
Ancaman Bahaya Dari Kelompok Vogos
316
Menolong Darka
317
Kemarahan Darren dan Keterkejutan Kathleen
318
Menyalahkan Diri Sendiri Hingga Berakhir Pingsan
319
Kesedihan Sekaligus Ketakutan Kathleen
320
Balasan Atas Hinaan
321
Kebenaran di Balik Kasus Kematian Amer
322
Rencana Darren dan Rahasia Keluarga
323
Ketakutan Dilupakan
324
Kelompok DR'GUARD97 dan Kelompok Bruizer
325
Pertemuan Mengubah Segalanya
326
Kabar Baik dan Rencana Yang Akan Digulirkan
327
Amarah Darren dan Penyesalan Elzaro
328
Pengakuan Salah Dan Harapan Deliana
329
Keterkejutan Dua Keluarga Besar Mona
330
Kebahagiaan Adnan Ketika Mendengar Suara Hati Darren
331
Penglihatan Darren Tentang Tristan Dan Delon
332
Tatapan Penuh Dendam
333
Lo Harus Mati, Ical!
334
Rencana Darren Dan Tombol Rahasia
335
Rencana Sempurna Darren: Kebenaran dan Pembalasan
336
Darren Sang Pelindung Keluarga
337
Rahasia, Dukungan Dan Persahabatan
338
Memulai Mendirikan Perusahaan Palsu
339
Menyelamatkan Maico
340
Rencana Balas Dendam dan Janji Kesetiaan
341
Revi, Sang Pelaku!
342
Rencana Jahat Yang Terbongkar
343
Ambisi Yang Menghancurkan
344
Dia Sudah Bebas
345
Video Pertunjukan
346
Ketika Dua Kembar Terbaring Di Ranjang Rumah Sakit
347
Kita Akan Balas Nanti
348
Cinta Delapan Pasangan: Kebahagiaan yang Sempurna
349
Kalian Akan Hancur
350
Bukti Dari Ruben
351
Musuh Berjatuhan Satu Per Satu
352
Berita Di Internet
353
Sikap Percaya Diri Lidya
354
Mempercepat Rencana
355
Berita Kehancuran Keluarga Morella dan Keluarga Santoz
356
Bukti Kecurangan Dua Anggota Kepolisian
357
Kabar Bahagia Dari Darren Untuk Keluarga Mahendra
358
Penangkapan Besar-Besaran
359
Amarah Gilang Dan Darka
360
Kak Davin, Kak Adnan Ulang Tahun Hari Ini!
361
Dendam Berujung Kematian
362
Hukuman Farraz Untuk Dua Anggota Kepolisian
363
Hukuman Untuk Dua Keluarga, Para Pembully Beserta Antek-Anteknya
364
Pertemuan Adnan Dan Mona
365
Perangkap Dibalik Kerjasama
366
Rencana Penculikan Mona
367
Niat Menjebak Menjadi Terjebak
368
Gagal Sebelum Menyentuh Sasaran
369
Keterkejutan Mikano Akan Status Darren
370
Kita Selesaikan Malam Ini
371
Balasan Langsung Dari Dzaky
372
Menunggu Mendapatkan Maaf
373
Kekhawatiran Yang Mendalam
374
Kemarahan Lucas Akan Hilangnya Putrinya
375
Malam Ini Kau Akan Hancur, Lucas Areksa!
376
Memulai Aksi
377
Salah Sangka Yang Mematikan
378
Akhir Dari Segalanya
379
Selesaikan Masalah Panti Tanpa Darren
380
Kekecewaan Darren Terhadap Ayahnya
381
Lo Jual, Gue Beli
382
Tempat Ini Tak Akan Pernah Menjadi Milik Bosmu
383
Menagih Apa Yang Sudah Dijual
384
Kedatangan Fito Dan Kelompok Elit DR'GUARD97
385
Kau Sama Kotornya
386
Aku Serahkan Kepadamu, Fito!
387
Pembalasan Di Balik Jeruji
388
Di Balik Kekhawatiran dan Pertemuan yang Memanas
389
Tidak Ingin Memiliki Hubungan Lagi
390
Indira, Menantuku!
391
Masalah Gedung Panti Asuhan Telah Selesai
392
Kehancuran Dan Penjara Seumur Hidup
393
Gangguan Empat Wanita Angkuh
394
Keterkejutan Enzo Akan Perkataan Darren
395
Perlawanan Dari Keempat Wanita Angkuh
396
Pembalasan Enzo
397
Janji Di Balik Senyum Iblis
398
Di Tengah Keramaian Cafe
399
Fokus Ke Perusahaan
400
Siksaan Dalam Penjara
401
Jalan-Jalan Bersama Kekasih
402
Cerita Allea Tentang Pertemuan Dengan Paman dan Bibinya
403
Pertemuan Kedua Daffa dan Celia
404
Jamuan Bisnis dan Terungkap Dalang Pembunuhan Ayahnya Garvin.
405
Pembalasan Keluarga Keempat Wanita Pembully
406
Kehancuran Keluarga Dari Empat Wanita Paruh Baya
407
Meminta Bantuan Demi Garvin
408
Memutuskan Untuk Pergi Ke Rumah Sakit
409
Kedatangan Indira Ke Rumah Sakit
410
Waktu Bersantai Sebelum Melangkah Lebih Jauh
411
Bantuan Tak Terduga
412
Konsekuensi Perbuatan
413
Kesibukan Dan Kebersamaan
414
Panggilan Yang Menentukan Langkah
415
Kemarahan Sepuluh Anggota Keluarga
416
Gema Bahaya di Pagi Hari
417
Umpan Berdarah
418
Aku Yang Pertama Melakukannya
419
Kehancuran Awal Sepuluh Keluarga Berkuasa
420
Laporan Yang Memicu Kemarahan
421
Ketakutan Yang Nyata
422
Jejak Yang Ditemukan
423
Posisi Yang Mulai Lemah
424
Mohon Dukungan
425
Kebenaran Yang Membawa Kejatuhan
426
Balasan Atas Benih Yang Ditanam
427
Langkah Balasan Yang Disiapkan
428
Peringatan Yang Tak Didengar
429
Waktu yang Tak Menunggu
430
Langkah Pencegahan Demi Keselamatan
431
Ancaman Rehan Terhadap Jericko
432
Gagalnya Penculikan
433
Kelompok Rahasia Dan Rencana Darren
434
Ancaman Bahaya Yang Terungkap
435
Gerakan Tanpa Jejak Dan Tindakan Tegas Pasukan Triad
436
Harga Dari Sebuah Keputusan
437
Tanpa Izin Papa, Aku Tetap Pergi!
438
Langkah Nyata Dan Kepercayaan Yang Terbukti
439
Kebencian Yang Salah Sasaran
440
Bahaya Yang Mengintai
441
Larangan Yang Terbukti
442
Kemarahan Rehan
443
Kemarahan Zolan Dan Penyesalan Jericko
444
Rancangan Balasan Dari Belakang Layar
445
Cerita Dari Herdy Dan Sakti
446
Aksi Penyerangan DR'GUARD97
447
Awal Kehancuran Sang Penipu
448
Merencanakan Pembalasan
449
Sinyal Bahaya Dari Kelompok Gelap
450
Ancaman Nyata
451
Perlindungan Mutlak dan Waktu Pembalasan
452
Jejak Kebenaran dan Rencana Pembalasan
453
Langkah Penentu Balas Dendam
454
Langkah Tepat Darren dan Gerakan Kelima Kelompok Mafia
455
Saingan Bisnis Yang Hancur Terlebih Dahulu
456
Cahaya Setelah Lima Tahun Gelap
457
Penyerangan Terhadap Kelompok Elang dan Garuda
458
Penyerangan Yang Berubah Menjadi Perangkap
459
Amarah Dan Dendam Garvin
460
Jejak Balas Dendam dan Jebakan Terencana
461
Kabar Bahagia dan Penyelesaian Akhir
462
Pertemuan Tak Terduga di Jalan Raya
463
Hati Yang Kembali Damai
464
Ancaman Yang Tak Terduga Dan Langkah Perlindungan Darren
465
Kedatangan Kesepuluh Anggota Keluarga Ke Kampus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!