"Sial!"
Bagas mengepalkan ponselnya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Foto Sarah yang terikat dan Thalia yang terbaring lemah seolah menusuk tepat ke jantungnya.
Ruangan mendadak hening.
Para polisi yang berada di sana langsung menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
"Ada apa, Pak Bagas?" tanya salah satu polisi.
Namun Bagas tidak langsung menjawab. Matanya masih terpaku pada layar. Lalu tanpa banyak bicara, ia berbalik dan berjalan keluar ruangan.
"Pak Bagas!" panggil polisi itu lagi.
Bagas baru berhenti.
"Eksekusi ternyata harus lebih cepat Pak. Hari ini juga saya ingin keluarga Diharja tamat."
Bagas berjalan cepat menuju parkiran.
Begitu sampai di dalam mobil, ia langsung menghubungi seseorang. Nada sambung terdengar beberapa kali. Sampai akhirnya panggilan terangkat.
"Bagaimana?" tanya Bagas dingin.
Di seberang sana terdengar suara Raska. "Semua rencana keluarga Diharja sudah saya kirim ke Tuan."
Bagas langsung mengembuskan napas panjang. Namun sedetik kemudian wajahnya mengeras. "Tapi kenapa kamu menculik istri saya tanpa diskusi dulu, HAH?!"
Raska terdiam, gugup. Lidahnya keluar, kedua lutut juga bergetar. "Maaf, Tuan. Saya hanya menuruti perintah Nyonya Farah agar tidak ketahuan. Kan Tuan Bagas juga yang menyuruh saya berpura-pura berpihak pada keluarga Diharja untuk mengungkap kelakuan busuk mereka."
"Bukan berarti kamu bisa langsung bergerak sendiri, Raska! Masalah kamu yang berkhianat pada Bunda saya saja masih saya tangguhkan hukuman untuk kamu. Berani-beraninya!"
"Huwaaa, Maaf, Tuan. Maaf....Ampun," raung Raska panik.
Bagas memejamkan mata. Emosinya sebenarnya sudah di ujung tanduk. Namun sekarang bukan waktunya untuk marah.
Bagas menghela napas.
"Sudahlah. Lanjutkan rencana berikutnya."
Di seberang sana Raska langsung mengangguk sigap, "Baik."
"Kali ini kita habisi keluarga Diharja."
"Siap, Tuan."
Panggilan terputus. Bagas lalu menatap layar ponselnya lagi. Pesan dari Farah kembali masuk.
Bagaimana Mas?
Mau pilih istri atau anak?
Atau mau pi…
Godaan Sang Pembantu Baru
BAB 81 Akhirnya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments