Setelah masuk rumah. Alan memeriksa kamar Yola.
Ceklek...
Tidak dikunci? Ceroboh sekali dia!
Kepalanya melongok ke dalam. Mengintip penghuni di dalam kamar itu.
Terdengar dengkuran keras. Lalu Alan masuk, mendekati Yola yang tidur tengkurap sambil memeluk guling.
Dia duduk di samping Yola.
"Heh...Alan... Dasar!" teriak Yola sambil menunjuk.
Alan kaget, dia pikir dirinya masuk diam-diam ke dalam kamar diketahui Yola.
Lalu terdengar dengkuran Yola, lagi.
Alan menghembuskan napas lega. Ternyata hanya mengigau. Dirinya tersenyum melihat fakta di depannya.
Sedikit demi sedikit Alan sudah mulai mengenal Yola. Bahkan tingkah gadis itu kadang di luar dugaan.
Yola memiliki sisi unik yang selama ini belum pernah dia temui pada gadis manapun.
Apakah Alan terpesona oleh Yola?
Tidak, tidak. Alan menepis pikirannya. Dia hanya mengagumi sosok Yola yang kuat dan tegar.
Alan dan Yola memiliki nasib yang sama saat ini. Tidak punya orang tua yang memerhatikan bagaimana nasib mereka.
Bagi Alan, mungkin itu sudah tidak perlu. Tapi bagaimana dengan Yola, yang dinilai masih baru saja memasuki dunia dewasa.
Dua puluh tahun, masa peralihan remaja ke dewasa. Bukankah seharusnya ada tempatnya untuk mencurahkan isi hati.
Maka dari itu Alan siap menerima segala keluh kesah Yola. Menganggapnya seperti adik sendiri.
Ya, adik. Tidak lebih.
Kembali Alan menatap Yola yang masih tidur pulas. "Dasar!" gumamnya, sambil mengacak-acak rambut Yola. Menyelimuti tubuh Yola agar tidak kedinginan.
Kemudian beranjak keluar, sebelum itu dia mematikan lampu kamar Yola.
.
.
.
.
Malam sekitar pukul 01.15 WIB.
Yola terbangun karena mimpi. Di dalam mimpinya dia bertemu dengan kedua orang tuanya.
Mereka berpesan agar Yola selalu semangat dalam menjalani hidup.
Apapun yang terjadi Yola harus kuat. Melepaskan semua dendam dan amarah dalam dirinya. Menghilangkan kesedihan di dalam hati dan mencari kebahagiaan dalam hidupnya.
Yola menangis dalam diam. Ingin rasanya dia ikut dengan kedua orang tuanya.
Klootaakk.....
Sebu…
Bridesmaid Menjadi Pengantin
Horor
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 114 Episodes
Comments