Dalam diam, sekelebat ingatan Yola tentang RY galleri, lukisan, Riza, Betty, Riri, Lisa, lalu kembali lagi ke lukisan besar yang waktu itu dilihatnya di ruang galeri. Membuka matanya selebar mungkin. Sadar jarak Alan sudah sampai di depan hidungnya, buru-buru Yola menampar keras pipi Alan.
Plakk....
Alan mematung kecewa, perasaan ditolak berkali-kali oleh Yola membuatnya terdiam. Pipinya pun terasa panas.
"N....n....nyamuknya gede banget!" Yola langsung berdiri. Bingung mau pergi kemana. Otak Yola ngeblank sesaat. Mencari sesuatu, tapi apa ya. Jantungnya pun tambah berdegup begitu keras.
Hingga Yola memutuskan untuk ke dapur, dengan langkah kaki yang super cepat.
Sampai di sana dia membuka kulkas, meminum air dingin dan juga memakan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Apel, potongan semangka, melon dan juga berbagai makanan lain yang disimpan.
Siapa tahu dengan makan dan minum yang banyak bisa menetralkan degup jantungnya.
Tangan Yola terasa kebas, Akibat menampar Alan terlalu keras. Bahkan lebih keras daripada waktu itu, saat mertuanya iseng meletakkan cicak di kasur Yola.
Baru saja beberapa suapan memenuhi mulut Yola, tiba-tiba Alan sudah berdiri di belakangnya. Dengan jarak yang tidak begitu jauh.
Yola tahu itu, dia menghentikan kegiatannya. Kemudian berbalik badan. Melihat pipi Alan tampak merah karena tamparannya tadi, Yola merasa kasihan. Tapi kan Alan kurang ajar, gituan gak minta izin.
Yola mundur selangkah, Alan pun maju selangkah. Makin mundur Yola, makin Alan menambah langkah kakinya untuk mendekat.
Yola panik, makanan yang ada ditangannya diletakkan di meja dapur begitu saja.
Tangannya aktif mencari sesuatu. Sedangkan Alan, entah dengan tatapan yang bagaimana. Dia tetap melangkahkan kakinya mendekat ke Yola.
"Jangan mendekat" Yola memperingatkan Alan.
Tapi Alan tidak mengindahkan perkataan Yola. Kini dia pun sudah tepat berada di depan Yola. Dengan sigap tangan Yola tadi berhasil meraih sebuah pisau. Kemudian diayunkan dekat leher Alan.
"Aku bilang ja…
Bridesmaid Menjadi Pengantin
Sesuatu Yang Gagal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 114 Episodes
Comments
Faulinsa
Lan... karena cinta bukan butuh tampang semata..
Yah, anggap saja tamparan itu tanda cinta... 😌😌😌😌😌
2021-03-01
3
Rini°°kita°°mardiana
Alan Alan ckckck
2021-03-01
2
Mulyati Vhalza
Alan oh Alan...semoga keberuntungan berpihak kpdmu
2021-03-01
1