Sementara itu, di ruang keluarga rumah van der Spoel, Martin berbaring di sofa panjang dengan kepala di pangkuan ibunya.
Helena dengan lembut mengompres tulang pipi putranya yang membengkak dan membiru akibat pukulan Soedarsono.
"Aku tidak mau pergi, Mama," bisik Martin dengan suara serak. "Aku tidak bisa meninggalkan Sumi sendiri menanggung semuanya."
Helena menghela napas, tangannya terus mengusap rambut putranya yang sudah mulai memanjang. "Martin, Papa sangat marah. Skandal ini bisa menghancurkan reputasi keluarga kita."
"Tapi bagaimana dengan Sumi?" desak Martin, mata birunya yang memar menatap ibunya dengan penuh harap. "Dia kehilangan segalanya karena aku. Aku harus bertanggung jawab."
"Martin–"
"Mama satu-satunya yang bisa membujuk Papa," potong Martin. "Hanya Mama yang bisa membuatnya mengerti."
Helena terdiam, jujur ia tak ingin berpisah dengan putranya lagi. Ketika Martin belajar di Belanda, perempuan paruh baya itu sangat merindukan anak tunggalnya itu. Tapi suaminya sangat marah, dan ia tahu Johan punya alasan yang kuat untuk khawatir.
Tiba-tiba seorang pelayan mengetuk pintu. "Permisi, Nyonya. Tuan meminta Nyonya menemui beliau di ruang kerja."
Helena menepuk-nepuk bahu Martin. "Mama harus menemui Papa dulu. Istirahatlah."
Di ruang kerja yang dipenuhi asap cerutu, Johan berdiri memunggungi pintu ketika Helena masuk. Pria itu tampak muram, bahunya membungkuk seperti menanggung beban berat.
"Johan?" panggil Helena lembut.
Johan berbalik, wajahnya menunjukkan kelelahan yang luar biasa. "Helena, ada yang tidak beres dengan putra kita."
Helena mengerutkan dahi. "Maksudmu?"
"Seharusnya saat Martin menulis surat dari Belanda bahwa ia terus bermimpi buruk, kita memanggil lagi Pendeta Cornelis yang dulu membebaskan keluarga kita dari kutukan Kedung Wulan," ucap Johan dengan suara bergetar.
Ia berjalan ke jendela, menatap ke arah hutan di kejauhan. "Aku mengira setelah tiga puluh tahun berlalu, semua sudah selesai. Tapi nyatanya tidak. Kutukan itu hanya s…
Gerbang Tanah Basah: Garwo Padmi Dan Bisikan Malam Terlarang
Pendeta Cornelis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 125 Episodes
Comments
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
oalaah itu memang abdi dalem nya Sumi dari gadis to.. kirain abdi nya si ndoro mas 😌 jangan senang dulu Sumi, mereka dikirim bukan sebagai bentuk kepedulian tapi untuk mengawasi 👀 kamu 😋
2025-05-29
2
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
setidaknya harta yg di bawa ndoro ayu Sumi ,
yg awal mula menikah di berikan kembali hak nya ,
Maruk ndunyo Raden Soedarsono..
sdh menuntut 5 rebu gulden ,atas pencemaran nama baiknya ,
toh yang menderita disini jatuhnya ke ndoro ayu Sumi ,
2025-05-29
1
nn.maria
padahal harus nya harta sebelum menikah itu milik sendiri kenapa harus d simoan d tempat suami kita kan kadang ga tau akan kejadian buruk d masa depan
2025-05-29
0