Pendeta tengik, Pikir Martin.
Pendeta itu punya kemampuan spiritual yang tajam. Jika ada yang bisa mendeteksi kehadirannya di tubuh Martin, itu dia.
"Aku masih lelah," Martin tiba-tiba berdiri, tapi gerakannya terkontrol, halus. "Aku ingin istirahat di kamar."
"Tapi sarapanmu belum habis, Sayang," Helena menunjuk piring yang masih penuh.
"Aku tidak berselera, Mama." Martin mundur dari meja. "Permisi."
Dia berjalan keluar dengan langkah yang sedikit tergesa. Sumi dan Helena saling pandang.
"Dia takut," bisik Sumi.
"Ya," Helena mengangguk pelan. "Sangat takut pada Bruder Andreas."
Kamar Martin - Siang Hari
Martin berbaring di tempat tidur dengan mata terbuka, menatap langit-langit. Pikirannya sibuk mencari solusi.
Bruder Andreas akan tiba sore ini. Pendeta itu pasti akan langsung memeriksa Martin, menanyakan keadaannya atau apapun. Dan dengan kemampuan spiritualnya yang tajam...
"Tidak," gumamnya. "Aku tidak boleh bertemu dia."
Tapi bagaimana caranya? Pura-pura sakit? Terlalu mencurigakan. Kabur? Mustahil dengan penjagaan seketat ini. Dia tidak punya alasan untuk pergi.
TOK TOK TOK.
"Tuan Martin?" suara Willem dari luar. "Makan siang sudah siap."
Waktu tak terasa berlalu, hari sudah siang. Martin menoleh ke arah jam, tapi belum juga ia mendapatkan ide.
"Aku tidak lapar," jawabnya tanpa bangkit.
"Nyonya Helena berkata Tuan harus makan. Untuk kesehatan."
Martin menggeram frustrasi. Di tubuh lamanya, dia bisa berhari-hari tanpa makan. Tapi tubuh manusia ini benar-benar menyebalkan, pikirnya. Belum lagi orang-orang di sekitar Martin yang suka mengatur.
"Bawa saja ke sini," perintahnya akhirnya.
Terdengar langkah Willem pergi, dan tak berselang lama, ia masuk dengan nampan, Martin pura-pura tidur.
Mantan tentara itu meletakkan makanan di meja samping tempat tidur, lalu keluar tanpa suara. Martin membuka mata, perutnya memang lapar.
Sambil makan dengan lahap, dia terus memikirkan rencana. Harus ada cara menghindari Bruder Andreas. Apapun itu, bahkan jika harus melenyapkanny…
Gerbang Tanah Basah: Garwo Padmi Dan Bisikan Malam Terlarang
Saran Bruder Andreas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 125 Episodes
Comments
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
ayo adu cerdik, adu akal, adu siasat dan adu cepat Ki Jayeng..
sudah merasa di atas angin dengan menguasai tubuh Martin, sayang otaknya blm di upgrade 🤭😆
2025-07-20
3
Somini
semoga semua lancar,tak ada aral yang melintang yang menghalangi survei di kedung wulan.
Bulan mati ,angin kering dan tanah basah berbau lumpur akan tenang ,energi negatif terkunci sempurna...
Di dalam tubuh Martin ,Ki jayeng merana dan tersiksa
2025-07-20
1
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
tepat brudeers , sementara Ki Jayeng Rana akan merasa frustasi krnn terpenjara di rumah Johan ,
dia kira akan hidup nyaman seperti perkiraannya , .
kelicikan harus di kalahkan dgn pemikiran yg tepat,
2025-07-19
1