Di bawah rindangnya Pepohonan besar, udara yang sejuk di tengah-tengah kota mati yang menyeramkan akan kegelapan malam, kini berubah dengan pernak-pernik lampu di sekitar pohon-pohon yang berdampingan menjadi nuansa kehidupan yang terang, bulan dan bintang-bintang yang bertebaran di langit, seolah-olah mereka menyaksikan kedekatan Abella bersama sang ayah angkat untuk pertama kalinya di temani Api unggun menambah suasana kehangatan mereka.
Mereka yang di sibukkan dengan kerja sama yang baik, sang ayah menyiapkan fasilitas alat-alat masak untuk memanggang sedangkan Abella menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan mereka gunakan untuk memasak bersama, sambil menikmati sepoi-sepoi angin diiringi suara musik yang menenangkan seraya ingin menari-nari menikmati alunan iramanya.
“Hebat! Menyiapkan dan merancang semua ini! Ucap Abella meletakan daging segar di meja samping ayahnya yang dekat pemanggangan.
“Karena ayah sayang sama kamu. Ucap sang ayah dengan tersenyum ke Abella
“Ihhhh! Ucap Abella dengan mengusap-usap tubuh merinding seperti mendengar ucapan yang jijik hingga langsung meninggalkannya menuju ke api unggun sambil melirik-lirik ke sang ayah, ayahnya pun hanya senyum-senyum melihat reaksi Abella yang merasa geli mendengarkannya.
“Jangan duduk dulu! Mana tortillanya? Ucap ayah melihat Abella ingin duduk dekat di perapian.
“Ayah kan mau bikin steak kenapa pakai tortila? Ucap Abella berdiri kembali dan membalikkan tubuhnya mengarah ke ayahnya
“Iya tapi ayah mau bikin Shawarma khas timur tengah juga! Jelasnya
“Astaga! Kau sudah bikin bulgogi, beef, steak dan sekarang mau Shawarma ayah? Aku bisa mabuk daging ini! Seru Abella terkejut menghitung berbagai menu makanan yang ia masak dengan porsi Abella yang tidak terbiasa.
“Sudah ambil saja! Ucap sang ayah sambil melumuri daging dengan bumbu.
“Sungguh! selera makan mu sangat tinggi ayah! Ucapnya sambil melangkah masuk ke dalam rumah mengambil tortillanya di dalam kulkas.
“Dimana? Teriak Abella yang beberapa m…
Close The World Of Madness
Dinner
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments