Seusai memasak dan menyiapkan sarapan, Kikan kembali masuk kedalam kamar Ibunya. Ibu Merry masih terlihat tidur. Sebenarnya, Kikan tak tega untuk membangunkannya. namun, matahari sudah semakin menaik. ia harus membangunkan Ibunya untuk sarapan dan meminum obatnya.
"Bu," panggil kikan dengan menyentuh lembut bahunya.
"Ibu, ayo bangun ... ini sudah pagi kita sarapan dulu," ucap Kikan.
"Ibu," panggil Kikan. namun, tidak ada respon sama sekali dari Ibunya. Kikan menatap seksama wajah Ibunya. Dengan gemetar ia menjulurkan jarinya mendekat ke lubang hidung Ibunya. namun, tidak ada napas yang terbuang di sana. Kedua mata Kikan membulat seketika. Kikan mencoba menyentuh dada Ibunya. namun, hal sama juga terjadi. jantung Ibu Merry tidak berdetak sama sekali.
"Ibu, Ibu ayo bangun lah." Kikan semakin keras memegang bahu Ibunya dan menggoyang - goyangkannya berharap Ibunya agar terbangun.
"Ibu, cepat bangunlah jangan bercanda, Kikan tidak suka seperti ini," teriak Kikan matanya terlihat memerah menahan air matanya.
"Ibu, bangunlah." teriaknya semakin keras. Rey yang sedang berada di ruang depan. Saat, ia mendengar suara teriakan Kikan. Ia langsung bergegas menghampirinya.
"Kikan, ada apa kamu berteriak?" tanya Rey.
"Kak Rey, tolong bangunkan Ibuku! tolong bangunkan!" pinta Kikan, ia begitu histeris menggelayuti tangan suaminya.
"Kikan, tenanglah sebentar!" teriak Rey sembari memegang bahu Kikan.
Rey mengulurkan tangannya menyentuh pergelangan tangan Ibu Merry. namun, nadinya tidak berdenyut lagi. Rey menatap Kikan dengan begitu dalam.
" Kak Rey, Ibu."
"Kikan, Ibu sudah tiada," ucap Rey pelan.
"Tidak! tidak mungkin Kak Rey," teriak Kikan. tubuh Kikan tiba - tiba tersungkur di bawah lantai, jantungnya seakan ditikam dengan peluru tajam, dadanya terasa begitu sesak. dirinya mengingat masa - masa kecil bersama Ibunya. bagaimana bisa, dirinya saja masih belum melupakan akan kepergian ayahnya. Dan sekarang, ia harus ditinggal pergi oleh Ibunya, kenapa takdir sekejam it…
My Introvert Husband
berduka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments
Zero Zero
/Sob/
2026-06-08
0
Yuli Iliana
😭😭😭
2025-12-03
0
Tika Wibisono
jadinya ingat waktu ibuku meninggal, aku kehilangan hidupku 😭😭😭
2024-10-06
1