berlarut

Saat Kikan berjalan mencegat taxi, tiba - tiba ponsel miliknya berdering. Kikan pun meraih ponsel yang kala itu ada di dalam tasnya tersebut. tertera di layar ponsel itu ada panggilan suara dari Rey, ia pun lekas segera menerimanya.

 

"Iya hallo, Kak Rey."

"Kamu di mana? aku sekarang di rumah Ibu. tapi, kamu tidak ada," ucap Rey dari balik ponsel tersebut.

"Aku tadi ada perlu, ini aku sudah mau pulang," saut Kikan lirih.

"Kau di mana sekarang? aku akan nenjemputmu," kata Rey.

"Tidak perlu, Kak Rey. ini sudah di jalan, tunggu saja di rumah," ujar Kikan, Rey pun mengiyaknnya. Lalu, mereka berdua mengakhiri panggilannya. pikiran Kikan terganggu kembali. Ia mencegat taxi dan menumpanginya.

Setibanya di rumah, dirinya melihat Rey sudah duduk di ruang depan. Rey beranjak berdiri dan menghampiri istrinya tersebut.

"Kau dari mana saja?" tanya Rey sembari mengernyitkan dahinya.

"Ehm, a-aku dari tempat Cathrine," jawab Kikan memalingkan pandangannya.

"Benarkah?" tanya Rey curiga. Namun, Kikan membenarkannya.

"Apa kamu sakit? kenapa wajahmu sangat pucat?" tanya Rey, ia menjulurkan tangannya memeriksa dahi Kikan yang tidak demam itu.

"Tidak, Kak Rey, aku hanya kelelahan saja. aku ingin istirahat," jawab Kikan. Ia berlalu meninggalkan Rey masuk ke dalam kamar, Rey pun mengikuti langkah kakinya dari belakang.

"Sepertinya, dia masih bersedih karna di tinggal oleh Ibu," gumam Rey dalam hati.

Kikan meletakkan tas miliknya di atas meja. Lalu, ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Kikan memejamkan matanya karna kepalanya terasa berat. matanya serasa berputar-putar, semenjak Ibunya meninggal, pola makannya tidak teratur. Ia terlalu larut dan tenggelam akan kesedihannya hingga lupa tidak mengontrol kesehatannya.

 

Rey, duduk di samping Kikan dan memperhatikannya, mata Kikan pun terbuka seketika.

 

"Kak Rey, lebih baik kamu pulanglah," perintah Kikan, ia beranjak menyandarkan bahunya di tempat tidur.

"Aku ingin di sini menemanimu," kata Rey dengan merapikan ramput Kikan yan…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Tika Wibisono

Tika Wibisono

Kikan bodoh tolol.. gua jadi emosi

2024-10-06

0

Sintia Dewi

Sintia Dewi

ya catrine sahabatmu bodoh sngat bodoh

2024-08-28

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Kikan bodok. Rey bodok, jadi. main rumah2 anmasik org orang hancurin semua nya. stres bacanya thour, hebat Outhour hati ku ikut2 an dedek an

2023-07-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!