Ketenaran "Ren" tidak bisa lagi disembunyikan dari kehidupan nyata Rangga. Setelah video quadra kill-nya viral, popularitasnya meledak seperti granat di Zero Point Survival. Instagram-nya, yang dulunya sepi, kini dipenuhi notifikasi. Setiap postingan lamanya, bahkan foto makanan acak yang ia ambil bertahun-tahun lalu, dibanjiri komentar dan likes. Pengikutnya melonjak drastis, mencapai angka yang tak terbayangkan.
Di kafe tempatnya bekerja, perubahan itu langsung terasa. Dodi, rekan kerjanya, tak henti-hentinya menggoda. "Cieee, Pak Sniper! Gimana rasanya jadi idola baru? Udah banyak yang endorse belum?"
Rangga hanya bisa tersenyum kaku dan menggaruk tengkuknya. Ia merasa tidak nyaman dengan perhatian itu. Beberapa pelanggan muda, yang juga penggemar Zero Point Survival, kadang mengenalinya. "Itu Ren, kan? Yang sniper Phantom Strikers?" bisik mereka, menatapnya dengan pandangan kagum. Rangga selalu berusaha mengelak, pura-pura tidak dengar atau buru-buru pergi ke dapur.
Kesenjangan antara Ren, sang sniper legendaris yang percaya diri di dunia virtual, dan Rangga, pelayan kafe pemalu yang kikuk di dunia nyata, terasa semakin melebar. Ketenaran ini adalah pedang bermata dua. Ia mendapatkan pengakuan yang ia impikan, tetapi juga menarik perhatian yang ia takuti. Ia semakin merasa tertekan untuk mempertahankan ilusi "Ren" yang sempurna di mata publik, bahkan jika itu berarti menyembunyikan dirinya yang asli.
Seminggu setelah insiden quadra kill yang mengguncang, tim "Phantom Strikers" berhasil melaju ke babak semifinal turnamen. Lawan mereka adalah tim "Oblivion", pemuncak klasemen dan favorit juara. Mereka terkenal dengan strategi tanpa ampun dan kemampuan individu pemainnya yang luar biasa. Ketegangan di lobi virtual terasa lebih mencekam daripada sebelumnya.
"Oke, tim, ini adalah ujian sesungguhnya," Aisha berkata, suaranya lebih serius. "Oblivion sangat agresif. Kita harus tetap pada rencana, tapi jangan ragu beradaptasi. Ren, peranmu sangat krusial di match ini. Me…
Zero Point Survival
BAB 10 :Harga Ketenaran dan Puncak Tekanan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments