luar ruangan yang gelap tanpa sinar, cahaya TV yang menyala menghidupi suasana kegelapan di malam hari, menampilkan gambar tokoh presiden yang baru saja menumpaskan mata-mata musuh yang bersembunyi dibalik pasukan Tristain.
Rana menutup mulut dengan telapak tangan, ekspresinya sedikit kaget matanya melebar.
"Bisa-bisanya dia bertindak hal itu di hadapan siaran publik, apakah Hartford tidak takut Hak Asasi Manusia? "
Lalu seseorang menyeletup omongan Rana. "Hei Gadis manis, mereka sudah membuat negara kita hancur lebur, mengapa kau memperdulikan mereka? "
Rana menundukkan kepalanya, membiarkan rambutnya menutupi sebagian wajahnya yang cemas. "Aku bukan membela mereka," bisiknya pelan, "aku hanya.... takut-... dengan keberanian Hartford justru akan memancing maut dari intelejen asing."
Seseorang itu membuang putung rok0k ke asbak. "Ya, mungkin kesabaran dia sudah diujung batas. Hei apa harapan mu jika perang sudah usai? "
Rana melihat cincin di pergelangan jarinya. Dia hanya menatap dengan ekspresi datar.
Lalu orang itu mendekat sambil memegang pundaknya. "Apakah lelaki mu ikut ke dalam medan perang? "
Rana hanya bisa mengangguk sambil tersedu-sedu. "....... Iya TAPI AKU YAKIN DIA MASIH HIDUP! " Ujarnya dengan bersemangat dengan memasang ekspresi berbinar di wajahnya.
Lalu orang itu menatap langit sambil berdempet kursi. "YA--- AKU HARAP BEGITU, tapi namanya medan perang kemungkinan nya sangat kecil, kita hanya bisa pasrah dan tertunduk karna keadaan"
Rana semakin terpukul sampai tidak bisa menemukan kepercayaan dirinya lagi seperti dulu.
Saat memikirkan William, Rana mengingat suatu pria yang bersama William yang bernama Jovan.
Rana memikul pundak orang itu sampai ia terkaget.
"Hei tuan, apakah kau mengenal pria yang bernama Jovan? "
"Aaa orang itu ya" Sambil berfikir.
"Dia saat ini sudah menjadi tangan kanan Hartford, khusus nya untuk aktivis perang, untuk memojokkan pemerintahan Hesgerl" Setelah berbicara ia meminum segelae kopi.
"Aku tidak tau. Mengapa hanya kau s…
Kehancuran Harmonia
Rana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments