Eps. 2 — Pulau Terpencil

Shan Lao mendapatkan kesadarannya kembali ketika hari sudah malam, karena tidak ada pencahayaan dirumah Zhi Tian membuat suasana tempat tinggal itu gelap.

Untungnya bulan tampak bersinar cerah dimalam itu, cahayanya menembus sela-sela dinding rumah Zhi Tian yang terbuat dari kayu.

Yang pertama kali Shan Lao lakukan ketika bangun dari pingsannya adalah mengatur pernafasannya.

Gerakan nafas yang Shan Lao lakukan bukan pernafasan biasa melainkan untuk mengumpulkan sesuatu yang disebut qi ke dalam tubuhnya.

Setelah beberapa waktu, qi yang terkumpul kemudian dialirkan keseluruh tubuh. Akibatnya rasa sakit yang sebelumnya Shan Lao rasakan kini perlahan mulai mereda dan Shan Lao bisa menggerakkan sedikit tubuhnya.

Meski masih kesulitan, tapi setidaknya Shan Lao sekarang bisa bangun dari posisi tidurnya. Shan Lao melihat sekeliling lalu menemukan Zhi Tian yang tertidur dilantai dengan nyenyak.

"Apa disini tidak siapapun, dimana ayah dan ibu anak ini?" Shan Lao terlihat kebingungan.

Malam terlihat sudah begitu larut, seharusnya selama apapun bekerja kedua orang tua Zhi Tian sudah kembali ke rumahnya.

Shan Lao hanya bisa berpikir positif, 'Mungkin orang tuanya nelayan, bukankah dia mengatakan telah menemukanku di pesisir pantai sebelumnya.'

Seorang nelayan biasanya bekerja dimalam hari dan pulang ketika pagi hari tiba, tidak heran jika mereka mengubah malam menjadi waktu bekerja dan siang menjadi waktu beristirahat.

Setelah bisa melihat sekitarnya dengan baik, Shan Lao menemukan rumah Zhi Tian tidak lebih dari sekedar gubuk tua yang sedikit reyot.

Meski terlihat usang dan lapuk, didalam rumah bocah itu setidaknya terawat dan cukup bersih.

Shan Lao tidak memikirkan rumah Zhi Tian lebih jauh, ia mengambil posisi duduk bersila lalu mulai memeriksa kondisi tubuhnya. Setelah beberapa menit, Shan Lao tiba-tiba menghela nafas cukup panjang.

"Sudah kuduga, tidak mungkin dalam pertempuran sebesar itu aku tidak mengalami luka sama sekali..." Shan Lao menggelengkan kepalanya.

Jika dilihat dari luar, Shan Lao tidak memiliki luka goresan sedikitpun karena hal ini disebabkan regenerasi tubuhnya yang tinggi namun kenyataannya, Shan Lao mengalami luka dalam yang cukup serius ditubuhnya.

Luka dalam inilah yang membuat Shan Lao sebelumnya merasa kesakitan hebat hingga membuat tak sadarkan diri. Shan Lao kemudian mengeluarkan beberapa pil penyembuh lalu ditelannya dalam sekali gerakan.

Shan Lao memejamkan mata dan mulai mengekstrak seluruh nutrisi pil penyembuh itu kita ke dalam tubuhnya.

"Benar-benar luka yang parah, bahkan pil penyembuh berhargaku hanya bisa memulihkan beberapa persen dari luka ini..." Shan Lao menghela nafas panjang.

Shan Lao hanya memiliki beberapa pil penyembuh tingkat tinggi sementara sisanya hanya pil penyembuh biasa, setidaknya dengan pil penyembuh tersebut rasa sakit akibat luka dalam itu bisa ditekan.

Ketika Shan Lao berhasil mengekstrak pil penyembuh yang terakhir, matahari pagi sudah terbit dari timur dan diwaktu yang bersamaan, Zhi Tian juga terbangun dari tidurnya.

"Nak, apa kau sudah terbangun?" Tanya Shan Lao saat melihat Zhi Tian merenggangkan tubuhnya.

"Oh, apa paman sudah sadar kembali?!" Zhi Tian merasa terkejut dan lega diwaktu yang bersamaan. "Kupikir sudah terjadi sesuatu pada Paman kemarin."

"Aku baik-baik saja, hanya butuh sedikit waktu untuk beristirahat..." Shan Lao tersenyum tipis.

Tiba-tiba perut Shan Lao berbunyi, pemuda yang terlihat berusia 20-an tahun itu memegang perutnya yang kini terasa demikian lapar.

Kalau dipikir-pikir lagi, Shan Lao tidak mengetahui sudah berapa lama dirinya tak sadarkan diri. Pasalnya ia belum pernah merasakan lapar sehebat ini.

"Apakah Paman lapar?"

"Ehm, sepertinya memang demikian." Shan Lao menggaruk kepalanya dengan canggung, entah kenapa ia merasa sedikit malu mengakuinya.

"Kalau begitu paman tunggu sebentar sampai Bibi Yue kesini, ia biasanya datang saat agak siang. Bibi Yue yang nanti akan memberikan makanan pada kita."

"Bibi Yue?" Shan Lao menaikan salah satu alisnya.

"Iya, dia adalah wanita yang selalu membawakan makanan padaku setiap hari."

Shan Lao menggaruk pipinya yang terlihat kebingungan. "Kalau begitu dimana orang tuamu?"

"Ah itu... Ayah dan ibuku sudah lama meninggal paman."

Shan Lao langsung terdiam, merasa sedikit bersalah ketika bertanya demikian. "Apa... Apa kau tinggal sendiri disini?"

"Iya Paman..." Zhi Tian tersenyum lalu bangkit dan meraih tongkat kayu yang selama ini menemaninya. "Maaf sebelumnya tapi aku harus mencari kerang terlebih dahulu sebelum Bibi Yue datang, paman. Kita bisa lanjut berbicara lagi setelah aku mendapatkan cukup banyak kerang."

Dengan tongkat kayu yang selalu ia bawa, Zhi Tian berjalan pelan keluar dari rumah gubuknya.

Shan Lao menatap bocah itu dalam diam, pikirannya campur aduk ketika mengetahui fakta Zhi Tian adalah seorang yatim-piatu yang hidup sendiri di rumahnya.

Hal ini memicu ingatan masa lalu Shan Lao yang juga merupakan yatim piatu sejak kecil, bedanya ia masih bisa melihat kala itu.

Shan Lao kemudian beranjak dari tempat tidurnya, langkahnya masih lemah namun ia akhirnya bisa keluar dari rumah Zhi Tian.

"Ini..."

Shan Lao terpana melihat pemandangan pantai dan hamparan laut yang berada di depan halaman rumah Zhi Tian. Ternyata gubuk bocah itu sangat dekat dengan pesisir pantai.

Biarpun sudah mengetahuinya, melihatnya secara langsung jelas demikian berbeda terutama karena pemandangan pantai dan laut itu yang indah.

Zhi Tian sendiri sedang berada disisi pantai sambil berusaha mencari kerang yang terbawa ombak dengan tangan dan kakinya sebagai indra peraba.

Bocah itu terlihat bahagia memungut kerang-kerang tersebut meski mempunyai kekurangan, dari gerakannya, sepertinya Zhi Tian sudah terbiasa mencari kerang seperti ini.

"Tidak hanya dia hidup sendiri, tetapi dia tinggal menyendiri disini?!" Shan Lao sampai kesulitan berkata-kata.

Tidak ada rumah disekitaran tempat tinggal Zhi Tian, bocah itu dibiarkan hidup terpencil dipantai bersama rumah gubuknya yang sudah reyot.

Jika Shan Lao tidak mendengar tentang Bibi Yue yang dikatakan Zhi Tian sebelumnya, mungkin ia akan menganggap Zhi Tian benar-benar hidup sendiri disini.

"Aku harus mengetahui dimana lokasi ini sebenarnya?"

Shan Lao masih mengingat tempat terakhir dirinya bertarung sebelum ia tak sadarkan diri, Shan Lao ingin memastikan dimana dirinya sekarang.

Shan Lao mengeluarkan selembar kertas dari jubahnya yang tergambar sebuah simbol sihir diatas kertas tersebut.

Shan Lao lalu meletakkan lembaran kertas itu ditanah, ia kemudian mengigit ibu jarinya hingga berdarah sebelum melakukan segel tangan yang cukup rumit.

"Teknik Pemanggil..."

Ketika segel tangan itu selesai, Shan Lao meletakkan telapak tangannya yang berdarah ke kertas tersebut, seketika seekor elang dewasa muncul di atas kertas tersebut.

"Kelilingi daratan ini, aku ingin melihat dimana lokasiku berada." Titah Shan Lao pada elang tersebut.

Elang itu kemudian mengepakkan sayapnya dan mulai terbang ke langit, sekitar lima belas menit kemudian ia kembali dan bertengger di tangan pemuda tersebut lagi.

Elang itu menyampaikan informasi dengan bahasa yang dimilikinya namun Shan Lao seolah bisa mengerti.

"Jadi ini adalah pulau..." Shan Lao kesulitan menyembunyikan keterkejutannya.

Pulau yang menjadi tempat Shan Lao terdampar merupakan pulau terpencil yang memiliki luas sekitar ribuan kilometer persegi. Selain pantai, pulau ini juga ada gunung dan hutan.

Shan Lao merenung, ia belum pernah mendengar adanya pulau seperti ini sehingga ia menyuruh elang peliharaannya untuk mencari lebih jauh dimana letak pulaunya sekarang.

"Apa mungkin aku terdampar sampai keluar benua?!" Shan Lao memikirkan segala kemungkinan yang terjadi.

Terpopuler

Comments

bob

bob

baca juga novel zaman para dewa, yg suka fantasi timur

2025-12-31

1

Abang Yudhi

Abang Yudhi

Masih lanjut baca semoga tidak mengecewakan.

2025-11-07

1

Syahrudin Denilo

Syahrudin Denilo

lanjutkan

2025-10-15

1

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 — Zhi Tian
2 Eps. 2 — Pulau Terpencil
3 Eps. 3 — Bibi Yue
4 Eps. 4 — Lebih Dekat
5 Eps. 5 — Desa Tengah Pulau
6 Eps. 6 — Keinginan Zhi Tian
7 Eps. 7 — Transplantasi Mata
8 Eps. 8 — Kepintaran Zhi Tian
9 Eps. 9 — Teknik Tendangan
10 Eps. 10 — Seorang Kultivator
11 Eps. 11 — Menyerap Qi
12 Eps. 12 — Benang Qi
13 Eps. 13 — Tingkatan Kultivator
14 Eps. 14 — Penyerangan Desa
15 Eps. 15 — Lemparan Sumpit
16 Eps. 16 — Identitas Zhi Tian
17 Eps. 17 — Luka Dalam
18 Eps. 18 —Penempaan Fisik
19 Eps. 19 — Membuka Meridian
20 Eps. 20 — Kecemasan Zhi Tian
21 Eps. 21 — Perasaan Shan Lao
22 Eps. 22 — Teknik Sihir
23 Eps. 23 — Jenis-Jenis Sihir
24 Eps. 24 — Pusaka
25 Eps. 25 — Raja Siluman
26 Eps. 26 — Garis Waktu
27 Eps. 27 — Latihan Terakhir
28 Eps. 28 — Permata Siluman
29 Eps. 29 — Burung Api
30 Eps. 30 — Dua Ratu
31 Eps. 31 — Binatang Roh
32 Eps. 32 — Membuat Kontrak
33 Eps. 33 — Formasi Sihir
34 Eps. 34 — Benua Daratan Feniks
35 Eps. 35 — Kepergian (Arc. 0 — End)
36 Eps. 36 — Lautan Lepas
37 Eps. 37 — Menjumpai Daratan
38 Eps. 38 — Desa Pelabuhan
39 Eps. 39 — Gerombolan Hiu
40 Eps. 40 — Kota Kiba
41 Eps. 41 — Tingkatan Petualang
42 Eps. 42 — Kultivator Medis
43 Eps. 43 — Menjalankan Sebuah Misi
44 Eps. 44 — Misi Khusus
45 Eps. 45 — Jenis-Jenis Kultivator
46 Eps. 46 — Yan Juan
47 Eps. 47 — Potensi Yan Juan
48 Eps. 48 — Sifat Lain Manusia
49 Eps. 49 — Yan Juan Menghadang
50 Eps. 50 — Sihir Kertas
51 Eps. 51 — Zhi Tian Beraksi
52 Eps. 52 — Aura Energi
53 Eps. 53 — Pedang Naga Halilintar
54 Eps. 54 — Petir Ungu
55 Eps. 55 — Melanjutkan Perjalanan (Arc. 1 — End)
56 Eps. 56 — Istana Kerajaan
57 Eps. 57 — Penjelasan
58 Eps. 58 — Demam Es
59 Eps. 59 — Meracik Obat
60 Eps. 60 — Mencari Petunjuk
61 Eps. 61 — Kultivator Sensor
62 Eps. 62 — Wawasan Zhi Tian
63 Eps. 63 — Musisi Jalanan
64 Eps. 64 — Sihir Radar
65 Eps. 65 — Asosiasi Lintang Benua
66 Eps. 66 — Sepatu Bersayap
67 Eps. 67 — Elemen Es
68 Eps. 68 — Sebuah Permintaan
69 Eps. 69 — Yun Hanbing
70 Eps. 70 — Klan Yun
71 Eps. 71 — Long Meili
72 Eps. 72 — Balai Kandang
73 Eps. 73 — Fenomena Langit
74 Eps. 74 — Fenomena Langit II
75 Eps. 75 — Fenomena Langit III (Arc. 2 — End)
76 Eps. 76 — Perjalanan Baru
77 Eps. 77 — Menelusuri Sungai
78 Eps. 78 — Perompak Tengkorak Merah
79 Eps. 79 — Kemampuan Ras Raksasa
80 Eps. 80 — Ilmu Tangan Kosong
81 Eps. 81 — Menghancurkan Dantian
82 Eps. 82 — Gadis Rubah
83 Eps. 83 — Mencari Informasi
84 Eps. 84 — Petir yang Sama
85 Eps. 85 — Tentang Ramalan
86 Eps. 86 — Lelang Para Pahlawan
87 Eps. 87 — Badai
88 Eps. 88 — Bai Ruyue
89 Eps. 89 — Perempuan Bertopeng
90 Eps. 90 — Lin Xu
91 Eps. 91 — Biro Serigala Besi
92 Eps. 92 — Menyusup
93 Eps. 93 — Identitas Asli
94 Eps. 94 — Energi Pelindung
95 Eps. 95 — Mata Gerhana
96 Eps. 96 — Klan Lin (Arc. 3 — End)
97 Eps. 97 — Yin Azula
98 Eps. 98 — Air dan Api
99 Eps. 99 — Elemen Kristal
100 Eps. 100 — Kembali ke Gua
101 Eps. 101 — Jalan Pintas
102 Eps. 102 — Melewati Hutan
103 Eps. 103 — Ras Kurcaci
104 Eps. 104 — Siluman Semut
105 Eps. 105 — Masalah Desa
106 Eps. 106 — Suar Matahari
107 Eps. 107 — Penyerangan Desa
108 Eps. 108 — Topeng Besi
109 Eps. 109 — Perubahan Situasi
110 Eps. 110 — Tidak Mengenali
111 Eps. 111 — Gadis Gaun Merah
112 Eps. 112 — Guci Baja Galaksi
113 Eps. 113 — Membuat Pusaka
114 Eps. 114 — Meninggalkan Desa
115 Eps. 115 — Dua Keindahan (Arc. 4 — End)
116 Eps. 116 — Kota Barbara
117 Eps. 117 — Pasar Kultivator
118 Eps. 118 — Menjual Senjata
119 Eps. 119 — Harga Pusaka
120 Eps. 120 — Kerajaan Seribu Pedang
121 Eps. 121 — Restoran Teratai Putih
122 Eps. 122 — Pria Buta
123 Eps. 123 — Menjual Informasi
124 Eps. 124 — Zhou Tai
125 Eps. 125 — Perwakilan Kerajaan Bambu Suci
126 Eps. 126 — Telepati
127 Eps. 127 — Bakat Zheng Yifan
128 Eps. 128 — Progres Bai Ruyue
129 Eps. 129 — Perubahan Bai Ruyue
130 Eps. 130 — Pertemuan Kembali
131 Eps. 131 — Melatih Bai Ruyue
132 Eps. 132 — Dalam Sekali Lihat
133 Eps. 133 — Penculikan (Arc. 5 — End)
134 Eps. 134 — Para Tamu Undangan
135 Eps. 135 — Para Tamu Undangan II
136 Eps. 136 — Para Tamu Undangan III
137 Eps. 137 — Indra Ketujuh
138 Eps. 138 — Kompas Pelacak
139 Eps. 139 — Mengulur Waktu
140 Eps. 140 — Teknik Terlarang
141 Eps. 141 — Para Jenius Muda Berkumpul
142 Eps. 142 — Zhi Tian Vs Para Jenius
143 Eps. 143 — Zhi Tian Vs Para Jenius II
144 Eps. 144 — Zhi Tian Vs Para Jenius III
145 Eps. 145 — Zhi Tian Vs Para Jenius IV
146 Eps. 146 — Zhi Tian Vs Para Jenius V
147 Eps. 147 — Zhi Tian Vs Para Jenius VI
148 Eps. 148 — Zhi Tian Vs Para Jenius VII
149 Eps. 149 — Dualitas
150 Eps. 150 — Bakat Zheng Yifan
151 Eps. 151 — Dibalik Topeng
152 Eps. 152 — Sang Monster Kultivator
153 Eps. 153 — Teknik Shan Lao
154 Eps. 154 — Kombinasi Serangan
155 Eps. 155 — Teknik Delapan Gerbang Terlarang
156 Eps. 156 — Melebihi yang Terkuat
157 Eps. 157 — Status Buronan (Arc. 6 — End)
158 Arc. 7 tetap akan dilanjutkan disini.
Episodes

Updated 158 Episodes

1
Eps. 1 — Zhi Tian
2
Eps. 2 — Pulau Terpencil
3
Eps. 3 — Bibi Yue
4
Eps. 4 — Lebih Dekat
5
Eps. 5 — Desa Tengah Pulau
6
Eps. 6 — Keinginan Zhi Tian
7
Eps. 7 — Transplantasi Mata
8
Eps. 8 — Kepintaran Zhi Tian
9
Eps. 9 — Teknik Tendangan
10
Eps. 10 — Seorang Kultivator
11
Eps. 11 — Menyerap Qi
12
Eps. 12 — Benang Qi
13
Eps. 13 — Tingkatan Kultivator
14
Eps. 14 — Penyerangan Desa
15
Eps. 15 — Lemparan Sumpit
16
Eps. 16 — Identitas Zhi Tian
17
Eps. 17 — Luka Dalam
18
Eps. 18 —Penempaan Fisik
19
Eps. 19 — Membuka Meridian
20
Eps. 20 — Kecemasan Zhi Tian
21
Eps. 21 — Perasaan Shan Lao
22
Eps. 22 — Teknik Sihir
23
Eps. 23 — Jenis-Jenis Sihir
24
Eps. 24 — Pusaka
25
Eps. 25 — Raja Siluman
26
Eps. 26 — Garis Waktu
27
Eps. 27 — Latihan Terakhir
28
Eps. 28 — Permata Siluman
29
Eps. 29 — Burung Api
30
Eps. 30 — Dua Ratu
31
Eps. 31 — Binatang Roh
32
Eps. 32 — Membuat Kontrak
33
Eps. 33 — Formasi Sihir
34
Eps. 34 — Benua Daratan Feniks
35
Eps. 35 — Kepergian (Arc. 0 — End)
36
Eps. 36 — Lautan Lepas
37
Eps. 37 — Menjumpai Daratan
38
Eps. 38 — Desa Pelabuhan
39
Eps. 39 — Gerombolan Hiu
40
Eps. 40 — Kota Kiba
41
Eps. 41 — Tingkatan Petualang
42
Eps. 42 — Kultivator Medis
43
Eps. 43 — Menjalankan Sebuah Misi
44
Eps. 44 — Misi Khusus
45
Eps. 45 — Jenis-Jenis Kultivator
46
Eps. 46 — Yan Juan
47
Eps. 47 — Potensi Yan Juan
48
Eps. 48 — Sifat Lain Manusia
49
Eps. 49 — Yan Juan Menghadang
50
Eps. 50 — Sihir Kertas
51
Eps. 51 — Zhi Tian Beraksi
52
Eps. 52 — Aura Energi
53
Eps. 53 — Pedang Naga Halilintar
54
Eps. 54 — Petir Ungu
55
Eps. 55 — Melanjutkan Perjalanan (Arc. 1 — End)
56
Eps. 56 — Istana Kerajaan
57
Eps. 57 — Penjelasan
58
Eps. 58 — Demam Es
59
Eps. 59 — Meracik Obat
60
Eps. 60 — Mencari Petunjuk
61
Eps. 61 — Kultivator Sensor
62
Eps. 62 — Wawasan Zhi Tian
63
Eps. 63 — Musisi Jalanan
64
Eps. 64 — Sihir Radar
65
Eps. 65 — Asosiasi Lintang Benua
66
Eps. 66 — Sepatu Bersayap
67
Eps. 67 — Elemen Es
68
Eps. 68 — Sebuah Permintaan
69
Eps. 69 — Yun Hanbing
70
Eps. 70 — Klan Yun
71
Eps. 71 — Long Meili
72
Eps. 72 — Balai Kandang
73
Eps. 73 — Fenomena Langit
74
Eps. 74 — Fenomena Langit II
75
Eps. 75 — Fenomena Langit III (Arc. 2 — End)
76
Eps. 76 — Perjalanan Baru
77
Eps. 77 — Menelusuri Sungai
78
Eps. 78 — Perompak Tengkorak Merah
79
Eps. 79 — Kemampuan Ras Raksasa
80
Eps. 80 — Ilmu Tangan Kosong
81
Eps. 81 — Menghancurkan Dantian
82
Eps. 82 — Gadis Rubah
83
Eps. 83 — Mencari Informasi
84
Eps. 84 — Petir yang Sama
85
Eps. 85 — Tentang Ramalan
86
Eps. 86 — Lelang Para Pahlawan
87
Eps. 87 — Badai
88
Eps. 88 — Bai Ruyue
89
Eps. 89 — Perempuan Bertopeng
90
Eps. 90 — Lin Xu
91
Eps. 91 — Biro Serigala Besi
92
Eps. 92 — Menyusup
93
Eps. 93 — Identitas Asli
94
Eps. 94 — Energi Pelindung
95
Eps. 95 — Mata Gerhana
96
Eps. 96 — Klan Lin (Arc. 3 — End)
97
Eps. 97 — Yin Azula
98
Eps. 98 — Air dan Api
99
Eps. 99 — Elemen Kristal
100
Eps. 100 — Kembali ke Gua
101
Eps. 101 — Jalan Pintas
102
Eps. 102 — Melewati Hutan
103
Eps. 103 — Ras Kurcaci
104
Eps. 104 — Siluman Semut
105
Eps. 105 — Masalah Desa
106
Eps. 106 — Suar Matahari
107
Eps. 107 — Penyerangan Desa
108
Eps. 108 — Topeng Besi
109
Eps. 109 — Perubahan Situasi
110
Eps. 110 — Tidak Mengenali
111
Eps. 111 — Gadis Gaun Merah
112
Eps. 112 — Guci Baja Galaksi
113
Eps. 113 — Membuat Pusaka
114
Eps. 114 — Meninggalkan Desa
115
Eps. 115 — Dua Keindahan (Arc. 4 — End)
116
Eps. 116 — Kota Barbara
117
Eps. 117 — Pasar Kultivator
118
Eps. 118 — Menjual Senjata
119
Eps. 119 — Harga Pusaka
120
Eps. 120 — Kerajaan Seribu Pedang
121
Eps. 121 — Restoran Teratai Putih
122
Eps. 122 — Pria Buta
123
Eps. 123 — Menjual Informasi
124
Eps. 124 — Zhou Tai
125
Eps. 125 — Perwakilan Kerajaan Bambu Suci
126
Eps. 126 — Telepati
127
Eps. 127 — Bakat Zheng Yifan
128
Eps. 128 — Progres Bai Ruyue
129
Eps. 129 — Perubahan Bai Ruyue
130
Eps. 130 — Pertemuan Kembali
131
Eps. 131 — Melatih Bai Ruyue
132
Eps. 132 — Dalam Sekali Lihat
133
Eps. 133 — Penculikan (Arc. 5 — End)
134
Eps. 134 — Para Tamu Undangan
135
Eps. 135 — Para Tamu Undangan II
136
Eps. 136 — Para Tamu Undangan III
137
Eps. 137 — Indra Ketujuh
138
Eps. 138 — Kompas Pelacak
139
Eps. 139 — Mengulur Waktu
140
Eps. 140 — Teknik Terlarang
141
Eps. 141 — Para Jenius Muda Berkumpul
142
Eps. 142 — Zhi Tian Vs Para Jenius
143
Eps. 143 — Zhi Tian Vs Para Jenius II
144
Eps. 144 — Zhi Tian Vs Para Jenius III
145
Eps. 145 — Zhi Tian Vs Para Jenius IV
146
Eps. 146 — Zhi Tian Vs Para Jenius V
147
Eps. 147 — Zhi Tian Vs Para Jenius VI
148
Eps. 148 — Zhi Tian Vs Para Jenius VII
149
Eps. 149 — Dualitas
150
Eps. 150 — Bakat Zheng Yifan
151
Eps. 151 — Dibalik Topeng
152
Eps. 152 — Sang Monster Kultivator
153
Eps. 153 — Teknik Shan Lao
154
Eps. 154 — Kombinasi Serangan
155
Eps. 155 — Teknik Delapan Gerbang Terlarang
156
Eps. 156 — Melebihi yang Terkuat
157
Eps. 157 — Status Buronan (Arc. 6 — End)
158
Arc. 7 tetap akan dilanjutkan disini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!