Eps. 5 — Desa Tengah Pulau

"Ah, apakah Paman ingin pergi sekarang?"

Zhi Tian yang mendengar percakapan Shan Lao yang ingin pergi ke desa langsung menghentikan laju makannya. Raut wajah Zhi Tian tampak sedih ketika mendengar kabar tersebut.

Seolah menyadari apa yang dipikirkan bocah itu, Shan Lao mengelus kepala Zhi Tian dengan lembut. "Tenang saja, aku akan kembali kesini secepatnya. Aku berjanji."

Lima hari tinggal bersama Shan Lao membuat Zhi Tian merasa mempunyai teman untuk diajak bicara, kepergian Shan Lao membuat Zhi Tian jadi merasa sedikit kesepian.

Setelah berjanji akan pulang dalam waktu cepat, Zhi Tian akhirnya bisa merelakan kepergian pemuda itu.

"Dia benar-benar anak yang baik ya?"

Shan Lao melirik Yue Qiao yang sedang berjalan disampingnya. Keduanya baru saja memulai perjalanan ke desa setelah meninggalkan rumah Zhi Tian.

Meski tunanetra, Zhi Tian tidak perlu khawatir ditinggal sendiri karena ia sudah terbiasa hidup seperti ini, selain itu, lokasi tempat tinggalnya juga cukup aman dari marabahaya.

"Tian'er sebenarnya adalah anak yang cerdas, terkadang dia bisa bersikap lebih dewasa dari anak kebanyakan." Jawab Yue Qiao sambil tersenyum tipis.

"Nona Yue, ada satu hal yang selama ini aku tanyakan tentang Tian tetapi aku tidak masalah jika kau tidak mau menjawabnya."

Yue Qiao tersenyum. "Tentu Saudara Shan, silahkan."

"Kenapa Tian hidup sendiri di pesisir pantai? Bukankah lebih baik ia hidup bersama kalian di desa?"

Senyuman Yue Qiao seketika langsung memudar, ia mengalihkan pandangannya ke langit dan tersenyum dengan pahit.

Yue Qiao sudah menduga Shan Lao cepat atau lambat akan bertanya demikian karena cukup aneh anak kecil berusia 8 tahun yang buta dibiarkan hidup menyendiri di tempat yang terpencil.

"Saudara Shan, apa kau masih ingat dengan cerita ayah Zhi Tian yang aku ceritakan sebelumnya?"

Shan Lao mengerutkan dahi namun ia langsung mengangguk sebagai jawaban gadis itu.

"Cerita ayah Zhi Tian tidak berhenti ketika dia tidak sengaja berlabuh di pulau ini, ia kemudian mulai menetap di desa lalu..."

Menyadari tak bisa pulang kembali, ayah Zhi Tian menjalani kehidupan baru di pulau ini selama belasan tahun hingga akhirnya ia jatuh cinta pada penduduk lokal dan menikah. Dua tahun dari pernikahannya itu, akhirnya Zhi Tian lahir.

"Keluarga Zhi Tian sebelumnya hidup berkecukupan namun ketika ia berusia 3 tahun terjadi sesuatu pada ibunya yang membuat ia terkena sebuah penyakit aneh..."

Penyakit yang diderita ibu Zhi Tian belum pernah ditemui di desa, karena selain demam, penyakit itu membuat kulit Ibu Zhi Tian memiliki bintik-bintik merah.

Tak lama dari kabar itu terdengar, kemudian menyusul berita lain kalau suami atau ayah Zhi Tian tertular dan mengalami penyakit serupa dengan istrinya, hal ini membuat warga desa takut karena khawatir penyakit itu menyebar ke penduduk yang lain.

"Ayah Zhi Tian pada akhirnya memutuskan membawa keluarganya keluar desa dan membuat tempat tinggal di pesisir pantai seperti sekarang. Hal ini dikarenakan agar warga desa yang lain tidak tertular oleh penyakit tersebut." Jelas Yue Qiao panjang lebar.

Zhi Tian anehnya tidak tertular oleh penyakit yang diderita orang tuanya, penyakit itulah yang pada akhirnya merenggut nyawa ibu dan ayah dari bocah tersebut.

"Aku masih ingat saat orang tuanya meninggal, waktu itu Tian'er masih berusia 5 tahun. Dia terus memanggil nama ayah dan ibunya tanpa tahu bahwa mereka sudah meninggal..." Yue Qiao menghela nafas, hatinya terasa sesak ketika mengingat kejadian itu.

Sebenernya Zhi Tian sudah beberapa kali diajak untuk hidup di desa namun anak itu selalu menolak beralasan dirinya sudah nyaman di pesisir pantai.

Yang bisa Yue Qiao dan para warga lakukan saat ini untuk membantu Zhi Tian adalah membawakan makan padanya. Sering kali Yue Qiao tidak hanya membawa roti saja, tetapi terkadang ikan, daging, dan nasi yang merupakan pemberian dari warga desa yang lain.

Shan Lao mendengarkan cerita Yue Qiao sampai akhir tanpa berkomentar apapun, namun pikirannya teringat kembali ke masa saat dirinya masih kecil.

Bisa dibilang masa lalu Shan Lao dan Zhi Tian hampir sama sehingga ia bisa mengerti bagaimana perasaan Zhi Tian ketika kehilangan orang tuanya.

"Kuharap suatu saat nanti Tian'er bisa hidup lebih bahagia." Yue Qiao menyelesaikan ceritanya dan memasang senyumnya kembali.

'Aku yang akan memastikan hidupnya bahagia...' ucap Shan Lao dalam hati.

Shan Lao belum membalas kebaikan Zhi Tian karena telah menyelamatkannya, ia berjanji pada dirinya sendiri akan memberikan harga yang sepadan pada bocah tersebut.

Tidak terasa bercerita, akhirnya keduanya sudah hampir sampai di desa.

"Inikah desamu itu?" Shan Lao melihat ke arah kejauhan. "Ini lebih besar dari yang aku kira."

Disebut desa sebenarnya berlebihan, Shan Lao akan menganggap pemukiman didepannya sebagai kota kecil.

Terdapat seratus lebih rumah dibangun di desa tersebut, yang paling unik adalah adanya sungai besar yang membentang di tengah-tengah desa itu.

"Meski terlihat luas tetapi sebenarnya penduduk disini tidak sebanyak yang anda pikirkan. Kau akan lebih mengetahui jika kita sudah sampai." Yue Qiao melanjutkan langkahnya sementara Shan Lao ikut mengikuti.

Tak lama kemudian akhirnya Shan Lao bertemu dengan salah satu warga desa yang sedang memanen sayur di ladangnya.

"Qiao'er, siapa laki-laki disampingmu itu?" Tanya warga itu yang sepertinya mengenali Yue Qiao.

"Ah, ini adalah Saudara Shan yang aku ceritakan sebelumnya Bu." Yue Qiao menjawab sambil tersenyum ramah.

"Aiyo, aku tidak menduga kau ternyata pemuda yang tampan, pantas saja Qiao'er begitu semangat ketika ia ingin berjumpa denganmu..." Warga yang merupakan ibu-ibu itu tersenyum ramah pada Shan Lao sementara disisi lain wajah Yue Qiao sedikit memerah.

Shan Lao memberi hormat dan memperkenalkan dirinya pada warga tersebut.

"Ternyata namaku sudah cukup terkenal disini ya?" Shan Lao melirik Yue Qiao.

"Ehm, tentu saja, pisau yang anda bawa sebelumnya membuat desa kami sedikit terkejut. Itu adalah pisau dengan bahan yang berbeda dengan pisau yang kami miliki."

Pisau yang ada di desa itu hanya terbuat dari besi, bahan tersebut merupakan bahan yang paling buruk untuk dibuat menjadi pisau.

Disisi lain pisau yang diberikan Shan Lao terbuat dari baja, selain tajam, ia juga tahan karat serta bisa tahan lama.

"Apa di daratan tempatmu tinggal pisau dengan jenis itu banyak?" Tanya Yue Qiao penasaran.

"Aku tidak bisa mengatakan banyak tetapi dibeberapa tempat ada pisau yang lebih berkualitas dibandingkan yang aku berikan sebelumnya."

Yue Qiao terkejut, ini menunjukkan perbedaan yang mencolok antara kehidupan di pulau ini dengan tempat tinggal pemuda tersebut.

Semakin dalam keduanya memasuki desa semakin banyak orang yang menyapa Yue Qiao, saat itulah Shan Lao sadar Yue Qiao merupakan sosok yang cukup dihormati di desa ini.

"Anda sepertinya sangat populer ya, Nona Yue?"

"Ehm, sebenarnya selain ayahku seorang pandai besi, ia juga adalah kepala desa disini."

Terpopuler

Comments

Rino Wengi

Rino Wengi

kenapa nggak diajak aja? kasihan

2026-05-10

1

Abdul Muis

Abdul Muis

asal-usul kenapa zhi tian buta tdk diceritakan

2025-11-12

2

Mr. Wilhelm

Mr. Wilhelm

Entah kenapa banyak Author nt seneng bnget bkin pacing cerita lambat tanpa berjalannya plot cerita /Sweat/

2025-09-25

1

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1 — Zhi Tian
2 Eps. 2 — Pulau Terpencil
3 Eps. 3 — Bibi Yue
4 Eps. 4 — Lebih Dekat
5 Eps. 5 — Desa Tengah Pulau
6 Eps. 6 — Keinginan Zhi Tian
7 Eps. 7 — Transplantasi Mata
8 Eps. 8 — Kepintaran Zhi Tian
9 Eps. 9 — Teknik Tendangan
10 Eps. 10 — Seorang Kultivator
11 Eps. 11 — Menyerap Qi
12 Eps. 12 — Benang Qi
13 Eps. 13 — Tingkatan Kultivator
14 Eps. 14 — Penyerangan Desa
15 Eps. 15 — Lemparan Sumpit
16 Eps. 16 — Identitas Zhi Tian
17 Eps. 17 — Luka Dalam
18 Eps. 18 —Penempaan Fisik
19 Eps. 19 — Membuka Meridian
20 Eps. 20 — Kecemasan Zhi Tian
21 Eps. 21 — Perasaan Shan Lao
22 Eps. 22 — Teknik Sihir
23 Eps. 23 — Jenis-Jenis Sihir
24 Eps. 24 — Pusaka
25 Eps. 25 — Raja Siluman
26 Eps. 26 — Garis Waktu
27 Eps. 27 — Latihan Terakhir
28 Eps. 28 — Permata Siluman
29 Eps. 29 — Burung Api
30 Eps. 30 — Dua Ratu
31 Eps. 31 — Binatang Roh
32 Eps. 32 — Membuat Kontrak
33 Eps. 33 — Formasi Sihir
34 Eps. 34 — Benua Daratan Feniks
35 Eps. 35 — Kepergian (Arc. 0 — End)
36 Eps. 36 — Lautan Lepas
37 Eps. 37 — Menjumpai Daratan
38 Eps. 38 — Desa Pelabuhan
39 Eps. 39 — Gerombolan Hiu
40 Eps. 40 — Kota Kiba
41 Eps. 41 — Tingkatan Petualang
42 Eps. 42 — Kultivator Medis
43 Eps. 43 — Menjalankan Sebuah Misi
44 Eps. 44 — Misi Khusus
45 Eps. 45 — Jenis-Jenis Kultivator
46 Eps. 46 — Yan Juan
47 Eps. 47 — Potensi Yan Juan
48 Eps. 48 — Sifat Lain Manusia
49 Eps. 49 — Yan Juan Menghadang
50 Eps. 50 — Sihir Kertas
51 Eps. 51 — Zhi Tian Beraksi
52 Eps. 52 — Aura Energi
53 Eps. 53 — Pedang Naga Halilintar
54 Eps. 54 — Petir Ungu
55 Eps. 55 — Melanjutkan Perjalanan (Arc. 1 — End)
56 Eps. 56 — Istana Kerajaan
57 Eps. 57 — Penjelasan
58 Eps. 58 — Demam Es
59 Eps. 59 — Meracik Obat
60 Eps. 60 — Mencari Petunjuk
61 Eps. 61 — Kultivator Sensor
62 Eps. 62 — Wawasan Zhi Tian
63 Eps. 63 — Musisi Jalanan
64 Eps. 64 — Sihir Radar
65 Eps. 65 — Asosiasi Lintang Benua
66 Eps. 66 — Sepatu Bersayap
67 Eps. 67 — Elemen Es
68 Eps. 68 — Sebuah Permintaan
69 Eps. 69 — Yun Hanbing
70 Eps. 70 — Klan Yun
71 Eps. 71 — Long Meili
72 Eps. 72 — Balai Kandang
73 Eps. 73 — Fenomena Langit
74 Eps. 74 — Fenomena Langit II
75 Eps. 75 — Fenomena Langit III (Arc. 2 — End)
76 Eps. 76 — Perjalanan Baru
77 Eps. 77 — Menelusuri Sungai
78 Eps. 78 — Perompak Tengkorak Merah
79 Eps. 79 — Kemampuan Ras Raksasa
80 Eps. 80 — Ilmu Tangan Kosong
81 Eps. 81 — Menghancurkan Dantian
82 Eps. 82 — Gadis Rubah
83 Eps. 83 — Mencari Informasi
84 Eps. 84 — Petir yang Sama
85 Eps. 85 — Tentang Ramalan
86 Eps. 86 — Lelang Para Pahlawan
87 Eps. 87 — Badai
88 Eps. 88 — Bai Ruyue
89 Eps. 89 — Perempuan Bertopeng
90 Eps. 90 — Lin Xu
91 Eps. 91 — Biro Serigala Besi
92 Eps. 92 — Menyusup
93 Eps. 93 — Identitas Asli
94 Eps. 94 — Energi Pelindung
95 Eps. 95 — Mata Gerhana
96 Eps. 96 — Klan Lin (Arc. 3 — End)
97 Eps. 97 — Yin Azula
98 Eps. 98 — Air dan Api
99 Eps. 99 — Elemen Kristal
100 Eps. 100 — Kembali ke Gua
101 Eps. 101 — Jalan Pintas
102 Eps. 102 — Melewati Hutan
103 Eps. 103 — Ras Kurcaci
104 Eps. 104 — Siluman Semut
105 Eps. 105 — Masalah Desa
106 Eps. 106 — Suar Matahari
107 Eps. 107 — Penyerangan Desa
108 Eps. 108 — Topeng Besi
109 Eps. 109 — Perubahan Situasi
110 Eps. 110 — Tidak Mengenali
111 Eps. 111 — Gadis Gaun Merah
112 Eps. 112 — Guci Baja Galaksi
113 Eps. 113 — Membuat Pusaka
114 Eps. 114 — Meninggalkan Desa
115 Eps. 115 — Dua Keindahan (Arc. 4 — End)
116 Eps. 116 — Kota Barbara
117 Eps. 117 — Pasar Kultivator
118 Eps. 118 — Menjual Senjata
119 Eps. 119 — Harga Pusaka
120 Eps. 120 — Kerajaan Seribu Pedang
121 Eps. 121 — Restoran Teratai Putih
122 Eps. 122 — Pria Buta
123 Eps. 123 — Menjual Informasi
124 Eps. 124 — Zhou Tai
125 Eps. 125 — Perwakilan Kerajaan Bambu Suci
126 Eps. 126 — Telepati
127 Eps. 127 — Bakat Zheng Yifan
128 Eps. 128 — Progres Bai Ruyue
129 Eps. 129 — Perubahan Bai Ruyue
130 Eps. 130 — Pertemuan Kembali
131 Eps. 131 — Melatih Bai Ruyue
132 Eps. 132 — Dalam Sekali Lihat
133 Eps. 133 — Penculikan (Arc. 5 — End)
134 Eps. 134 — Para Tamu Undangan
135 Eps. 135 — Para Tamu Undangan II
136 Eps. 136 — Para Tamu Undangan III
137 Eps. 137 — Indra Ketujuh
138 Eps. 138 — Kompas Pelacak
139 Eps. 139 — Mengulur Waktu
140 Eps. 140 — Teknik Terlarang
141 Eps. 141 — Para Jenius Muda Berkumpul
142 Eps. 142 — Zhi Tian Vs Para Jenius
143 Eps. 143 — Zhi Tian Vs Para Jenius II
144 Eps. 144 — Zhi Tian Vs Para Jenius III
145 Eps. 145 — Zhi Tian Vs Para Jenius IV
146 Eps. 146 — Zhi Tian Vs Para Jenius V
147 Eps. 147 — Zhi Tian Vs Para Jenius VI
148 Eps. 148 — Zhi Tian Vs Para Jenius VII
149 Eps. 149 — Dualitas
150 Eps. 150 — Bakat Zheng Yifan
151 Eps. 151 — Dibalik Topeng
152 Eps. 152 — Sang Monster Kultivator
153 Eps. 153 — Teknik Shan Lao
154 Eps. 154 — Kombinasi Serangan
155 Eps. 155 — Teknik Delapan Gerbang Terlarang
156 Eps. 156 — Melebihi yang Terkuat
157 Eps. 157 — Status Buronan (Arc. 6 — End)
158 Arc. 7 tetap akan dilanjutkan disini.
Episodes

Updated 158 Episodes

1
Eps. 1 — Zhi Tian
2
Eps. 2 — Pulau Terpencil
3
Eps. 3 — Bibi Yue
4
Eps. 4 — Lebih Dekat
5
Eps. 5 — Desa Tengah Pulau
6
Eps. 6 — Keinginan Zhi Tian
7
Eps. 7 — Transplantasi Mata
8
Eps. 8 — Kepintaran Zhi Tian
9
Eps. 9 — Teknik Tendangan
10
Eps. 10 — Seorang Kultivator
11
Eps. 11 — Menyerap Qi
12
Eps. 12 — Benang Qi
13
Eps. 13 — Tingkatan Kultivator
14
Eps. 14 — Penyerangan Desa
15
Eps. 15 — Lemparan Sumpit
16
Eps. 16 — Identitas Zhi Tian
17
Eps. 17 — Luka Dalam
18
Eps. 18 —Penempaan Fisik
19
Eps. 19 — Membuka Meridian
20
Eps. 20 — Kecemasan Zhi Tian
21
Eps. 21 — Perasaan Shan Lao
22
Eps. 22 — Teknik Sihir
23
Eps. 23 — Jenis-Jenis Sihir
24
Eps. 24 — Pusaka
25
Eps. 25 — Raja Siluman
26
Eps. 26 — Garis Waktu
27
Eps. 27 — Latihan Terakhir
28
Eps. 28 — Permata Siluman
29
Eps. 29 — Burung Api
30
Eps. 30 — Dua Ratu
31
Eps. 31 — Binatang Roh
32
Eps. 32 — Membuat Kontrak
33
Eps. 33 — Formasi Sihir
34
Eps. 34 — Benua Daratan Feniks
35
Eps. 35 — Kepergian (Arc. 0 — End)
36
Eps. 36 — Lautan Lepas
37
Eps. 37 — Menjumpai Daratan
38
Eps. 38 — Desa Pelabuhan
39
Eps. 39 — Gerombolan Hiu
40
Eps. 40 — Kota Kiba
41
Eps. 41 — Tingkatan Petualang
42
Eps. 42 — Kultivator Medis
43
Eps. 43 — Menjalankan Sebuah Misi
44
Eps. 44 — Misi Khusus
45
Eps. 45 — Jenis-Jenis Kultivator
46
Eps. 46 — Yan Juan
47
Eps. 47 — Potensi Yan Juan
48
Eps. 48 — Sifat Lain Manusia
49
Eps. 49 — Yan Juan Menghadang
50
Eps. 50 — Sihir Kertas
51
Eps. 51 — Zhi Tian Beraksi
52
Eps. 52 — Aura Energi
53
Eps. 53 — Pedang Naga Halilintar
54
Eps. 54 — Petir Ungu
55
Eps. 55 — Melanjutkan Perjalanan (Arc. 1 — End)
56
Eps. 56 — Istana Kerajaan
57
Eps. 57 — Penjelasan
58
Eps. 58 — Demam Es
59
Eps. 59 — Meracik Obat
60
Eps. 60 — Mencari Petunjuk
61
Eps. 61 — Kultivator Sensor
62
Eps. 62 — Wawasan Zhi Tian
63
Eps. 63 — Musisi Jalanan
64
Eps. 64 — Sihir Radar
65
Eps. 65 — Asosiasi Lintang Benua
66
Eps. 66 — Sepatu Bersayap
67
Eps. 67 — Elemen Es
68
Eps. 68 — Sebuah Permintaan
69
Eps. 69 — Yun Hanbing
70
Eps. 70 — Klan Yun
71
Eps. 71 — Long Meili
72
Eps. 72 — Balai Kandang
73
Eps. 73 — Fenomena Langit
74
Eps. 74 — Fenomena Langit II
75
Eps. 75 — Fenomena Langit III (Arc. 2 — End)
76
Eps. 76 — Perjalanan Baru
77
Eps. 77 — Menelusuri Sungai
78
Eps. 78 — Perompak Tengkorak Merah
79
Eps. 79 — Kemampuan Ras Raksasa
80
Eps. 80 — Ilmu Tangan Kosong
81
Eps. 81 — Menghancurkan Dantian
82
Eps. 82 — Gadis Rubah
83
Eps. 83 — Mencari Informasi
84
Eps. 84 — Petir yang Sama
85
Eps. 85 — Tentang Ramalan
86
Eps. 86 — Lelang Para Pahlawan
87
Eps. 87 — Badai
88
Eps. 88 — Bai Ruyue
89
Eps. 89 — Perempuan Bertopeng
90
Eps. 90 — Lin Xu
91
Eps. 91 — Biro Serigala Besi
92
Eps. 92 — Menyusup
93
Eps. 93 — Identitas Asli
94
Eps. 94 — Energi Pelindung
95
Eps. 95 — Mata Gerhana
96
Eps. 96 — Klan Lin (Arc. 3 — End)
97
Eps. 97 — Yin Azula
98
Eps. 98 — Air dan Api
99
Eps. 99 — Elemen Kristal
100
Eps. 100 — Kembali ke Gua
101
Eps. 101 — Jalan Pintas
102
Eps. 102 — Melewati Hutan
103
Eps. 103 — Ras Kurcaci
104
Eps. 104 — Siluman Semut
105
Eps. 105 — Masalah Desa
106
Eps. 106 — Suar Matahari
107
Eps. 107 — Penyerangan Desa
108
Eps. 108 — Topeng Besi
109
Eps. 109 — Perubahan Situasi
110
Eps. 110 — Tidak Mengenali
111
Eps. 111 — Gadis Gaun Merah
112
Eps. 112 — Guci Baja Galaksi
113
Eps. 113 — Membuat Pusaka
114
Eps. 114 — Meninggalkan Desa
115
Eps. 115 — Dua Keindahan (Arc. 4 — End)
116
Eps. 116 — Kota Barbara
117
Eps. 117 — Pasar Kultivator
118
Eps. 118 — Menjual Senjata
119
Eps. 119 — Harga Pusaka
120
Eps. 120 — Kerajaan Seribu Pedang
121
Eps. 121 — Restoran Teratai Putih
122
Eps. 122 — Pria Buta
123
Eps. 123 — Menjual Informasi
124
Eps. 124 — Zhou Tai
125
Eps. 125 — Perwakilan Kerajaan Bambu Suci
126
Eps. 126 — Telepati
127
Eps. 127 — Bakat Zheng Yifan
128
Eps. 128 — Progres Bai Ruyue
129
Eps. 129 — Perubahan Bai Ruyue
130
Eps. 130 — Pertemuan Kembali
131
Eps. 131 — Melatih Bai Ruyue
132
Eps. 132 — Dalam Sekali Lihat
133
Eps. 133 — Penculikan (Arc. 5 — End)
134
Eps. 134 — Para Tamu Undangan
135
Eps. 135 — Para Tamu Undangan II
136
Eps. 136 — Para Tamu Undangan III
137
Eps. 137 — Indra Ketujuh
138
Eps. 138 — Kompas Pelacak
139
Eps. 139 — Mengulur Waktu
140
Eps. 140 — Teknik Terlarang
141
Eps. 141 — Para Jenius Muda Berkumpul
142
Eps. 142 — Zhi Tian Vs Para Jenius
143
Eps. 143 — Zhi Tian Vs Para Jenius II
144
Eps. 144 — Zhi Tian Vs Para Jenius III
145
Eps. 145 — Zhi Tian Vs Para Jenius IV
146
Eps. 146 — Zhi Tian Vs Para Jenius V
147
Eps. 147 — Zhi Tian Vs Para Jenius VI
148
Eps. 148 — Zhi Tian Vs Para Jenius VII
149
Eps. 149 — Dualitas
150
Eps. 150 — Bakat Zheng Yifan
151
Eps. 151 — Dibalik Topeng
152
Eps. 152 — Sang Monster Kultivator
153
Eps. 153 — Teknik Shan Lao
154
Eps. 154 — Kombinasi Serangan
155
Eps. 155 — Teknik Delapan Gerbang Terlarang
156
Eps. 156 — Melebihi yang Terkuat
157
Eps. 157 — Status Buronan (Arc. 6 — End)
158
Arc. 7 tetap akan dilanjutkan disini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!