kesedihan melati

Melati yang menghentikan roda motor kesayangan nya disebuah taman yang nampak sepi karena memang masih pagi.

Ia segera memarkirkan kendaraan tak jauh dari taman dan duduk dikursi yang memang banyak disediakan.Biasanya setiap sore banyak orang yang duduk-duduk sambil menikmati sore karena memang suasana nya sangat sejuk dan teduh apalagi kalau hari libur banyak yang joging disana.

Melati memang sering mengunjungi taman tersebut disaat hatinya lagi sedih dan sekarang memang ia sangat sedih dan ingin menangis.Dan sampai nya tempat duduk yang dituju ia pun tak bisa lagi menahan nya air matanya tumpah.

" hiks...hiks...apa salahku ya allah? sampai sebegitu rendah nya diriku,dianggap aib dan membuat malu keluarga " isaknya lirih sambil menyeka air matanya dengan tisu.

Melati memandang taman yang nampak sepi hanya ia sendiri yang duduk disini sambil menangis.

" Kenapa aku di perlakukan seperti ini.Aku tidak menginginkan hal ini tapi apa yang harus aku lakukan kalau saat ini aku belum menikah,apakah sebegitu malunya mereka memiliki anak yang belum menikah " lirihnya lagi.

Bukan kehendak nya diposisi seperti ini.Ia pun ingin menikah sama seperti perempuan lainnya tapi sampai saat ini ia pun belum menemukan jodohnya.

Sudah berapa banyak Melati dikenalkan dengan beberapa pria tapi setelah perkenalan pertama kemudian tidak ada kelanjutannya.Pernah terpikir ingin ke orang pintar tapi buru-buru ia beristifhar.

Sampai akhirnya ia pasrah terhadap jodohnya bahkan orang tua nya sibuk memperkenalkan dengan anak-anak teman mereka tapi setiap laki-laki yang datang pasti lebih tertarik terhadap kedua adiknya.Bahkan saking malunya orang tua nya pernah memperkenalkan seorang duda berusia lima puluh tahun yang penting Melati menikah.Tentu saja Melati menolaknya lebih baik ia tidak menikah daripada menikah dengan laki seumur papa nya.

Akibat penolakan nya ia ditampar dan dipukul oleh mamanya.bahkan ia dimaki-maki dan puncaknya sang papa menampar nya karena ia menolak keras untuk menikah dengan pria tua tersebut yang merupakan teman papanya dikantor.

Semua itu dilakukan karena adiknya Anggi mau menikah karena tidak baik melangkahi sang kakak makanya Melati yang harus menikah duluan apalagi saat itu Melati belum ada pria yang dekat dengannya.

" Mau jadi perawan tua jangan sok cantik ambil kaca coba lihat sudah secantik apa dirimu " teriak mamanya saat itu sambil mengcengkram pipi melati yang menangis sesengukan karena baru ditampar mamanya.

" Melati sadar diri ma,memang tidak cantik,Melati ikhlas kalau Anggi ingin menikah duluan jangan pikirkan Melati dan jangan paksa Melati menikah dengan pria yang lebih cocok jadi ayah Melati "isak Melati.

" Berani melawan orang tua kamu !" marah papanya.

"PLAK !"

Tamparan keras mendarat di pipi kanan melati membuat ia terhuyung kebelakang dan badannya menghantam tembok kamar rasanya sangat sakit sekali dan ia pun terjatuh kelantai.Pipi kiri sudah duluan di tampar mamanya ini di tambah pipi kanan.Darah segar mengucur dibibirnya.

" Bunuh saja Melati kalau memang aib bagi keluarga ini " lirihnya sambil memegang pipinya menahan sakit kiri dan kanan.

" Udah ma tinggalkan anak tidak tahu diri ini " ucap papanya dengan tatapan matanya yang marah.Kedua orang tuanya keluar dari kamarnya dalam keadaan marah setelah menghajarnya dengan bibir yang pecah mengeluarkan darah.

Melati menangis menatap kepergian orang tuanya.Tiga hari ia tidak masuk kantor dengan alasan sakit.Tidak sedikit pun kedua orang tuanya melihat keadaan nya setelah kejadian itu ia pun langsung sakit.Melati sendiri yang mengurus dirinya dengan obat seadanya dan makan nasi sisa karena tidak ada makanan sebab selama ini ia yang memasak kalau dirumah.

Itu adalah kejadian yang tidak pernah akan ia lupakan sepanjang hidup.Orang tua yang membesarkan nya tega melakukan itu.Memang dari dulu ia sering diperlakukan tidak adil oleh orang tua kalau apa pun ia mesti mengalah dari adiknya.Bahkan ia sudah biasa di cubit oleh mamanya kalau tiba-tiba adiknya menangis karena Melati tidak mengajak adiknya bermain waktu kecil.Tapi papanya tidak pernah memukul nya dan kejadian ia menolak perjodohan itu lah pertama kali ia mendapat tamparan dari sang papa.

" Ya allah kuatkan lah hamba " lirih Melari sambil mengingat semua kenangan pahit yang pernah di hadapinya.

Semenjak kejadian ia di tampar kedua orang tuanya Melati tidak mau banyak bicara lebih baik ia menghindar kalau sudah mulai pembicaraan tentang jodoh.

Setelah lima belas menit duduk di taman dengan menangis dan sudah lebih tenang ia pun segera mau berangkat kekantor kebetulan kantor dimulai setengah jam lagi.Melati membetulkan riasan bedak yang luntur karena air mata.Ia tidak ingin orang dikantor tahu kalau habis menangis.

Terpopuler

Comments

citra marwah

citra marwah

Bukan nya sholat mlam bermunajat sama Allah buat jodoh anak nya...ini mlah nyakitin,org tua gak ada akhlak

2025-07-29

0

Wiwin niasari

Wiwin niasari

kalau aku jd melati,aku pergi dr rumah,toohh kerjaan melati juga uda jelas.

2025-12-26

0

𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ

𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ

melati kan sudah kerja, knp ga nge kos sendiri sj, drpd tinggal sm orang tua bgt

2025-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Pagi yang suram
2 kesedihan melati
3 suasana kantor
4 suasana kantor
5 Sudah biasa
6 Masakan Melati
7 harus kuat
8 Merasa minder
9 Allan Wilson
10 Hampa
11 Asisten Yoga
12 Suara merdu Melati
13 kecemasan mama
14 kerumah Anggi
15 sesal Ardi
16 Melati pulang
17 Pesan Ardi
18 menolak bertemu
19 Ardi menemui Melati
20 masa lalu
21 Batal perjodohan
22 Stella
23 dimutasi
24 akhirnya tahu
25 harus kuat
26 Pergi
27 Bandara
28 Melati Pergi
29 Perkenalan
30 Mencari kost
31 Mencari Kost (2)
32 Jadi bodoh
33 Berjumpa
34 salah tingkah
35 pagi hari
36 berbalas pesan
37 Di kantor
38 kaget luar biasa
39 Takut
40 Panggil mas
41 wanita istimewa
42 kiriman barang
43 cake buatan Melati
44 ajakan makan malam
45 merasa kehilangan?
46 persiapan
47 pergi berdua
48 makan berdua
49 hadiah
50 Putus
51 pindah keyakinan
52 berita duka
53 kepemakaman
54 indah pada waktunya
55 Satu iman
56 Rindu
57 serakah
58 menemui melati
59 gombalan Allan
60 ungkapan perasaan Allan
61 Akhirnya di terima
62 Allan semakin yakin
63 tidak bisa menunda
64 Sarapan untuk Allan
65 segera menikah
66 semakin dekat
67 Bertemu Camer 1
68 bertemu Camer 2
69 menjelang pernikahan
70 menuju halal
71 Sah
72 menuju hotel
73 akhirnya....
74 mengulangi
75 Saling menguatkan
76 pulang
77 Allan sewot
78 rumah kita
79 sarapan pertama
80 akan menjaga
81 Pergi belanja
82 Melati di culik
83 Melati di culik 2
84 Keadaan Melati
85 Melati di siksa
86 Melati di temukan
87 mengeksekusi Stella
88 melati siuman
89 Menemui adik nya
90 Melati pingsan
91 bahagia bersama
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Pagi yang suram
2
kesedihan melati
3
suasana kantor
4
suasana kantor
5
Sudah biasa
6
Masakan Melati
7
harus kuat
8
Merasa minder
9
Allan Wilson
10
Hampa
11
Asisten Yoga
12
Suara merdu Melati
13
kecemasan mama
14
kerumah Anggi
15
sesal Ardi
16
Melati pulang
17
Pesan Ardi
18
menolak bertemu
19
Ardi menemui Melati
20
masa lalu
21
Batal perjodohan
22
Stella
23
dimutasi
24
akhirnya tahu
25
harus kuat
26
Pergi
27
Bandara
28
Melati Pergi
29
Perkenalan
30
Mencari kost
31
Mencari Kost (2)
32
Jadi bodoh
33
Berjumpa
34
salah tingkah
35
pagi hari
36
berbalas pesan
37
Di kantor
38
kaget luar biasa
39
Takut
40
Panggil mas
41
wanita istimewa
42
kiriman barang
43
cake buatan Melati
44
ajakan makan malam
45
merasa kehilangan?
46
persiapan
47
pergi berdua
48
makan berdua
49
hadiah
50
Putus
51
pindah keyakinan
52
berita duka
53
kepemakaman
54
indah pada waktunya
55
Satu iman
56
Rindu
57
serakah
58
menemui melati
59
gombalan Allan
60
ungkapan perasaan Allan
61
Akhirnya di terima
62
Allan semakin yakin
63
tidak bisa menunda
64
Sarapan untuk Allan
65
segera menikah
66
semakin dekat
67
Bertemu Camer 1
68
bertemu Camer 2
69
menjelang pernikahan
70
menuju halal
71
Sah
72
menuju hotel
73
akhirnya....
74
mengulangi
75
Saling menguatkan
76
pulang
77
Allan sewot
78
rumah kita
79
sarapan pertama
80
akan menjaga
81
Pergi belanja
82
Melati di culik
83
Melati di culik 2
84
Keadaan Melati
85
Melati di siksa
86
Melati di temukan
87
mengeksekusi Stella
88
melati siuman
89
Menemui adik nya
90
Melati pingsan
91
bahagia bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!