suasana kantor

Waktu terasa begitu cepat tanpa terasa sudah saat nya untuk makan siang.Sebagian pegawai kantor ada yang langsung kekantin untuk makan siang ada juga yang ke musola untuk melaksanakan sholat zuhur.

Memang fasilitas yang di berikan sangat lengkap jadi tidak perlu keluar untuk mencari makan karena perusahaan tempat Melati bekerja memang sangat memperhatikan para pegawainya.

"Mel sholat dulu atau makan ?" tanya mbak Tika sambil merapikan beberapa berkas.

" Sholat dulu deh mbak tapi kalau mbak mau makan ngak apa kasihan dedek nya,mbak ambil aja bekal nya di dalam totebag ini " tunjuk Melati kearah totebag yang berada disamping nya.

" Mbak tadi banyak ngemil jadi belum lapar,sholat dulu deh biar nyaman ngak dikejar waktu " Melati pun mengangguk.Mereka pun pergi menuju musola yang berada di lantai yang sama tapi beda ruang.Perusahaan tempat mereka bekerja memang menyediakan satu ruangan khusus di jadikan musola untuk sholat.

Karena Mia non muslim ia tetap melanjutkan kerjanya sambil menunggu Melati dan Tika sholat untuk makan bareng.Kebetulan Mia baru order makanan ia malas berdesakan di kantin saat jam makan siang.Setelah sholat mereka pun segera menuju ruang kerja rencana nya akan makan di pantry.

" Udah selesai Mbak?" tanya Mia melihat kedatangan Melati dan Tari.

" Ayo kita ke pantry kasihan bumil " ajak Melati sambil mengambil totebag nya begitu juga dengan Tari yang memang sudah order makanan bersama Mia.

Mereka pun berjalan bersama menuju pantry biasanya ada beberapa pegawai yang makan disana bagi yang membawa bekal.Mereka jarang makan di meja kerja karena takut kotor dan mengenai beberapa berkas yang berserakan di meja.

Melati pun mulai membuka tempat bekalnya dan membagikan kepada dua temannya tidak lupa ia juga menawari kepada cleaning service yang ada di pantry.

" Mel nasi goreng nya enak " puji Tari makan dengan lahap.

" Iya mbak apalagi pergedel jagung nya maknyos " puji Mia sambil mengacungkan dua jempol.

Melati hanya tersenyum mendengar pujian dua rekannya.Dulu saat kuliah ia juga buka orderan masakan ayam geprek lengkap dengan nasi dan sambal.Semua dilakukan nya untuk dapat tambahan uang saku buat beli buku karena orang tuanya mengirimi uang pas-pasan alasan mereka dua adik butuh biaya sekolah. Untung nya Melati kuliah mendapatkan beasiswa.

Melati sudah biasa di perlakukan berbeda dari kedua adik nya.Bahkan ia selalu banyak mengalah tapi walau demikian tak membuat nya melati patah semangat tetap berusaha mencari uang yang penting kuliah nya tidak terganggu dan ia pun menyelesaikan kuliah tepat waktu dan tidak lama melamar kerja diterima dan sampai saat ini masih disini walau awal mulanya ia adalah pegawai kontrak sekarang sudah menjadi pegawai tetap dan mendapatkan tempat bagian keuangan perusahaan karena kinerja nya yang bagus.

Melati ingin membuka usaha rumah makan atau Cafe maka nya ia menabung untuk mewujudkan mimpinya karena dengan jabatan nya sekarang tentu gajinya sudah lebih besar.Untuk mencapai itu semua tentu tidak mudah tapi dengan tekad yang kuat akhirnya bisa tercapai.

walaupun dalam pekerjaan sukses tapi dalam hal asmara ternyata tidak semulus itu.Kebanyakan pria yang mendekati nya selalu menilai fisiknya tidak menarik.Sebenarnya Melati wajahnya tidaklah jelek tapi ia merasa kurang percaya diri karena dari kecil selalu dibandingkan dengan kedua adiknya akhirnya ia merasa minder.

" Sebenarnya dirimu manis Mel hidung mancung kulit halus apalagi tipe kulit mu itu idaman para bule lho " puji Tari suatu hari saat itu mereka sedang cerita.Melati hanya tersenyum mendengar pujian Tari.

"Tapi Melati kurang percaya diri mbak selalu minder karena dari kecil sering dibandingkan dengan adik yang memang lebih cantik dengan kulitnya yang putih " sahut melati saat itu.

Itulah sebab nya dari kecil sampai saat ini Melati kurang percaya diri bahkan setiap berhadapan dengan laki-laki selalu minder merasa tidak menarik hingga pria yang akan dikenali nya menjadi risih dan ujung-ujung nya mereka tidak melanjutkan lagi.

Kedua orang tuanya pun kalau ada acara keluarga jarang mengajak Melati alasan mereka Melati anaknya pemalu tidak suka keramaian .Untunglah saat sekolah dan dalam dunia kerja ia tidak merasa minder karena diberi kelebihan kepintaran.

Sebenarnya saat awal bekerja ada beberapa rekan pria nya yang masih lajang tapi mereka rata-rata sudah punya pasangan bahkan ada juga yang menjodoh kan Melati dengan rekan kerja beda divisi tapi karena Melati kurang percaya diri akhirnya tidak berlanjut mereka mengira Melati punya selera tinggi.

Besok aku ngak update ya karena ada acara keluarga๐Ÿ™

Terpopuler

Comments

๐Ÿ’•๐˜›๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜’๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐Ÿ’•

๐Ÿ’•๐˜›๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜’๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐Ÿ’•

๐‘ป๐’‰๐’๐’“ ๐’๐’‚๐’๐’•๐’Š ๐’Œ๐’ ๐‘ด๐’†๐’๐’‚๐’•๐’Š ๐’Œ๐’†๐’•๐’†๐’Ž๐’– ๐’‹๐’๐’…๐’๐’‰๐’๐’š๐’‚ ๐’‹๐’๐’ˆ๐’ ๐’๐’‚๐’Ž๐’‚ ๐’•๐’†๐’–๐’Š๐’๐’ˆ ๐’š๐’‚ ๐’ƒ๐’Š๐’‚๐’“ ๐’”๐’‚๐’š๐’‚ ๐’ˆ๐’‚๐’Œ ๐’‘๐’†๐’๐’‚๐’”๐’‚๐’“๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ด๐’†๐’๐’‚๐’•๐’Š ๐’ƒ๐’Š๐’”๐’‚ ๐’…๐’Š ๐’ƒ๐’‚๐’˜๐’‚ ๐’‘๐’†๐’“๐’ˆ๐’Š ๐’…๐’“ ๐’Œ๐’†๐’๐’–๐’‚๐’“๐’ˆ๐’‚ ๐’•๐’๐’™๐’Š๐’„ ๐’๐’š๐’‚ ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

2025-07-09

0

Ilfa Yarni

Ilfa Yarni

semoga melati cepat dpt jodoh dan jadi kebanggan orangtua yg slama ini tidak berlaku adil

2025-07-08

0

N I A ๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒน

N I A ๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒน

itu klrg nya tolong di buang kelaut kalo melati udah dapat jodoh๐Ÿ˜‚

2025-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Pagi yang suram
2 kesedihan melati
3 suasana kantor
4 suasana kantor
5 Sudah biasa
6 Masakan Melati
7 harus kuat
8 Merasa minder
9 Allan Wilson
10 Hampa
11 Asisten Yoga
12 Suara merdu Melati
13 kecemasan mama
14 kerumah Anggi
15 sesal Ardi
16 Melati pulang
17 Pesan Ardi
18 menolak bertemu
19 Ardi menemui Melati
20 masa lalu
21 Batal perjodohan
22 Stella
23 dimutasi
24 akhirnya tahu
25 harus kuat
26 Pergi
27 Bandara
28 Melati Pergi
29 Perkenalan
30 Mencari kost
31 Mencari Kost (2)
32 Jadi bodoh
33 Berjumpa
34 salah tingkah
35 pagi hari
36 berbalas pesan
37 Di kantor
38 kaget luar biasa
39 Takut
40 Panggil mas
41 wanita istimewa
42 kiriman barang
43 cake buatan Melati
44 ajakan makan malam
45 merasa kehilangan?
46 persiapan
47 pergi berdua
48 makan berdua
49 hadiah
50 Putus
51 pindah keyakinan
52 berita duka
53 kepemakaman
54 indah pada waktunya
55 Satu iman
56 Rindu
57 serakah
58 menemui melati
59 gombalan Allan
60 ungkapan perasaan Allan
61 Akhirnya di terima
62 Allan semakin yakin
63 tidak bisa menunda
64 Sarapan untuk Allan
65 segera menikah
66 semakin dekat
67 Bertemu Camer 1
68 bertemu Camer 2
69 menjelang pernikahan
70 menuju halal
71 Sah
72 menuju hotel
73 akhirnya....
74 mengulangi
75 Saling menguatkan
76 pulang
77 Allan sewot
78 rumah kita
79 sarapan pertama
80 akan menjaga
81 Pergi belanja
82 Melati di culik
83 Melati di culik 2
84 Keadaan Melati
85 Melati di siksa
86 Melati di temukan
87 mengeksekusi Stella
88 melati siuman
89 Menemui adik nya
90 Melati pingsan
91 bahagia bersama
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Pagi yang suram
2
kesedihan melati
3
suasana kantor
4
suasana kantor
5
Sudah biasa
6
Masakan Melati
7
harus kuat
8
Merasa minder
9
Allan Wilson
10
Hampa
11
Asisten Yoga
12
Suara merdu Melati
13
kecemasan mama
14
kerumah Anggi
15
sesal Ardi
16
Melati pulang
17
Pesan Ardi
18
menolak bertemu
19
Ardi menemui Melati
20
masa lalu
21
Batal perjodohan
22
Stella
23
dimutasi
24
akhirnya tahu
25
harus kuat
26
Pergi
27
Bandara
28
Melati Pergi
29
Perkenalan
30
Mencari kost
31
Mencari Kost (2)
32
Jadi bodoh
33
Berjumpa
34
salah tingkah
35
pagi hari
36
berbalas pesan
37
Di kantor
38
kaget luar biasa
39
Takut
40
Panggil mas
41
wanita istimewa
42
kiriman barang
43
cake buatan Melati
44
ajakan makan malam
45
merasa kehilangan?
46
persiapan
47
pergi berdua
48
makan berdua
49
hadiah
50
Putus
51
pindah keyakinan
52
berita duka
53
kepemakaman
54
indah pada waktunya
55
Satu iman
56
Rindu
57
serakah
58
menemui melati
59
gombalan Allan
60
ungkapan perasaan Allan
61
Akhirnya di terima
62
Allan semakin yakin
63
tidak bisa menunda
64
Sarapan untuk Allan
65
segera menikah
66
semakin dekat
67
Bertemu Camer 1
68
bertemu Camer 2
69
menjelang pernikahan
70
menuju halal
71
Sah
72
menuju hotel
73
akhirnya....
74
mengulangi
75
Saling menguatkan
76
pulang
77
Allan sewot
78
rumah kita
79
sarapan pertama
80
akan menjaga
81
Pergi belanja
82
Melati di culik
83
Melati di culik 2
84
Keadaan Melati
85
Melati di siksa
86
Melati di temukan
87
mengeksekusi Stella
88
melati siuman
89
Menemui adik nya
90
Melati pingsan
91
bahagia bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!