Sudah biasa

Saat sampai dirumah waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam seperti biasa Melati akan sholat maghrib dulu di mesjid terdekat karena kalau ia melanjutkan perjalanan takutnya tidak terkejar maghrib dirumah karena macet yang luar biasa di jam pulang kantor.

Sebelum pulang tadi Melati kesupermarket terdekat belanja keperluan pribadi dan untuk dirumah.Sudah hal biasa dan tanpa diminta ia akan membeli keperluan rumah tangga seperti deterjen,odol dan yang lainnya.Bahkan listrik pun ia yang membayar bagi Melati tidak masalah karena gaji nya saat ini sudah lumayan selagi tidak memberatkannya dan ia bisa menabung.

Ia pun rutin memberi uang untuk mamanya walaupun jumlahnya tidak banyak.Dari dulu Melati tidak pernah menyusahkan kedua orang tua nya semenjak SMP sudah biasa mencari tambahan uang saku dengan membuka pesanan kue di rumah.

Melati sangat bersyukur karena pintar memasak semua itu berkat nenek nya yang memang sangat pandai memasak saat libur ia akan pulang ke kampung nenek dan kakek nya.Bahkan diajarkan menjahit dan menyulam oleh sang nenek.Tapi saat akan tamat SMA nenek nya meninggal tak lama dalam hitungan bulan disusul kakeknya.

Melati sangat terpukul dengan kepergian kedua orang yang sangat disayanginya itu karena Melati merupakan cucu kesayangan mereka yang selalu menemani mereka saat libur sekolah.

Melati membuka pintu pagar terlihat oleh nya ada mobil yang terparkir didepan rumah ia tahu itu mobil suami adik nya Anggi.Biasanya mereka akan menginap dirumah.

Melati menghembuskan nafasnya pasti akan ada beberapa percakapan yang membuat dada nya sesak.Melati segera memasukkan motornya kegarasi tak lupa ia juga membawa plastik yang berisi belanjaan.Ia pun segera masuk melalui pintu samping garasi yang langsung menghubungkan ruang keluarga.

" Assalamualaikum " ucap Melati saat akan masuk.

" Waalaikumsalam " jawab mereka sambil melihat siapa yang datang kebetulan mereka sedang berkumpul semua.

" Mbak mel baru pulang jam segini habis dari mana,jangan-jangan kelayapan cari laki " sindir Anggi sambil tertawa mengejek begitu juga dengan Dena. Sedangkan orang tua nya hanya diam, suaminya Anggi terlihat tidak enak melihat perkataan istrinya terhadap kakaknya sendiri

Melati hanya diam tidak menjawab sama sekali karena sudah biasa dia di jadikan bahan olok-olokan adiknya.Ia segera menuju dapur untuk menyusun barang yang di belinya.

" Ma mbak Melati kapan nikahnya sih, tuh anak buk Desi besok udah nikah padahal masih muda" tanya Anggi sambil mengelus perutnya yang terlihat membuncit karena ia sedang hamil tiga bulan.

" Iya ma,aku tuh malu ditanya terus sama teman-teman dibilang nya mbak Mel perawan tua ngak nikah-nikah sedang kan mbak Anggi udah nikah,nanti tiba-tiba keduluan aku nikah" gerutu Dena

" Masalah jodoh ngak bisa kita yang ngatur mungkin belum ketemu sama jodohnya " jawab Ardi suami Mia.

" Ikh...apaan sih mas belain Mbak Mel " ucap anggi sewot.

" Bukan membela tapi urusan jodoh bukan kita yang ngatur kalau Allah belum mempertemukan kita mau apa " bela Ardi.Ia memang merasa kasihan melihat Melati karena sering di cemooh adik-adiknya.Sudah sering menasihati istrinya untuk tidak menghujat sang kakak tapi tetap saja dilakukan.Sebenarnya ia malas menginap dirumah mertuanya tapi karena istrinya mengidam masakan Melati mau tak mau ia pun menginap. Apalagi ini adalah kehamilan anak kedua setelah kehamilan pertama keguguran karena kandungan nya lemah.

" Udah jangan urus mbak mu lagi " sahut mamanya menengahi sedangkan papanya hanya diam mendengarkan sambil fokus menonton televisi.

Melati yang mendengar nya dari dapur hanya menghembuskan nafasnya.Ia tidak menangis sama sekali karena sudah hal biasa.Sedikit pun ia tidak merasa tersinggung karena sudah capek menghadapinya lebih baik diam dan tidak banyak bicara.

Setelah membereskan semua barang Melati segera masuk kamar untuk mandi badan nya sudah tidak enak dan lengket.

Kamar Melati dulu nya tidak punya kamar mandi tapi ia kumpulkan uang setelah bekerja dan setelah cukup barulah mencari tukang untuk membuat kamar mandi dikamar nya.

Di rumahnya memiliki empat kamar tidur tapi satu kamar yang tidak memiliki kamar mandi yaitu kamar Melati yang ukuran nya yang paling kecil dibanding kan tiga kamar lainnya.Tapi Melati tidak masalah yang penting ia punya kamar sendiri.

Setelah mandi Melati pun mulai membereskan tas di pakai nya mengeluarkan isi nya berupa mukena yang segera ia anger agar tidak bau.

Melati tidak akan keluar kamar tadi sudah makan di jalan sebelum pulang,ingin istirahat langsung. Lebih baik dikamar dari pada berkumpul di ruang keluarga yang ada hanya pembicaraan tentang menikah apalagi anak tetangga ujung komplek akan menikah yang usia nya lebih muda dari dirinya yang ada nanti ia semakin tertekan.

Jangan like komen dan subscribe ya.Mudah-mudahan suka degan novel ku ini.

Terpopuler

Comments

Mamah dini

Mamah dini

sama kakak sendiri kok pd gitu , apa ibunya kurang mendidik adik2nya melati, bicaranya ngawur pisan pantesan ke guguran mulutny suka nyakitin perasaan kakakny , punya ayah diam saja melati di katain jelek juga diem aja ortu macam apa tuh .

2025-09-13

0

Kim

Kim

hehhhh Anggi,punya mulut dijaga ya
nikah itu seperti sholat taraweh,bukan masalah siapa yg datang lebih cepat,tapi siapa yg bertahan sampai akhir

2025-07-15

0

𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ

𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ

adik adik durhakim anggi dan dena nih. pindah sj melati, cari tempat kos, uang ada, masak bisa, biarkan keluarga mu dengan hidup nya

2025-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Pagi yang suram
2 kesedihan melati
3 suasana kantor
4 suasana kantor
5 Sudah biasa
6 Masakan Melati
7 harus kuat
8 Merasa minder
9 Allan Wilson
10 Hampa
11 Asisten Yoga
12 Suara merdu Melati
13 kecemasan mama
14 kerumah Anggi
15 sesal Ardi
16 Melati pulang
17 Pesan Ardi
18 menolak bertemu
19 Ardi menemui Melati
20 masa lalu
21 Batal perjodohan
22 Stella
23 dimutasi
24 akhirnya tahu
25 harus kuat
26 Pergi
27 Bandara
28 Melati Pergi
29 Perkenalan
30 Mencari kost
31 Mencari Kost (2)
32 Jadi bodoh
33 Berjumpa
34 salah tingkah
35 pagi hari
36 berbalas pesan
37 Di kantor
38 kaget luar biasa
39 Takut
40 Panggil mas
41 wanita istimewa
42 kiriman barang
43 cake buatan Melati
44 ajakan makan malam
45 merasa kehilangan?
46 persiapan
47 pergi berdua
48 makan berdua
49 hadiah
50 Putus
51 pindah keyakinan
52 berita duka
53 kepemakaman
54 indah pada waktunya
55 Satu iman
56 Rindu
57 serakah
58 menemui melati
59 gombalan Allan
60 ungkapan perasaan Allan
61 Akhirnya di terima
62 Allan semakin yakin
63 tidak bisa menunda
64 Sarapan untuk Allan
65 segera menikah
66 semakin dekat
67 Bertemu Camer 1
68 bertemu Camer 2
69 menjelang pernikahan
70 menuju halal
71 Sah
72 menuju hotel
73 akhirnya....
74 mengulangi
75 Saling menguatkan
76 pulang
77 Allan sewot
78 rumah kita
79 sarapan pertama
80 akan menjaga
81 Pergi belanja
82 Melati di culik
83 Melati di culik 2
84 Keadaan Melati
85 Melati di siksa
86 Melati di temukan
87 mengeksekusi Stella
88 melati siuman
89 Menemui adik nya
90 Melati pingsan
91 bahagia bersama
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Pagi yang suram
2
kesedihan melati
3
suasana kantor
4
suasana kantor
5
Sudah biasa
6
Masakan Melati
7
harus kuat
8
Merasa minder
9
Allan Wilson
10
Hampa
11
Asisten Yoga
12
Suara merdu Melati
13
kecemasan mama
14
kerumah Anggi
15
sesal Ardi
16
Melati pulang
17
Pesan Ardi
18
menolak bertemu
19
Ardi menemui Melati
20
masa lalu
21
Batal perjodohan
22
Stella
23
dimutasi
24
akhirnya tahu
25
harus kuat
26
Pergi
27
Bandara
28
Melati Pergi
29
Perkenalan
30
Mencari kost
31
Mencari Kost (2)
32
Jadi bodoh
33
Berjumpa
34
salah tingkah
35
pagi hari
36
berbalas pesan
37
Di kantor
38
kaget luar biasa
39
Takut
40
Panggil mas
41
wanita istimewa
42
kiriman barang
43
cake buatan Melati
44
ajakan makan malam
45
merasa kehilangan?
46
persiapan
47
pergi berdua
48
makan berdua
49
hadiah
50
Putus
51
pindah keyakinan
52
berita duka
53
kepemakaman
54
indah pada waktunya
55
Satu iman
56
Rindu
57
serakah
58
menemui melati
59
gombalan Allan
60
ungkapan perasaan Allan
61
Akhirnya di terima
62
Allan semakin yakin
63
tidak bisa menunda
64
Sarapan untuk Allan
65
segera menikah
66
semakin dekat
67
Bertemu Camer 1
68
bertemu Camer 2
69
menjelang pernikahan
70
menuju halal
71
Sah
72
menuju hotel
73
akhirnya....
74
mengulangi
75
Saling menguatkan
76
pulang
77
Allan sewot
78
rumah kita
79
sarapan pertama
80
akan menjaga
81
Pergi belanja
82
Melati di culik
83
Melati di culik 2
84
Keadaan Melati
85
Melati di siksa
86
Melati di temukan
87
mengeksekusi Stella
88
melati siuman
89
Menemui adik nya
90
Melati pingsan
91
bahagia bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!