Sekarang para orang tua sudah Pulang, tinggal Dimas dan Arsyah yang berada di Rumah sakit. mereka berdua hanya duduk terdiam entah apa yang mereka berdua fikirkan.
Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing hingga dokter Reni mengagetkan mereka berdua.
"Maaf mengganggu kalian yang sedang melamun"
"Apaan sih mbak, ngagetin orang saja" sambil menggosok Telinganya yang berdenging gara - gara dokter Reni
"Mbak sudah dari tadi memanggil tapi kamu tetap diam jadi mbak teriak deh hehehehe"
"Bagaimana keadaan adik saya dok" tanya Arsya
" Itu yang ingin saya sampaikan, keadaan Riri berangsur-angsur membaik mungkin besok pagi atau siang akan di pindahkan ke kamar rawat inap"
"Syukurlah kalau begitu, Terima kasih dok sudah mau bersusa payah untuk menyelamatkan Riri"
"Tidak perlu berterima kasih, memang sudah tugas ku melakukan semua ini bukan karena hanya profesi ku tapi dia adalah keluarga ku, Saya hanya tidak ingin menjadi gagal untuk kedua kalinya menyelamatkan nyawa orang yang begitu berarti buat adik ku ini" ucap dokter Reni sambil menepuk bahu Dimas.
"Kedua kalinya, maksudnya Dimas juga..."
"Jangan Salah Paham, Kami pernah kehilangan seorang Adik perempuan dan Saya gagal menyelamatkan nyawanya. Dimas begitu menyayanginya seperti Dirimu yang begitu menyayangi Riri walaupun kalian berdua tidak menampakkan itu tapi Dalam hati kalian sangat menyayanginya, Saya sangat Yakin akan Hal itu"
Setelah kepergian dokter Reni Suasana kembali hening, Dimas dan Arsya kembali tenggelam dalam lautan pikiran yang tak berujung.
Mungkin karena kelelahan akhirnya mereka tertidur. Saat Subuh menjelang Dimas membangunkan Arsya untuk sholat.
Setelah menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim, Arsya dan Dimas duduk di sekitar taman Rumah sakit.
Arsya menerawang jauh memandangi semburat Merah di ufuk timur.
"Dulu Riri akan Sangat Marah jika Saya tidak sholat, dia akan terus mengoceh. mengatakan bahwa dunia ini hanya persinggahan apa yang akan kita bawa kelak untuk menghadap Yang Maha Kuasa,…
Pandanganmu
75. Jangan Tersenyum
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 78 Episodes
Comments