"Apa bu Ana?" terdengar kasak kusuk diantara karyawan tak percaya wanita yang kata salah seorang temanya adalah gembel ternyata pemilik tempat mereka bekerja.
"Ga mungkin, mbak. Mbak Wati ga lagi ngingaukan?" bantah karyawan itu tak percaya.
"Terserah kalian, mau percaya atau tidak tapi kenyataanya memang begitu. Pak Bagas itu adalah mantan suami beliau bukan pemilik tempat ini, pemilik sebenarnya adalah bu Ana ini." jelas Wati sambil menunjuk Ana.
"Saya tetapnya percaya mbak, mbak pasti bohong. Masa pemilih rumah dan usaha ini gembel kaya gini." tolak karyawan itu kekeh tak mau percaya.
"Itu terserah kamu saja. Bu Ana ayo masuk." ajak Wati menyuruh Ana menuju rumah.
"Tunggu mbak Wati, mbak Wati pasti kena pelet gembel ini. Mbak sadar mbak." ujar karyawan itu menahan Wati membawa Ana kerumah.
"Adek kamu bisa diam ga, saya ini masih normal. Saya tau mana yang bohong mana yang tidak." bentak Wati pada Adek.
"Sudahlah Wati, sepertinya saya tidak membutuhkan dia lagi bekerja di sini. Saya tidak suka punya karyawan bermulut kotor seperti dia." Ana membuka suara karena sudah sangat kesal mendengar hinaan dari Adek.
"Enak saja mau pecat saya, saya adukan pak Bagas baru tau rasa. Kalian berdua pasti yang akan di tendang dari sini." ancam Adek percaya diri.
"Silahkan, sana kamu panggil Bagas. Saya ga takut." tantang Ana.
"Baik, tunggu saja." Adek mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Bagas. Beberapa panggilan tak ada kunjung ada jawaban.
Sementara itu Ana dan Wati duduk di kursi menunggu Adek menghubungi Bagas.
"Ini siapa?" terdengar suara ketus di sebrang sana saat panggilan Adek diangkat.
"Saya Adek karyawan laundry pak."
"Ada apa? Buruan saya ga punya waktu meladeni yang tidak penting." sarkas Bagas.
"Begini pak, di sini ada yang mengaku bernama Ana pemilik rumah beserta lundry. Tapi saya tidak percaya begitu saja, saya takut dia penipu pak."
"Coba berikan ponsel kamu padanya, saya mau bicara." perintah Bagas.
"Ini pak Bagas mau ngomong." Adek menyerahkan ponselny…
Pengasuh Buat Candu
Bab 84
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 152 Episodes
Comments
Suanti
ana ngak usah ampunin langsung aja di pecat mulut nya tak pernah di sekolah in🤭
2025-10-12
1