semoga suatu saat Emely bisa kembali pulih dengan bantuan pengobatan Dennis. Jadi bisa tahu siapa dia sebenarnya,, siapa yang menyakiti nya,, karena bagi seorang gadis tentu saja merasakan trauma apabila diculik, diracuni,, apalagi disiksa terus dibuang. semoga tepat dengan pengobatan Denis dia bisa kembali bicara, karena agak sulit juga menahan ketakutan dalam diam, tanpa Xavier tahu apa yang dia rasakan, apa yang dia mau.
semoga Emely bisa kembali bicara ya Author. jangan lama lama dong nyiksa Xavier ☺☺☺☺☺
2026-04-26
2
AUdy Anita
dari sekian banyak karakter perempauan di cerita ini .sungguh aq palinh tidak suka dengan karkater emily...tidka tw dia trauma karena apa...takut kenapa dan diracun siapa..tapi menurutku ketakutan dia snagat berlebihan sekali....menyusahkan bnagk orang .maaf thor karakter emily dari mulai kemunculannya lemah sekali..sampk berbulan bulan ttp sprt itu.tdk ada perkembangan
2026-04-26
2
Anonim
Pintu di buka penjaga - langkah Xavier terhenti di ambang pintu.
Benar - Emely ketakutan, tubuh kecilnya meringkuk di sudut kamar dekat tempat tidur.
Xavier memanggil pelan Emely. Wajah Emely yang tersembunyi diantara kedua lengan tetap diposisinya.
Emely tahu yang datang Xavier. Emely tetap tidak bergerak.
Mendengar kembali suara Xavier - aku di sini. Perlahan Emely mengangkat wajahnya. Xavier terdiam. Emely menangis cukup lama, terlihat dari matanya yang bengkak.
Emely menatap Xavier - begitu yakin siapa yang berada di depannya, tangannya mencengkeram baju Xavier, menarik dirinya mendekat - lalu menyembunyikan wajahnya di dada Xavier.
Xavier sedikit terkejut - tapi cepat merespon melingkarkan tangannya ke punggung Emely. Tangis Emely semakin kuat walau tanpa suara.
Mestinya Emely jangan dibiarkan sendiri. Kalau Xavier tidak bisa menemani, setidaknya ada yang disuruh menemani.
Comments
Fortu
semoga suatu saat Emely bisa kembali pulih dengan bantuan pengobatan Dennis. Jadi bisa tahu siapa dia sebenarnya,, siapa yang menyakiti nya,, karena bagi seorang gadis tentu saja merasakan trauma apabila diculik, diracuni,, apalagi disiksa terus dibuang.
semoga tepat dengan pengobatan Denis dia bisa kembali bicara, karena agak sulit juga menahan ketakutan dalam diam, tanpa Xavier tahu apa yang dia rasakan, apa yang dia mau.
semoga Emely bisa kembali bicara ya Author. jangan lama lama dong nyiksa Xavier ☺☺☺☺☺
2026-04-26
2
AUdy Anita
dari sekian banyak karakter perempauan di cerita ini .sungguh aq palinh tidak suka dengan karkater emily...tidka tw dia trauma karena apa...takut kenapa dan diracun siapa..tapi menurutku ketakutan dia snagat berlebihan sekali....menyusahkan bnagk orang .maaf thor karakter emily dari mulai kemunculannya lemah sekali..sampk berbulan bulan ttp sprt itu.tdk ada perkembangan
2026-04-26
2
Anonim
Pintu di buka penjaga - langkah Xavier terhenti di ambang pintu.
Benar - Emely ketakutan, tubuh kecilnya meringkuk di sudut kamar dekat tempat tidur.
Xavier memanggil pelan Emely. Wajah Emely yang tersembunyi diantara kedua lengan tetap diposisinya.
Emely tahu yang datang Xavier. Emely tetap tidak bergerak.
Mendengar kembali suara Xavier - aku di sini. Perlahan Emely mengangkat wajahnya. Xavier terdiam. Emely menangis cukup lama, terlihat dari matanya yang bengkak.
Emely menatap Xavier - begitu yakin siapa yang berada di depannya, tangannya mencengkeram baju Xavier, menarik dirinya mendekat - lalu menyembunyikan wajahnya di dada Xavier.
Xavier sedikit terkejut - tapi cepat merespon melingkarkan tangannya ke punggung Emely. Tangis Emely semakin kuat walau tanpa suara.
Mestinya Emely jangan dibiarkan sendiri. Kalau Xavier tidak bisa menemani, setidaknya ada yang disuruh menemani.
2026-04-30
0