Halver maju paling depan. Pedangnya bergerak ringan mematikan.
Denis lebih brutal, menghindar, menangkis, lalu membalas tanpa ragu. Perut musuh kena tusukan mautnya.
Luis mulai panik. Pasukannya terkecoh dengan strategi sederhana dari Halver yang memimpin serangan ke sisi kanan dan Denis menerobos sisi. Keadaan pasukan Luis jadi kacau, saling bertabrakan.
Luis timbul amarahnya - melesat maju dengan kudanya menerobos pasukannya sendiri. Arahnya tertuju pada Halver. Menyerang Halver dengan pedangnya.
Luis diejek Halver - masih sama saja - tidak berguna.
2026-05-05
0
Anonim
Ribuan pasukan Luis langsung bergerak maju mebyerang.
Luis menyadari ada sesuatu yang tidak beres ketika melihat Halver dan Denis tidak bergerak. Mereka berdua berdiri dengan tenang.
Halver memberikan perintah dengan suara rendah untuk menyerang. Panahkan.
Pasukan pemanah berjumlah ratusan dari balik tembok dan menara kediaman, muncul bersamaan.
Anak panah melesat tanpa ampun ke arah pasukan Luis.
Langsung tepat sasaran. Barisan depan pasukan Luis runtuh seketika.
Luis si bodoh heran, melihat pemanah datang dari mana.
2026-05-05
0
Anonim
Denis melihat beberapa prajurit musuh mulai mencoba memanjat dari sisi belakang.
Denis membalkkan arah kudanya, tidak membiarkan musuh menyentuh tempat itu.
Seorang penjaga memberitahu kalau musuh mencoba masuk dari belakang.
Akari, Ansel, dan Piere siaga dengan pedang masing-masing.
Comments
Anonim
Pasukan Kavaleri tiba saatnya untuk menyerang.
Halver maju paling depan. Pedangnya bergerak ringan mematikan.
Denis lebih brutal, menghindar, menangkis, lalu membalas tanpa ragu. Perut musuh kena tusukan mautnya.
Luis mulai panik.
Pasukannya terkecoh dengan strategi sederhana dari Halver yang memimpin serangan ke sisi kanan dan Denis menerobos sisi. Keadaan pasukan Luis jadi kacau, saling bertabrakan.
Luis timbul amarahnya - melesat maju dengan kudanya menerobos pasukannya sendiri. Arahnya tertuju pada Halver. Menyerang Halver dengan pedangnya.
Luis diejek Halver - masih sama saja - tidak berguna.
2026-05-05
0
Anonim
Ribuan pasukan Luis langsung bergerak maju mebyerang.
Luis menyadari ada sesuatu yang tidak beres ketika melihat Halver dan Denis tidak bergerak. Mereka berdua berdiri dengan tenang.
Halver memberikan perintah dengan suara rendah untuk menyerang. Panahkan.
Pasukan pemanah berjumlah ratusan dari balik tembok dan menara kediaman, muncul bersamaan.
Anak panah melesat tanpa ampun ke arah pasukan Luis.
Langsung tepat sasaran. Barisan depan pasukan Luis runtuh seketika.
Luis si bodoh heran, melihat pemanah datang dari mana.
2026-05-05
0
Anonim
Denis melihat beberapa prajurit musuh mulai mencoba memanjat dari sisi belakang.
Denis membalkkan arah kudanya, tidak membiarkan musuh menyentuh tempat itu.
Seorang penjaga memberitahu kalau musuh mencoba masuk dari belakang.
Akari, Ansel, dan Piere siaga dengan pedang masing-masing.
Ansel berseru kuat - semua sembunyi ke belakang.
2026-05-05
0