Hujan deras yang mengetuk panel kaca lebar vila keluarga Valencia tidak ada apa-apanya dibandingkan badai yang sudah berkecamuk di dalam ruang tamu.
Heston Valencia berdiri dekat perapian, satu tangannya bertumpu pada tepian marmer, tangan lainnya menggoyangkan segelas bourbon yang belum tersentuh. Lengan bajunya tergulung sampai siku. Rahangnya mengeras. Di depannya berdiri dua pria yang seharusnya bertanggung jawab menjaga keselamatan putrinya.
Ya… seharusnya begitu.
“Katakan itu lagi,” ucap Heston, suaranya tenang tapi berbahaya.
Pengawal yang lebih tua, Brenner, ragu sejenak sebelum berbicara. “Dia yang bersikeras, Tuan. Katanya dia tidak ingin ditemani. Dia mengatakan itu urusan pribadi dan dia bisa menanganinya sendiri.”
“Kau bekerja untukku, Brenner. Bukan untuknya. Kalau dia bilang lompat, lalu kau tanya setinggi apa? Begitu maksudmu?” bentak Heston.
“Tidak, Tuan,” jawab Brenner cepat. “Tapi dia sangat meyakinkan, dan…”
“Dan apa? Usianya baru dua puluh satu tahun. Kau sudah lima belas tahun berkecimpung di dunia ini dan bisa terkalahkan oleh gadis dengan suara lembut dan wajah polos? Kau membiarkan satu-satunya putri keluarga Valencia lenyap semalaman tanpa tindak lanjut?”
Pengawal yang lebih muda, Malik, mencoba bicara. “Tuan, dia tidak menghilang. Dia keluar rumah jam delapan pagi, memberitahu pihak keamanan gerbang bahwa dia akan kembali dalam satu jam, lalu…”
“Lalu apa?!” Suara Heston pecah seperti cambuk. Dia menabrakkan gelasnya ke atas perapian, bunyinya cukup tajam untuk membuat ruangan hening. “Sudah dua puluh tujuh jam. Tidak ada telepon. Tidak ada kabar. Tidak ada jejak sama sekali. Dan kalian berdua bahkan tidak memiliki otak untuk melacak ke mana sebenarnya dia pergi?”
Keheningan yang menyusul terasa mencekik. Gelas bourbon bergoyang di tempatnya, menari di atas batu marmer mengkilap seperti detik jam yang terus berdetak.
Heston mengembuskan napas pelan lalu menoleh pada mereka. Matanya yang dingin dan tertutup bayangan cahaya lampu kini tampak lebih tenang, tapi jauh lebih menusuk.
“Baiklah,” katanya. “Kalian biarkan dia pergi. Sekarang kita perbaiki. Di mana kita bisa menemukannya?…
SISTEM PILIHAN UTAMA: KEKAYAAN TAK TERBATAS
HESTON MURKA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 199 Episodes
Comments
Ds Phone
anak kau yang tergila gila pada dia
2025-12-15
0
Armansyah HI Waleng
gaaaass
2025-10-08
0
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
2025-09-20
0